Thursday, August 21, 2008

Sumatera Selatan, the trip & the mission.

(could I say, Part One?)

kesibukan sungai musi
Kesibukan di Sungai Musi.


Ke Sumsel ? Oh oke deh, cukup dekat (I mean, to be compared to Riau or Kalimantan or Sulawesi hehehe). So, berangkatlah saya selaku grup ketiga yg berangkat ke Sumatra Selatan tepatnya ke Kab. OKU Timur, sebuah kabupaten baru hasil pemekaran dari Kab. OKU (Ogan Komering Ulu) kalau tak salah pada akhir 2003. Ibukotanya Martapura (hayoo jangan keliru dgn kota penghasil berlian Martapura yg di Kalimantan).

Saya pertama kali melintas di daerah ini pertengahan 2002, hehehe dah beda banget kali ya. Jadi saya merasa akan banyak mendapat kejutan. Selain waktu itu lewatnya malam hari (hmmm... kira2 jam 9 malam lewat deh), saat itu Martapura hanyalah kota kuecil. Kali ini, 2008, hmmm kotanya masih tetap kelihatan kecil sih, tapi nampak sekali sedang berkembang dengan giatnya.

Anyway, sebenarnya kejutan berawal dari bandaranya, Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). Berhubung selama ini hanya dapat cerita dari kawan saya yang bulak-balik ke Palembang karena kerjaan di sono, maka kali ini saya telah membuktikan kata-katanya : “Bener Ran, Adisucipto kalah deh. Dulu SMB emang kayak terminal bis, tapi sekarang bagus dah !” Sungguh pencitraan yang bagus, first impression takes the count, what a nice airport.

Dan ketemu orang Jawa lagi ! hahaha… Sopir yang jemput kami ternyata berdarah Klaten. Kemana menoleh di Indonesia ini, kok ya ketemu orang Jawa yak. Cerita punya cerita, dia udah lima puluh tahun lebih di Sumsel, ikut orang tuanya bertransmigrasi. Fasih berbahasa palembang, tapi mukanya Jawa banget. Dan begitu tahu saya dari Jogja, langsung deh ngomongnya pakai bahasa jawa, hehehe..

Next, tugas pertama begitu mendarat di Palembang adalah mencari barang pesanan orang mechanical itu, namanya O-Ring, ukurannya 18 mm. Aduh ! Please deh. “Tolong Ran, mumpung kamu di Palembang, di sini susah nyarinya, penting itu buat masang blablabla….”. So, ke bengkel Ahass, gak ada. Kata penjual di Ahass, “Ke Cinde pasti ada sih, tapi gak aman buat kamu, cari di sekitar IP aja”. Entah apa maksudnya dgn gak aman, aku bilang “terima kasih perhatiannya pak ” Cari di sekitar IP, gak ada juga. Akhirnya, ke Cinde juga. Kayak apa sih ? Hmmm rupanya daerahnya cukup seram. Apalagi dah jam 5 sore. Kok kayak Pasar Bawah di Pekanbaru ya. Mana ya daerah padanannya di Jakarta ? Daerah Pulogadung kali ya. Untung bawa ‘pengawal’ orang Palembang hehehe. Alhamdulillah, dapet juga barang pesanan. Halah, cumin kayak gitu toh. :)

Next stop was toko pempek. Loh, kok baru datang dah nyari pempek ? Ya itulah, pesanan para anak terlantar itu (yeah ada 8 orang kelaparan di ujung sana). “Bawain pempek doooong….,” sebuah suara mengiba. “Lho, kok minta pempek sih. Emangnya di OKUT gak da pempek??” tanya saya. “Gak ada !!!” Iya kali ya, ikan dari mana ya. Mungkin maksudnya, ‘gak ada… yang seenak di Palembang’… atau mungkin lagi pada pengen manja aja huuuu :P

Next visit was to my best friend’s house : Singgih & his cute family Helen, Shaffa & Niza. Sebuah kejutan menyenangkan melihat Niza dengan rambut ikalnya. Sejak dia lahir saya belum ngeliat. Akhirnya kesampaian juga Nggih, berkunjung ke rumahmu, meski ternyata minggu depannya kalian dah pindah ke Bogor. It’s ok, cuma 10 menit reuni but seneng banget akhirnya bisa mengunjungi kalian di Palembang  (aih sayang sekali foto2nya musnah hikshiks)

Nah, barulah pada jam 17.45, we headed to Martapura. Wueduh kok udah mulai gelap. Ooppss mati lampu pulak, jalanan gelap euy. Wah kisah pemadaman kok masih ada ya. Dulu tahun 2002, masuk Palembang juga pas gelap gulita. Skarang masih aja, hmmmfff… Tapi satu hal yang jelas berubah : jalannya muluuuussss lusss lusss. Well, who’s gone take the credit for this road ? Hussh, to anyone who deserves it deh, saya gak mau nyebut siapa2 deh, situasi rada panas, Sumsel baru menjelang Pilkada Gubernur sih hehehe.

And finally. Setelah beberapa perhentian, makan malam and isi bensin, dengan bapak sopir yang nyetir dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam kali ya, tapi alhamdulillah bisa lumayan tidur juga di perjalanan, akhirnya nyampe jugaaaa di Martapura (ckckck… dari Indralaya tadi jam 20.00 loh, super ngebut euy). Saya ngeliat ke jam tangan, upss 23.15… time to get another sleep…… rrrrrrr…….

No comments: