Saturday, June 09, 2012

Islam dan Pengembangan Industri Kimia


Alhamdulillah satu tulisan saya dimuat di website FKMIT  J  
Ini untuk kegiatan yang namanya SOSIS (Sosial, Sains, dan Islam), yang membahas bidang masing-masing anggota dan menghubungkannya dengan Islam. SOSIS disampaikan bergilir di kalangan anggotanya di milis FKMIT. Giliran saya kebetulan minggu lalu (Jumat, 1 Juni 2012) dan sudah ditayangkan di sini : http://www.fkmit.org/berita/kegiatan/sosis/2012/06/02/sosis9-islam-dan-pengembangan-industri-kimia/
Ini isinya J

---------------------------------------------------------------------------------------------

Assalamualaikum wr wb.

Terima kasih atas kesempatan untuk ber-SOSIS di tengah kondisi “kejar tayang” untuk masa akhir studi J Alhamdulillah menulis tulisan ini cukup menjadi refreshing buat saya. Dari pada bingung tidak ada ide, saya mengingat-ingat saja tentang yang saya pelajari yang kebetulan berkaitan dengan kimia, fisika, dan desain. Alat favorit saya dalam desain adalah distilasi, jadi saya berangkat dari situ saja J

Semoga SOSIS-nya cukup enak dan mengenyangkan, terutama bagi diri saya sendiri. Mohon maaf kalau ada rasa yang kurang pas. Selamat menikmati J

ISLAM & PENGEMBANGAN INDUSTRI KIMIA

Inline image 1
Gambar di atas terdapat dalam sebuah manuskrip berbahasa Arab dalam sebuah buku tentang kimia yang tersimpan di British Museum.

Para Ilmuwan Muslim

Proses kimia pada dasarnya banyak berhubungan dengan eksperimen pada suatu bahan, dengan mengubah suatu bahan atau zat menjadi bahan yang lain. Ketika terjadi penyalahgunaan “alchemy” sebagai kegiatan yang berbau mistis, ketika para pemikir Yunani mengemukakan spekulasi dan analisis metafisis terhadap proses kimia, para ilmuwan muslim memimpin transisi menuju modern chemistry dan bekerja berdasarkan eksperimen.

Adalah seorang ilmuwan muslim bernama Jabir ibn Hayyan (atau Geber dalam dunia Barat) (108-191 H/722-815 M) yang mengembangkan berbagai proses kimia seperti sublimasi, oksidasi, kristalisasi, distilasi, dan filtrasi. Dia pula yang berhasil mengidentifikasi banyak produk baru seperti alkali, asam, garam, cat, dan grease. Buku-bukunya antara lain Al Khawass al-kabir (the Great Book of Chemical Properties), al-Mawazin (Weights and measure), dan Al-Asbagh (Dyes). Karya-karya Jabir dalam logam dan penggaraman berperan besar dalam pengembangan teknik pengecoran logam serta teknik glazing pada teknologi tiles dan keramik.

Seorang ilmuwan lain harus disebut adalah Al Razi atau Rhazes (250-318 H/864-932 M) yang bahkan disebut-sebut sebagai “founding father of truly modern chemistry”. Ia adalah ilmuwan yang sangat mencintai eksperimen. Hal penting yang kadang diabaikan oleh penulis sejarah adalah fakta bahwa beliau merupakan peletak dasar penataan laboratorium modern dalam prosedur/cara kerja, desain, deskripsi, dan penggunaan lebih dari 20 instrumen. Dalam bukunya Secret of Secrets, Al Razi mendiskripsikan beberapa proses penting, seperti distilasi dengan peralatannya, lengkap dengan alembic, still, dan exilir, yang masih kita gunakan hingga sekarang. Peralatan tersebut memungkinkan kita untuk memurnikan suatu zat hingga kemurnian yang tinggi.

Distilasi sendiri merupakan suatu istilah untuk proses pemurnian suatu bahan dari pengotornya dengan menggunakan prinsip perbedaan titik didih komponen di dalam bahan tersebut. Pengembangan peralatan distilasi ini tercatat telah memajukan ilmu kimia dan menumbuhkan industrinya, mengingat banyaknya bahan yang berhasil dimurnikan, misalnya alcohol (etanol) yang sangat berguna dalam dunia farmasi serta sebagai bahan baku bagi produk-produk kimia yang lain.

Alat distilasi ini kemudian berkembang pula ke bidang yang selain farmasi, yaitu ke industry bahan pangan, polimer, dan perminyakan. Minyak tanah dan bensin yang kita nikmati sekarang ini tentunya tak akan bisa kita gunakan jika tidak didahului dengan proses fraksinasi dan distilasi dari minyak bumi.
Kedua ilmuwan tersebut memanglah berperan besar dalam pengembangan kimia. Bahkan kata-kata yang sekarang dikenal luas dalam dunia kimia berasal dari bahasa Arab, seperti alembic, alcohol, dan exilir. Demikian juga logam Natrium (dari al-natrun) dan Kalium (dari al-qaliy) diambil dari bahasa Arab yang menunjukkan peranan ilmuwan di tanah Arab.

Sang Petunjuk Abadi

Beberapa ayat Al-Quran yang menjadi petunjuk abadi tentang proses kimia, antara lain adalah sebagai berikut.

1.      Tentang manfaat madu dan kandungannya (“bermacam-macam warnanya”)

QS An – Nahl (16) : 69
Inline image 2
69. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

2.      Tentang proses peleburan besi dan pencampuran logam

QS. Al-Kahfi (18) : 96
Inline image 3
96. berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu".


Mengagumkan… Semoga menjadi semakin bersemangat untuk mempelajari sunnatullah, ketetapan-Nya. Sungguh ilmu Allah sangatlah luas.


Note :
Oya jikalau ada kesempatan, sepertinya “Museum of Science and Technology in Islam” sangat menarik untuk dikunjungi lho. Link-nya saya sertakan di bawah. Terima kasih!


Salam,
Rani


Referensi :
1.      A review on Muslim Contribution to Chemistry,  http://www.muslimheritage.com/uploads/ACF2C26.pdf
2.      Al Qur’an
3.      Museum of Science and Technology in Islam,  http://museum.kaust.edu.sa/explore-5-chemistry.html
4.      Situs Al-Quran terjemahan bahasa Indonesia, http://www.alquran-indonesia.com
5.      The Advent of Scientific Chemistry,
http://muslimheritage.com/topics/default.cfm?TaxonomyTypeID=18&TaxonomySubTypeID=77&TaxonomyThirdLevelID=221&ArticleID=1004

No comments: