Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Saturday, April 28, 2012

The Sign of Spring

The best season of Japan is spring season, indeed ! This is when the very famous and beautiful flower blooms : the cheery blossom or "Sakura" in Japanese.

I missed this moment last year because I was in Indonesia. So this year I enjoyed the season, for sure. Moreover, my husband did manage to come at the sakura time. He was very lucky to be in Japan (at Kanto area) just at the right time!! Lucky? Well yes! He postponed his travel from end of March to the second week of April, at first I thought he will miss Sakura.. but it happened to be right time for the sakura season since it was delayed by the colder winter on this year! Oh, oh... still, it is ME the luckiest, coz I can enjoy this beautiful moments with him ! ^^

As you know, the spring sign in Japan will start with Plum Blossom or "Ume" in Japanese. I enjoyed Ume Garden at Kairakuen, Mito, Ibaraki at April 1st. Quite far actually, but worth to see! From my dorm, I need to take a bus to the closest station of Joban Line, which is Ushiku Station, then take JR Joban Line to Mito Station (1100 yen). I would take about 1 hour by this train (sometimes we need to change train in Tsuchiura Station). From Mito Station, we should take a bus. There IS a special bus trip for this season to go to this park, that will only cost you 400 yen for return trip (normal price is 230 yen one way). A nice trip using bus : I can enjoy the scenery of Mito city, the capital city of Ibaraki Prefecture. Well, surprisingly, it is a big city! (ehmm, compared to Tsukuba :p)

Pink, Pink
White Ume
Happily refreshed with Ume, I hardly can't wait for Sakura!! Actually there are many types of Sakura, the early bloom type as well as the late bloom one, so we can enjoy sakura almost two weeks of many kind. But you know what : the best spot of sakura in Tsukuba is... Norin sakura dori!! (which is just around my dorm!!) Just at my backyard. ^^ 
It is easy to get to Norin Sakura Dori. From Tsukuba Station at Tsukuba Express Line, take the Nambu Bus from noriba 2, and get off at the 4th bus stop (Norin Danci Chuo) that cost at 200 yen.

Sakuraaa ... Sukiiii ^^
Sakura, white and pink


pink
pink, pink, pink




white, white, whiiiiiiite!!

and enjoy Japanese culture : Hanami, picnic to enjoy Sakura, the gift from Allah SWT after struggling cold winter :)
And for the next day after I manage to safely bring him from Haneda at midnight using the last train (hmmmfff), we went for Hanami at Sumida koen, Tokyo, to enjoy this beautiful scenery... 


Enjoy Hanami at Sumida Koen, Tokyo.. with view of  Tokyo Sky Tree ^^ (taken at April 8, 2012)
Sumida Koen located by the Sumida River, near Asakusa, the famous tourist spot in Tokyo. Closest station is Asakusa Station at Ginza Line/Asakusa Line/Tobu SkyTree Line. 


The next Monday, we went to my lab to meet the lab members, and of course to see the Sakura, that bloomed even more than when we had hanami at Saturday :)


In front of my lab in Tsukuba ^^ (April 9, 2012)
We went to Todai, my university, to visit the most important building : Yasuda Hall, the place for Graduation Ceremony :D


Yasuda Hall, and sakura (April 9, 2012)
Not so far from Todai, we can walk for like 20 min to Ueno Park, one of the best spot of sakura in Tokyo. Well, second of the best after Shinjuku Gyoen according to this site. We couldn't come to Shinjuku Gyoen this time. But Ueno park was amazing! Yappari!


Sakura canopy at Ueno Park, so romantic... (April 9, 2012)


Sakura and the romantic bench by the pond #melting :p (April 9, 2012)
aaaaand.... taraaaa....
Nagoya Castle !! Alhamdulillah, we did it! We came to Nagoya at April 12, 2012. ^^ I will not say anything, just please enjoy the moment ^^






Hopefully, this will not be my last sakura season... Aamiin :)

Wednesday, March 21, 2012

Crossing Rainbow Bridge, on Foot!! ^^

Tahu kan Rainbow Bridge? Itu salah satu landmark yang terkenal di Tokyo, menghubungkan kota Tokyo dengan Odaiba, sebuah kawasan yang unik dan prestisius yang berdiri di atas pulau buatan.

Saya pertama kali melintasi Rainbow Bridge -ternyata- pada tahun 2007, ketika mengikuti training JICA di Okinawa trus ada trip ke Tokyo mengunjungi pameran di Tokyo Big Site. Kenapa saya bilang ternyata? Soalnya waktu itu ngga sadar kalo itu Rainbow Bridge hehehe...

Baiklah, saat pertama kali melewati jembatan ini secara sadar, yaitu sewaktu mengantar pak Imam dan Pak Kis untuk jalan2 ke Odaiba, Januari tahun lalu. Waktu itu menyeberangi jembatan ini dengan kereta Yurikamome Line dari stasiun Shimbashi, lalu turun di stasiun Odaiba Kaihinkoen untuk jalan2 di sekitar situ.

Photobucket
hasil jepretan pak imam :) sayang sekali waktu itu cuaca sedang mendung.

Setelah itu, ada beberapa kali saya ke Odaiba : untuk acara barbeque-nya PPI Todai, berkunjung ke kediaman Pak Rahman/mba Ika di TIEC, dan pentas angklung. Selalunya saya naik Yurikamome lah yaa...

Nah, hari selasa 20 Maret kemaren saya menyeberangi Rainbow Bridge... dengan berjalan kaki!! Ide ini sebenarnya dari neng Winny, yang mau pulang ke Indonesia dan pengen farewell trip dengan jalan kaki nyebrang ini jembatan!! FYI, jembatan ini bentangnya 1.5 km ya, waktu tempuh bisa 30 -45 menit jalan kaki lah ya.... weleeeeh seumur-umur tinggal di Tokyo, ngga ada sedikitpun terlintas dlm pikiran saya utk nyebrangin dengan jalan kaki!!! :D

Daaann... emang tersedia pedestrian di sisi kiri kanan jembatan ini, selain jalur untuk kendaraan bermotor (mobil, bis, truk, sepeda motor), dan jalur utk kreta Yurikamome. Bagaimana dengan sepeda? Sepeda boleh masuk ke pedestrian tapi... dituntun, ngga boleh dinaikin.. mungkin karena anginnya kenceng ya, chotto abunai yoo...

Photobucket
suasana di jembatan :) -- pas lagi sepiii, tapi di tengah itu ada yurikamome lagi lewat :p

Rute jalan kaki kami (saya, winny, and bu dede) kemaren dimulai dari naik kereta Yurikamome dari Shimbashi lalu turun di stasiun Shibaura-futo, stasiun sebelum jalur kereta ini mengikuti jalur memutar untuk naik ke jembatan. Dari stasiun ini, jalan sedikit menuju sebuah gedung (ada petugas yang bersedia menunjukkan arah lho ^^). Gedung ini sepertinya kantor pengelola jembatan ya.. setelah melewati pos satpam, kami masuk ke gedung itu.

Photobucket
view dari pos satpam... get ready for the trip!

Tersedia pilihan untuk melalui jalur utara (pemandangan kota Tokyo) atau jalur selatan (pemandangan Odaiba dan Tokyo Bay). Kami memilih jalur selatan (alhamdulillah ngga salah pilih!!!) lalu naik lift sampai lantai 7... dan dimulailah petualangan ini hehehe...

Aww... really love what I saw there... awesome!

Photobucket
puteran jalan, sedang ada kereta Yurikamome lagi lewat ^^

Photobucket
Tokyo Bay! ^^

Photobucket
View of Odaiba from the Rainbow Bridge

Photobucket
ehmmm... not so important picture :D

Photobucket
"you are here!" ... yeah so it is 1530 m long..

Photobucket
pas ada perahu lewat!

Photobucket
The construction of the bridge.

Photobucket
..approaching Odaiba..

Photobucket
my two companions ;)

Photobucket
almost there... a little more.. gambatte...

Photobucket
Yes!! We made it!

Otsukaresamadeshitaa!! ^^



Saturday, March 10, 2012

Tokyo Camii Mosque

Alhamdulillah.... Setelah hampir 1.5 tahun tinggal di Jepang, kesampaian juga akhirnya untuk berkunjung ke Tokyo Camii Mosque pas tanggal 29 Januari 2012 tempo hari (hehehe... baru ditulis sekarang ya :p). Masjid ini merupakan masjid terbesar di Tokyo, dan sekaligus merupakan Turkiish Culture Center.

Doooh, sebenernya ini rada malu2in yaa... secara asrama saya yang dulu itu sebenarnya deket aja, kalo jalan kaki katanya sekitar 25 menit... huhuhuuu... menyesal kenapa dulu tak pernah menyempatkan ke sini... Justru setelah aku tinggal di Tsukuba malah aku jadi bisa ke masjid ini :p

Masjid ini terletak tak jauh dari Stasiun Yoyogi-Uehara at Chiyoda Line atau Odakyu Line jalan 5 menit lah.. dekat sekali. Link Google map-nya :http://g.co/maps/stvmt .


Photobucket

Saat itu sudah masuk waktu ashar, sekitar pukul 16.00 JST. Saya ke situ bareng bu Dede dan Azlina, setelah menghadiri pengajian muslimah di rumah mba Sara. Sebenarnya kami sudah sholat ashar, tapi karena ingin sekali sholat di situ, akhirnya sholat tahiyatul masjid saja.

Selesai sholat, baru lihat2 masjidnya... Masya Allah... Masjidnya indah sekali...



Photobucket
Sedang ada sholat jamaah (ternyata rombongan dari Malaysia)

Photobucket
Mimbar masjid, detil ornamennya sangat indah..

Photobucket
Bagian kubah masjid, masya Allah..

Photobucket
tiga dara :)

Wednesday, January 05, 2011

Koleksi Propinsi :)

Baiklah, untuk menghibur diri, marilah kita mengganti topic menjadi Koleksi Propinsi.

Saat ini, Indonesia punya 33 Propinsi. Berkat kegiatan Road Test jawa-Sumatera dan Jawa-Bali yang pernah saya jalani (tour of duty ceritanya), saya berkesempatan mengunjungi banyak propinsi. Mari kita lihat seperti apa koleksi yang telah saya dapatkan.

Di Pulau Jawa :
1. Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah pasti, dengan semua kabupaten dan kotamadya.
2. Jawa Tengah, semua Kabupaten dan Kotamadya udah pernah saya datangi, minimal dilewati pas jalan2, KKN, jalur mudik, roadtest, dll.
3. Jawa Timur, hampir semua sudah saya jamah, kecuali beberapa kabupaten di Pulau Madura
4. Jawa Barat, hmmm… agak ragu2, mungkin ada dua atau tiga kabupaten yang belum sempat lewat ya… musti dicek lagi neh… apakah Indramayu, Majalengka udah pernah belum ya…
5. DKI Jakarta, oh no!!! gawaaaatttt… ternyata saya belum pernah ke Kabupaten Administratif Kep. Seribu :(
6. Banten, ini juga masih banyak Kabupaten yg belum disambangi hmm… tapi sebagian udah lah, apalagi saya ini kan (calon) warga Banten hehehe…

Pulau Sumatera yang belum tinggal propinsi Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam, sedangkan yang lainnya Alhamdulillah sudah :
1. Lampung, tepatnya pertama kali saya kunjungi tahun 2003, pada saat perjalanan darat dari Jakarta ke Pekanbaru.
2. Sumatera Selatan, sama dg di atas, utk ke Pekanbaru kan musti lewatin Sumsel dulu hehehe.. plus tahun 2008, ada tour of duty lagi ke tempat ini )
3. Bengkulu, Alhamdulillah, propinsi yg eksotis ini saya kunjungi tahun 2009.
4. Sumatera Barat, Alhamdulillah saya senang sekali berkunjung ke Sumbar nan sejuk, indah, segar... tahun 2003 saat menuju Pekanbaru, kemudian berkunjung lagi di tahun 2007 saat main ke Bukittinggi.
5. Jambi, propinsi ini saya kunjungi tahun 2003 dan 2004, keduanya dalam rangka perjalanan darat dari Pekanbaru ke Jakarta. Kunjungan kedua sangat berkesan karena pas siang hari, Nampak sekali pemandangan cantik, daaan saya sebagai driver.. tanjakan dan tikungannya menantang banget!!
6. Riau, propinsi ini sudah beberapa kali saya kunjungi sejak 2003 hingga 2007, Alhamdulillah :)

Propinsi Kep. Riau belum pernah... waduuh, ke Batam, yok ke Batam ;p
Propinsi Bangka Belitung belum dikunjungi, dan ini sangat potensial untuk menambah koleksi propinsi sekaligus pulau, hmmmm…. *thinking… ;p

Pulau Kalimantan, baru pertama dan satu-satunya adalah Propinsi Kalimantan Selatan tahun 2009 dan 2010. Yang lainnya, sayang sekali belum pernah.
Propinsi dan Pulau Bali, ini saya kunjungi saat masih SD kelas 3 serta tahun 2004.
Indonesia Timur?? Masih nol besar, hiks...

Jadi total propinsi yang sudah saya koleksi adalah 14 propinsi dari 33 propinsi di Indonesia = 42,42 %. Yah dibandingkan presentase koleksi pulau terhadap jumlah total pulau (haduuuh 6/17508 = ga tega ngitungnya...), prestasi saya membaik.

Next??
Ayo keliling Indonesiaaaaa!!! :)

Sunday, January 02, 2011

Koleksi Pulau

Indonesia merupakan Negara kepulauan, itu semua sudah tahu ya… (saya harap begitu) tapi baiklah, saya ingin menampilkan peta Indonesia.

Photobucket

Jumlah pulau yang tercatat hingga saat ini adalah 17.508 menurut situs resmi negara ini. Masya Allah banyak sekali ya… Saya sendiri ngga sanggup ngitungnya. Saya punya impian, untuk bisa mengunjungi semua pulau tersebut.. Wah impian yang nyaris tak mungkin sepertinya, selain berbiaya besar, waktunya juga kapan ya huhuhuuuu…. Sedih….
Baiklah, mari kita daftar, pulau apa saja yang sudah saya kunjungi hingga hari ini :
1. Pulau Jawa, sudah jelas, saya lahir dan besar di Pulau ini
2. Pulau Sumatera, Alhamdulillah telah saya injak bumi Sumatera pada tahun 2002.
3. Pulau Bengkalis, di tahun 2004.
4. Pulau Bali, kunjungan pertama waktu berlibur dg orang tua saat saya kelas 3 SD, kunjungan kedua sewaktu ada tugas kantor untuk road test kendaraan B30 tahun 2004.
5. Pulau Kalimantan, Alhamdulillah sudah saya datangi pada tahun 2009.
6. Pulau Madura, walaupun cuma beberapa menit, saya telah menginjakkan kaki di pulau Madura pada tahun 2009 (kayaknya ini perlu saya kisahkan tersendiri ya…).

Haaah??? Serius loe? Baru enam pulau ya?? Kalau saya mentargetkan setiap tahun menambah koleksi 1 pulau, terlalu ambisius tidak ya?

NB :
target terdekat -->
a. Pulau Lombok
b. Pulau di Kepulauan Seribu (ini kemungkinan satu kayuh bisa dua tiga pulau terlampaui hehehe)

Amin ya robbal alamin... Love Indonesia and You!! :)

Monday, January 26, 2009

Banjarmasin, Kota Seribu Sungai

Yeah kunjungan 4 hari di Banjarmasin ini minggu lalu telah membuktikan pada saya julukannya yaitu ’kota seribu sungai’ : sebentar-sebentar ada jembatan, dikit-dikit ketemu sungai hehehe. But tentu saja, kunjungan singkat ini berkesan banget karena ini merupakan kali pertama saya menginjakkan kaki di Pulau Kalimantan !!! (Haduuh, untung aja pas nyampe rada gerimis, jadi batal acara cium bumi heheh becanda :p) So, bertambah satu deh pulau di Indonesia yang udah saya datangi setelah Jawa (ofcourse!!!), Bali, Sumatera, dan Bengkalis. Baru 5 pulau dari 17.000 pulau di negaraku ini, waah kapan tamatnya yaa..

Anyway, setelah tanya sana sini tentang lokasi wisata yang bisa dikunjungi, ternyata banyak hal menarik di Banjarmasin ini loh, terutama untuk urusan WISATA KULINER!!! Nyaammm :)

Soto Banjar di tempat asalnya, jelas maknyuss...

Photobucket

Itu soto ya, soto ayam dengan ketupat, ayam suwir, telur bebek/itik, perkedel, plus kuah santan, uenak tenan nymnymmm... Soto yang saya makan waktu itu di daerah Kuin, enaaak banget (plus laper juga) dan porsinya banyak deh alias gak kuat ngabisinnya. Perkedelnya itu loh, gede banget !! Tapi untuk tiap porsinya cuma dapet seiris :p

Ada lagi soto banjar yang terkenal yaitu Soto Bawah Jembatan (Soto Bang Amat). Bisa disebut demikian karena memang lokasinya di bawah jembatan Sungai Martapura. Jadi di tepian sungai itu banyak banget warung-warung soto, tinggal pilih deh, tapi emang yg paling enak di situ (kata sang driver yg merangkap guide kami) Soto Bang Amat. Asik banget, sambil makan bisa liat pemandangan sungai dengan aktivitasnya sebagai salah satu sarana transportasi utama. Eh btw, saya baru tau loh kalo lalu lintas di sungai tu ada rambu-rambunya. Kebetulan dekat tempat kami makan ada muara anak sungai martapura, jadi semacam simpang tiga gitu. Gak ada traffic light-nya sich, tapi ada rambu kayak gini :

Photobucket
(iih kliatan kan itu rambu warna biru,kecil banget ya?)

Ngomong2 soal aktivitas di sungai, tentu saja saya nggak akan melewatkan Pasar Terapung alias floating market. Pasar ini hanya buka dari jam 5.30 – 07.00 WITA. Jadi pas hari kedua di Banjarmasin, dibela-belain tu bangun jam setengah enam (hmm sebenarnya agak kesiangan ding :p), start dari hotel jam 6 pagi trus sambil ngantuk-ngantuk berangkat deh ke pasar terapung. Mobil diparkir di Kuin (dekat penjual soto tadi), jalan ke dermaga terdekat di salah satu anak sungai Barito, trus kita sewa perahu untuk meluncur ke lokasi pasar terapung di Sungai Barito. Sungai ini, masya Allah, gede banget ya, dari tepi ke tepi bisa 500 m (ah, kayaknya lebih deh). Dan pastinya dalam, kapal-kapal besar pengangkut batubara wira-wiri di situ. Perahu kami rasanya kok kecil banget, kalo papasan ama perahu lain, trus kena ombaknya, goyang-goyang deh.

Photobucket

Deg-degan rasanya naik perahu gitu, kapal motor yg kecil, sungai gede, mana saya gak bisa berenang :p Ah, pasrah deh, ..........ya tapi lama-lama biasa juga, apalagi setelah sampai di lokasi pasar terapungnya, melihat aktifitas para pedagang.

Photobucket

Ada yang jualan kelapa, ada yang jual jeruk, jual sayur mayur, jual sarapan atau cemilan. Kata pak guide, masih ada yang pake sistem barter juga. Eh eh eh, sarapan di atas perahu dengan makanan yang dibeli dari penjual di perahu lain ? Hmmm jelas sensasi yang gak akan saya lewatkan ! So, setelah kelar keliling2 pasar (gak beli apa2 sih, cuma liat2 :p) kami cari perahu yang jual makanan. Haaa itu dia, segera kami merapat ke perahu itu, dan penjualnya segera mengikatkan tali ke perahu kami, biar gak terpisah gitu. Trus pilih-pilih makanan deh. Saya pilih makan cemilan aja. Ngambil makanannya pake pancing dari kayu panjang yang ujungnya dipasangin kait, jadi bisa ngambil dari perahu kita gak usah ke perahu penjual (emang gak ada tempat buat orang lain duduk di prahu makanan ini)

Photobucket

Photobucket

Hmmm pengalaman tak terlupakan deh makan lapis pisang dan pisang goreng di atas perahu di Sungai Barito :) Sayang sekali nggak sempet ke Jembatan Barito yang ngetop banget itu, jembatan yang super panjang, sekitar 1 km. Kapan ya balik lagi ke sana :)

Oke, kembali ke wisata kuliner, ada makanan yang menarik sekali, namanya ’Lontong Orari’. 'Haa makanan apaan sih?' Tanya saya waktu diajakin ke situ. Ada juga lontong sayur. Ternyata seperti ini :

Photobucket

Luar biasa enak !! Mak nyuss !! Itu lontong berbentuk unik, porsi besar (which is saya gak habis!), bisa pake ikan gabus, ayam, ataupun telur, dengah kuah santan yang lezattttt. Sambelnya puedes (saya cuma cobaiin beberapa tetes tapi udah kepedesan.. ah dasar indera perasa saya itu agak ga valid soal pedas). Highly recommended :)

Nah, kalo ke Banjarmasin, belum lengkap kalo ngga makan ITIK, haaa… Itik (kalo di Jawa ya bebek lah) di kota ini tu hidangan yang ada di mana-mana, di Jakarta sini kayak penjual nasi uduk kali ya, di mana2 ada, tapi dagingnya Itik bukan ayam, bisa digoreng, dipanggang ataupun dibakar. Naah aselinya saya itu gak doyan itik or bebek. But untungnya kok ya sebelum berangkat sempet makan bebek Kaliyo di Rawamangun (enaq enaq) yang memang udah terkenal lezat, jadi sempet menghilangkan trauma saya makan bebek. Sukses deh nyobain itik :) But tetep, selama di Banjarmasin, kalo ada yang nawarin itik, musti yang sudah pasti enak dan udah ada yang bener2 makan dan bilang enak. Kalo bebek yang tak jelas asal usulnya ya tetep ogaah :p

Salah satu warung penjual itik yang terkenal adalah Warung Itik Tenda Biru Gambut, yang letaknya memang di tengah tanah gambut arah ke bandara Syamsuddin Noor.

Photobucket
Photobucket
Itiknya dipanggang dengan bumbu kayak semur gitu deh.. wah lumayan enak juga.
Ada lagi itik yang enak, di resto cempaka, yang ini itik goreng. Krispi juga.

Photobucket

Dari wisata kuliner yang tadi-tadi, juaranya adalah...... daging MENJANGAN !! Haaaa.... ternyata enak sekali loh daging menjangan itu, rasanya seperti daging sapi, tapi teksturnya lebih lembut. Sedep banget dimasak rendang tapi lebih uenak dimasak sambel goreng. Wuih te-o-pe dah !

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Pengen nyobain sate menjangan tapi rupanya lagi gak ada. Pengalaman makan menjangan ini tak sengaja tercetus pas kami menghabiskan waktu sebelum pulang dan main ke Martapura, sekitar 1 jam dari Banjarmasin. Haa... coba liat foto ini :

Photobucket Photobucket
........martapura sumsel......... martapura kalsel............

Serupa tapi tak sama :p
Setelah selesai urusan di martapura, masih ada waktu jadi kami putuskan untuk ’piknik’ ke waduk yang katanya 20 km dari Martapura. Hehehe selalu ada acara yang judulnya study tour deh. Nah, dalam perjalanan ke PLTA itulah kami mampir ke Warung Betawi Menjangan di daerah Mandi Angin, kab. Banjar. Sayangnya gak sempet nanya ke yang punya warung apakah bliau orang betawi aseli atau bukan. Yang jelas, menjangannya uenak :)

Nah, karna waduk sudah disebut, mari kita lihat seperti apa :) namanya PLTA Ir. Pangeran M. Noor (sebelum 1982 namanya PLTA Riam Kanan), dengan kapasitas 30 MW. Tahukah, bahwa kebutuhan listrik (beban puncak) di Kaltengsel itu sekitar 260 MW sedangkan total kapasitas pembangkit yang ada hanya 240 MW (jelas-jelas tekor, makanya sering mati lampu, dan kalo malem hotel-hotel dan mall kudu pake genset).

Photobucket

Photobucket

Cantik ya ? Saya yakin masih banyak tempat-tempat cantik di Kalsel yang bisa dikunjungi. Maybe next time :)