Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Saturday, July 12, 2014

Learn Something New

It is exciting to learn something new, actually.
However... To really feel excited, I should recall my learning spirit that somehow has been buried deep inside my daily routine.
Today, I find it :)
Hopefully I can well maintain it until the very end of my journey.
Aamiin ya robbal alamiin...

Tuesday, May 06, 2014

Hectic

Belakangan merasa hectic banget.. Antara Khalif, rumah, pekerjaan, dan sekolah. Sejauh ini itu urutan prioritas (tepok jidattt!!! Helllooooowwww... Argo sekolah udah jalan sebulan niiihhhh).
Dan dengan prioritas seperti itu aja korbannya adalah badanku yang remuk.. Mulai dari vertigo, masuk angin, migren, darah rendah, dan lemes berkepanjangan. Hiks..
Kalau ada yang harus kulepas, itu kemungkinan besar .... pekerjaan..

......
....
...
..
.

Or maybe I need a better time management? Oh my...

Saturday, August 11, 2012

My Otsukare Party :)

*dicatat sebelum lupa :)

Pertama kali menghadiri otsukare party (diartikan sebagai "a job well done party") untuk senpai2 yang lulus adalah pada Januari 2011, setelah para senpai itu selesai melakukan final presentation dan menerima pengumuman kelulusan.
Saat itu saya tidak terlalu ngeh, hanya merasakan nuansa kelegaan dan melihat para senpai berkeliling mendatangi Sensei-Sensei dan melakukan toast. Hmmm saya pikir, itu adalah bagian dari budaya minum-minum mereka setelah bekerja keras.

Lalu akhir semester yang lalu, saya dapat undangan hadir di Otuskare Party lagi dan si om di lab bilang, "kamu musti datang dan belajar bagaimana itu otsukare party ..." Kalimatnya aneh buat saya, why should I learn about how to do a party??

Ternyataaaa.....
Setelah saya mengalami sendiri Otsukare Party untuk kelulusan saya, barulah saya bisa merasakannya. Bahwa party ini diadakan untuk memberi kesempatan bagi siswa untuk berterima kasih kepada semua guru-gurunya secara pribadi dan langsung, sekaligus mendapat encouragement dari para guru-guru dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Inilah budaya turun-temurun itu...

Alhamdulillah nuansa ini sangat saya rasakan. Tanpa ada yang memberitahu... secara otomatis saya mendatangi setiap sensei dan melakukan toast dengan mereka (saya pakai juice, tentu saja) kemudian mengucapkan terima kasih kepada mereka atas semua kebaikan yang telah saya terima selama dua tahun ini lalu sang guru akan memberikan ucapan selamat atas kerja keras saya dan menanyakan rencana saya selanjutnya serta memberikan suntikan semangat kepada saya. Really enjoy and appreciate that!

Saya menikmati setiap obrolan dengan sensei-sensei itu dan terkesan dengan beberapa di antaranya, terutama dengan percapakan bersama Kobayashi Sensei. Kami ngobrol cukup lama dan saya banyak mendapat hal-hal menarik dari beliau. Mulai dari membicarakan rencana Ph.D saya, betapa "your husband must be a generous man" (indeed ^^), masalah PLTN, hingga impor kedelai.

Thank you Sensei, Thank you to all Professors !


Wednesday, August 01, 2012

"Nguwongke"

Hari ini, saya merasa spesial...

Sensei tiba2 datang ke lab (fyi, dia itu kan selain kepala lab juga merangkap jadi pejabat di institute ini, jadi sehari2 ngantor di sono di gedung lain, bukan di lab) ... menemui saya, dengan tertawa lebar, khusus untuk bilang, "Congratulations! I have submitted your score!"

Waaaw, mau pingsan rasanya dapat kabar begini !
Sensei jauh2 panas2 datang ke lab, cuma mau bilang begitu! Dia kan bisa kirim email!!

Alhamdulillah... berkali2 saya bilang "Arigatou gozaimasu" sambil sibuk membungkuk.
Pas saya tanya, apa yang perlu saya perbaiki dari presentasi saya di sidang tertutup kemarin, dia cuma bilang, "No, no need. Your presentation is fine, it's good!"
Alhamdulillaah...

Padahal saya sempat malu hati karena ada satu pertanyaan mengganjal yg saya jawab dengan muter2 di alun2 kidul krn ngga inget istilah english-nya (ingat, law enforcement!!) .... huhuhuuu....

Terima kasih Sensei... anda benar-benar baik dan memperlakukan saya dengan baik banget..
Aaaah, saya selalu kagum dengan bagaimana orang-orang Jepang ini memperlakukan orang lain, kalau bahasa jawanya "nguwongke", orang jadi merasa dimanusiakan (halaah susah banget ya bahasa indonesianya) serta selalu full support.

Semoga saya bisa selalu seperti itu juga....

NB : kalau nilainya udah submit, trusss sidang yg besuk ini, buat apa yaah, kan brarti udah ngga ngefek ke nilai toh? (yeah nasib jadi angkatan pertama alias angkatan percobaan :p)

Friday, June 29, 2012

"Di hari Jumat, hari yang indah"

Innalillahi wa innaillaihi roji'un...
Semua berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya...

Hari ini, pukul 9.50 WIB, dr Dewata Dermawan telah berpulang kepada Sang Khalik, pada usia 71 tahun.
Selesai sudah perjuangan melawan kanker tiroid. Tak ada lagi rasa sakit mas.. Semoga khusnul khotimah, diampuni segala dosa, dan diterima segala amal..

Tak urung, saya pun menangis jua. Sedih, karena berharap masih dapat bertemu ketika saya pulang nanti. Sedih, karena tidak dapat menjenguk dan menemani saat-saat terakhir beliau. Sedih, karena tak dapat membantu apa-apa dalam proses pemakaman beliau.

"Di hari Jumat, hari yang indah," kata suami saya. Alhamdulillaah... hal ini membuat saya tersenyum dan bersyukur, walau masih menangis. Allah sangat menyayangi beliau... Insya Allah. Alhamdulillah prosesi pemakaman sudah terlaksana dengan baik dan lancar. Dan luar biasa, mba Ifada sangat kuat, begitu kata suami saya. Istri beliau saja bisa kuat dan tabah. Saya juga harus kuat. Dan mendoakan yang terbaik untuk keluarga mereka, agar selalu tabah dan kuat sepeninggalan mas Dewata.

Saya mengenang beliau sebagai pribadi yang cerdas dan humoris, baik dan suka menolong, dermawan seperti namanya, dan tegas dalam bertindak. Beliau juga sangat perhatian dengan pasien-pasiennya. Bahkan dalam keadaan sakit pun, selama masih bisa jalan, terus praktek di rumah sakit dan pulangnya bisa jam 10 malam. Karena banyak yang "cocok" berobat sama beliau, jadinya setelah pensiun di RSPP banyak juga pasiennya yang ngikut pindah berobat ke RS Bintaro.

Satu hal yang selalu saya kagumi adalah hingga sepuh, hingga usia 70an ini, masiiih saja saling memanggil "Yayang" antara mereka berdua suami istri itu. Romantisme yang tiada habisnya. Sudah berpuluh tahun mengarungi rumah tangga dengan segala pasang surutnya, hingga bercucu 4 yang sudah besar-besar, masih nampak tatapan cinta dan masih terdengar panggilan kesayangan itu.

Indahnya cinta. Semoga bisa meneladani keindahan cinta mereka :)
Aamiin...

Tuesday, May 22, 2012

Today : Kabar duka dan kabar gembira

Alhamdulillah... di tengah keseriusan ngerjain calibration curve-ku tercinta itu... sebuah pesan masuk ke Hp saya, telah lahir putera pertama dari Ayu L-Gunawan, teman SMA saya... Senang hati saya... Dan cukup terhibur dari stress kerjaan dan perasaan yang masih sendu jika ingat Bulik Sri...

Tiba-tiba tak dinyana, menjelang sore, sebuah pesan masuk kembali... Innalillahi wa inna ilaihi roji'un... seorang sahabat telah berpulang ke rahmatullah... secara mendadak di tengah acara seminar... kabarnya setelah beliau mengajukan pertanyaan, kemudian duduk, dan lalu lemas... Ah, Esi,... Allah telah memanggilmu ketika muda... waktu itu kamu bilang ingin belajar ke Jepang juga.... ternyata takdir Allah menentukan lain... Selamat jalan kawan... Semoga Allah menerima segala amalanmu dan mengampuni segala dosamu serta menempatkanmu di surga-Nya yang damai dalam lingkupan kasih sayang-Nya... Aamiin...

Sunday, May 20, 2012

Sedih.. tapi Harus Kuat!

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...
Pagi ini pukul 9.48 JST saya mendapat kabar dari Bapak, bahwa bulik saya, Bulik Sri, yang merupakan adik bungsu Ibu, telah wafat pukul 5 WIB...
Saya sedang di dalam kereta dalam perjalanan menuju Tokyo. Terkejut dan sedih... saya pun memejamkan mata menahan air mata yang jatuh - saya tak ingin menangis di kereta - namun tetap tak kuasa tetesan air mata itu... Saat itu saya bersama Azlina dan dia pun mencoba menenangkan saya...


Saya mencoba menguatkan hati, dengan berdoa... saya sedih karena tidak bisa pulang untuk mengantar jenazah beliau, saya sedih karena saya belum sempat menelepun beliau, saya sedih karena ingat ibu saya yang pasti sangat sedih dan terpukul.. Ya Allah, tapi apa yang bisa saya lakukan ? Saya tetap tak bisa pulang ke Jogja sekarang.. 


Saya pun telah berjanji untuk datang ke acara festival di kampus untuk membantu di stall Indonesia maupun stall TUICS, jadi saya pun tak bisa mundur ke Tsukuba untuk berduka... Saya harus kuat!
Maka bismillah... yang bisa saya lakukan adalah menelepon Bapak untuk menanyakan keadaan Ibu dan menelepon om Pri untuk menyampaikan dukacita serta maaf atas ketidakhadiran saya...
Selanjutnya, mendoakan Bulik Sri semoga khusnul khatimah... aamiin ya Rabbal alamiin..


Maka saya pun melanjutkan hari saya... dengan hati yang sedikit banyak campur aduk jika teringat Jogja.
Alhamdulillah, satu hal yang sangat menghibur saya hari ini, adalah partisipasi saya dalam kegiatan Demo Hijab atau "Experience of Wearing Hijab" atau dalam bahasa Jepang "Hijab Taiken", di stall TUICS pada acara Go Gatsu Sai hari ini. Cukup banyak wanita2 Jepang yang ikut dalam acara ini. Demo hijab dimulai dengan presentasi oleh Adek (dalam nihongo), lalu bergantian bersama sister2 lainnya (dari indonesia : saya, Adek, Nunung; dari Malaysia : Azlina; dari Turki : Esma, dari Tunisia, dan satu lagi lupa dari mana) mendandani para peserta. Saya tentunya spesialis jilbab praktis nan tinggal cemplung :) Setiap selesai didandani, mereka akan difoto oleh Reza dengab kamera polaroid instax punya Adek, sehingga bisa langsung mendapatkan foto dengan mengenakan kerudung :)


Bahagianya melihat antusiasme mereka. Mereka nampak sangat cantik dengan kerudung beraneka warna. Sugoi kawaii :) Alhamdulillah.... semoga hati mereka tersentuh, karena hidayah adalah semata-mata rahasia Allah :) Yang jelas, hati saya sungguh tersentuh dan terobati. Semoga kegiatan syiar ini tercatat sebagai amalan yang berarti di mata Allah SWT. Aamiin :)




Saturday, May 19, 2012

Rindu

Allah Yang Maha Baik....
Tolonglah saya...

Malam ini..
Laut terasa begitu luasnya...
tapi langit terasa tak cukup ruangnya...
Waktu terasa begitu lambatnya...
tapi dunia terasa begitu sepinya...

Ah..
Bahkan keping-keping doa pun terasa kurang...
Berapapun baris kalimat saya kirimkan...
Masihlah kurang..

Untuk membuat hati saya tenang...
Untuk mengirimkan rasa sayang...

Tolonglah saya ya Allah..
Jagalah dia...

Thursday, May 17, 2012

Starbucks Coffee and its Personal Taste

Well actually... Never thought in my mind to buy coffee at Starbucks cafe before I came to Japan..

First, I still prefer to drink coffee at office (my coffee time is either around 10 am or 3 pm),  my fave unbeatable coffee is still kopi A*Csusu :) Second, no available Starbucks Cafe on my way to office that i can stop by (well, yeah, you know :p). Third, it is expensive :D So, I have never bought one :p

My first acquaintance with Starbucks in Japan was when Sensei bought me a cup of chai latte. It was winter and I was in the middle of working on reports that boiled my head... and, so, that Starbucks' chai latte tasted awesome!! Smell good, taste good!

Since that, I begin my relationship with Starbucks :)

The "worse" thing is that I moved to Tsukuba since sept 2011, and here it is : a Starbucks Cafe just in front of the ticket gate at Tsukuba Station!!! Just brilliant!! :)

So here came autumn and then winter, while I constantly moved here and there through this station (esp. to go to Tokyo), and there are many moments that I found some remaining money at my Pasmo card after tapping it at the ticket gate, then I felt that after wading the day with all the distance and cold weather, I should give my self a present and a cup of chai latte would be just perfect. Another moments of fighting distance and coldness were when I should pack my self to Tokyo every Monday morning for zemi, then while walking down the elevator to the station, here comes a very nice smell of coffee, and after charging my Pasmo and confirm that I still have at least 10 min before the departure time, then I turn my self to Starbucks Cafe and take a cup of hot Caramel Macchiato (small size, of course) away.
Caramel Macchiato, oishii ^^

Oke, I admit that I have tried Caffe Latte and Cappucino, well the Cappuccino was good, but sometimes it gives me headache, so i prefer taking Caramel Macchiato :)

Price? Hahahaaa, first, like I said, those cups were PRESENTS for my self (so it is priceless :p); second, i used Japanese Government's money to buy those cups; third, to compare with the price of this coffee at Jakarta, it is almost the same (350-390 yen/small cup; at Jakarta bout Rp 30,000/cups, cmiiw, you know i never bought one in jkt :p), so it is relatively cheap here!!

One day I was strolling to amazon (bad habit!!), i found a book of Michael Gates called "How Starbucks saved my life". Quite amaze with the tittle and the comments on this book, i clicked on "buy".

Well, yes! It is a good book!!
It is a story about the strugle of a white American man that ruin his perfect life just at the same time of losing his job as a marketing director and got diagnose of some sickness. Then, jobless, broke, desperate, he applied for a job at a Starbucks cafe, that run by a black woman - one situation that have never crossed on his mind.

The work was hard. But at the same time he learnt many things! ..about how to treat people with respect (no matter he/she is white/black, rich/poor); how to make a good and personal service that make your costumers feel at home and come again (it is mentioned on the book that the starbucks' staff was taught to greet customer, look in to their eyes with smile, remember their name and their fave coffee); how to really do your job from the heart (Mr. Gates does love coffee); and what's important thing in life : family, happy, and respect.


I'm also happy to find some information about coffee. Aaaaand, when i turn to one page, i found this :
"...how volcanic soil in Indonesia made for particularly delicious beans. I mentioned Sumatra, my first love, and also Sulawesi, another Indonesian coffee that was a little more subtle, more elegant..."


Oh, I love Indonesia!!! I promise I would taste them all at home!! ^^


Aaah, one more thing... at one chill night, when I return from Tokyo and stop by to get a cup of Chai Latte, they did give me a personal message !




I was so touched by their warm message. They did not write "arigatou", right? That means the message was for ME! (whatever, I felt light up that night :p) Ok then, I will come again ;)

Friday, May 11, 2012

Sukhoi vs Gn. Salak :(

Innalillahi wa innailaihi rojiun...


Sedih sekali dengan musibah pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak :( dari kemarin ngelab sambil streaming M*troTV, pulang lanjut streaming lagi...
Kasihan dengan anggota keluarga yang sedih dan emosi, semoga selalu tabah dan kuat... dan kasihan juga dengan anggota Tim SAR yang menembus gunung yang dingin dan bermedan berat, tentunya lelah sekali, moga2 selalu sehat dan kuat...
Sedih lagi pas tau ada temen mas yang ikut di pesawat itu..
Ah, lebih sedih lagi pas tau betapa pesawat tinggal puing2 seperti itu :(


Kenapa bisa menabrak ya... Ah, tak perlu berspekulasi, ... liat TV dan baca D*tik atau K*mpas kadang bikin sebel, karena ulasannya kadang penuh spekulasi, yang justru bikin heboh. Alhamdulillah ada narasumber2 yg cukup bijak dgn berkata "kita tunggu hasil investigasi".


Belum lagi berita tentang adanya HP yang masih menyala di pesawat... miris juga kalau benar.. tapi terlepas benar tidaknya, setidaknya ini menjadi pengingatlah bagi penumpang pesawat indonesia yang suka sok paling sibuk dan paling heboh dengan hp yg tetep dipakai nelpon ketika pesawat hampir jalan, atau malah sudah langsung dinyalakan begitu touch down landasan (hueeeh kalo ini sy sering ngeliat dan dah 2 x negor orang gara2 masih asik aja dgn HPnya saat pesawat sudah mundur lho, ckckck...)


Dan coba lihatlah komentar petinggi negara pembuat sukhoi : http://internasional.kompas.com/read/2012/05/11/15182464/Pejabat.Rusia.Kuat.Dugaan.Human.Error
waah langsung aja membela produknya dan melemparkan kesalahan ke "human error".


Baiklah, kalau ngga dibela, tentunya banyak customer yang akan lari.. terutama calon pembeli dari Indonesia.. Kondisi geografis Indonesia, memanglah sangat memerlukan pesawat ukuran menengah untuk bisa melayani rute2 jarak pendek dengan panjang landasan terbatas.. dan kalau melihat teknologi-nya, memang termasuk canggih, dengan flight by wire-nya...


Aah, jadi ingat Gatotkaca N250, N2130, .... Pak Habibie... where are you ? We miss you...


N2130
N250

Monday, May 07, 2012

Klik "Unfriend"

Hari ini saya telah meng-klik "unfriend" atas salah satu teman di FB.
Terpaksa saya lakukan....

Padahal saya paliiiing tidak ingin melakukannya karena tidak ingin memutus silaturahmi... Bagaimanapun sedikitnya interaksinya, tapi jika memang pernah ada kontak di masa lalu dan sekarang, masih lah saya jaga....Senyebelin apapun status2nya, selebay apapun foto2nya, selama tidak membuat saya terganggu atau masih menjaga etika dan kesopanan...... masih lah saya diamkan..

Tapi yang ini... wah maaf saja, sudah sangat memuakkan ketidaksopanannya... Sudah tidak pakai norma agama sama sekali... dan sudah berkali2 pula dilakukan... sudah di-"unhide" tapi masiiiih saja sengaja memuat foto2 maupun kata2 tidak senonoh... yang kemudian muncul di newsfeed saya lagi dan lagi, sehingga saya pun MUAK ...

Benar2 orang yang tidak dewasa, kekanak-kanakan, labil, dan berniat menyebarkan KEBURUKAN.

Solusinya : klik "Unfriend" !
Selesai.

Friday, April 27, 2012

Semangat!!

Waaaw.. sudah sebulan lebih ngga menulis... tenang sajaaa, saya menulis di tempat lain kok... maksudnya, menulis progress report, huaaa....


Hmmm... rupanya, sudah mau habis nih masa petualangan saya di Jepang.. sisa waktu yang ada betul2 harus saya manfaatkan sebaik2nya.. rasanya ingin minta tambahan waktu... tapi juga ingin cepat2 pulang...
Tinggal 3 bulan lagi menuju defense... atau bahkan mungkin kurang... Bismillahirrohmanirrohim... Gambarimasu! Semangattt!!!




Waktu main2 harus sudah banyak dikurangin (haduuuuhhh...), bahkan saya sudah memutuskan untuk gantung angklung, hehehe... ya kalo pemain bola kan gantung sepatu, saya gantung angklung aja deh :p
Padahal ini ada tawaran menarik sekali minggu depan, untuk main di charity show buat korban gempa tohoku di Miyagi Ken. Sayang sekali, saya ngga bisa ikut :(


Ah, banyak kegiatan yg terpaksa saya tolak, demi bersemedi di lab.. Apalagi saya kan orangnya hobi ngumpul2 dan jalan2... huhuhu.... Tapi sudahlah, harus kuat nih menahan godaan, hehehe...


Hmmm... tapi alhamdulillah, saya masih sangat usahakan untuk kegiatan syiar.. Mudah2an bisa menutupi kekurangan saya dalam ibadah yang lain... Alhamdulillah, tulisan saya yang lainnya ada di sini : http://todaimuslim.org/ ...alhamdulillah, masih ada juga sisa2 semangat sbg reporter SIGMA and ENTROPI, hehehe... mudah-mudahan bermanfaat :)


Oyaa, sakiiing lamanya ngga posting di sini, saya sampai lupa password tadi >.<

Thursday, March 15, 2012

Pentingnya Menyelipkan Uang Cadangan!!

Ini kejadiannya dua minggu yang lalu sih hehehe...

Hari itu saya musti ke kampus saya di Tokyo, yang harus ditempuh dengan naik bus Tsuku bus dari dekat asrama/lab hingga ke stasiun Tsukuba (200 yen), lalu naik kereta Tsukuba Express hingga stasiun Kita Senju (1000 yen), kemudian ganti kereta Chiyoda line hingga stasiun Nezu (190 yen).

Photobucket
rute andalan via jorudan :)

Pagi itu, setelah beres lihat keadaan simulasi di lab, saya pun berangkat ke halte bis dan naik bis jam 10.51 (kategori mepet sampe kampus dengan jadwal zemi). Bis datang tepat waktu donk ya. Ketika naik sudah membatin, wah pak sopir ini penuh dedikasi ya, kok dia rajin banget ngomong : bolak balik ngasih tau bentar lagi nyampe mana, ngingetin barang ketinggalan, padahal si announcer otomatisnya kan udah ngomong. Inget banget hari itu impressed bgt sama dia sampe mau nulis status (hehehe...) tapi ngga jadi soalnya puyeng kalo liat2 HP di bis (teteplah ini gaya nyopir bis ala jepang gitu deh...).

Nah kan sekali lagi pak sopir mengingatkan, "sebentar lagi kita akan sampai perhentian akhir di stasiun Tsukuba... otosimono wasuremono... blabla..." so, saya mulai deh nyari dompet mau siapin uang buat bayar... loh, loh, eh? dompet mana???? haaahhhhh??? ketinggalan!!!! cek dompet koin : isinya cuma koin 70 yen!!! Nggak cukup!!! (kebiasaan nih, males bawa koin banyak2 soalnya kan mberat-mberatin aja hehehe...)

Duuuuuh bingung banget deh, gimana mau mbayar bis? Gimana mau ke Tokyo? Ah itu ntar mikirnya : ini dulu nih, gimana bayar bis?? masak gak bayar? kan maluuuu.... huhuhuu... nggak mungkin banget kyknya...

Akhirnya pas sampai, saya sengaja turun paling akhir (malu donk kalo ketahuan yg lain hehehe..), dan bilang terus terang sama pak sopir (sambil terbata2 dan menahan malu) : sumimasen, saifu wasuremashita, dompet kelupaan... koin cuma ada 70 yen (saya kasih liat ke dia)...

Tanggapannya ? "oh daijoubu deshou, ngga apa-apa, nanti saja pas pulang, bayar 2 kali ya..."
haaah? sungguh??? hontou?
Dia sekali lagi meyakinkan saya. Haaaa.... saya pun langsung sibuk berterima kasih sambil membungkuk-bungkuk dan bolak-balik bilang "sumimasen"... Masha Allah... baik sekali pak sopirnya.... dan ini lho : kok ya dia percaya banget padahal saya kan orang asing, yaah pokoknya kan ngga kenal... Alhamdulillah bersyukur banget... bener-bener bapak sopir yang penuh dedikasi, baik hati, dan tidak sombong!

Next : gimana ini mau ke Tokyo? saya kan musti ngisi kartu PASMO (tentang PASMO dan SUICA sudah pernah cerita di sini), biasanya saya isi 3000 yen sekaligus buat pulang-pergi. Pulang lagi ke asrama tidak mungkin, kan ngga punya uang buat pulang. Lagian, saya pasti akan terlambat padahal ini zemi terakhir jadi saya pengen datang. Akhirnya saya aduk2 isi tas : haaaaa... nemu kartu SUICA juga!!

Photobucket
kartu-kartu kesayangan :)

So, saya segera turun ke ticket gate untuk cek terisi di mesin isi ulang, ada berapa yen di masing2 kartu. Alhamdulillaah... Di dalam PASMO masih ada 1050 yen, di dalam SUICA ada 300 yen!!! Alhamdulillah... jadi sampai stasiun Kita Senju saya pakai PASMO, kemudian naik Chiyoda line saya pakai SUICA. Selamat lah saya sampai kampus. Baru deh nyari pinjaman uang untuk makan siang dan pulang hehehe... Alhamdulillah :) Dan tentu saja, tak lupa pas pulangnya saya bayar bisnya 2x hehehe... sopirnya sih beda... buru2 saya masukin 400 yen trus kabur turun dari bus sebelum ditanya2 ama sopirnya hehehe...

Lesson learnt :
1. Pembelian kartu SUICA yang dulu sempat saya sesali (hihihi, habis konyol banget, alasan beli SUICA ini gara2 dulu PASMO-nya ketinggalan di Jakarta pas mudik :p), sekarang sungguh saya syukuri. Lagipula, nanti bisa dipakai mas kalau ke sini kan ;)

2. Koin jangan pernah dihabisin, selalu sedia beberapa ratus lah yaa... ingat emergency case hehehe...

3. Isi PASMO/SUICA juga jangan dihabisin!!! hehehe... kadang2 saya suka menghadiahi diri saya ya, sepulang dari Tokyo, capek dan kedinginan, sampai stasiun Tsukuba, pas nge-tap di ticket gate kok lihat isi PASMO masih ada sisa, jadinya beliin diri sendiri segelas Starbuck (yang kok ya warungnya buka paaasss di depan ticket gate ckckckck... :p)

4. Selipinlah barang 1000 yen gitu di tempat tersembunyi buat cadangan... for emergency ;)

5. Kalo mau pergi, cek dulu dompetnya ada atau enggak!!! hehehe...


Sunday, March 11, 2012

Saat Mental sedang Jatuh

Sekuat-kuatnya orang, sebagai manusia biasa, tentu pernah merasakan ketika mental sedang jatuh atau merasa "down"...

Banyak sekali penyebabnya...
Terkadang, ada masalah menghadang untuk mencapai tujuan kita, yang membuat jadwal jadi berantakan, yang bahkan mengancam masa depan...
Atau sedang sakit sedangkan banyak sekali hal yang harus diselesaikan...
Atau berbagai tuntutan yang dihadapi sedangkan waktu terasa sempit...
Ataupun memikirkan banyak sekali cita-cita dan keinginan sedangkan merasa lemah hingga pesimis dalam mewujudkannya...
Bahkan, ketika ada suatu distraction yang membuat kita bingung bagaimana bersikap, kehilangan arah, tergoyahkan dari keyakinan...

Dan seiring dengan naik turunnya iman... mental yang jatuh jika bersamaan dengan turunnya iman, benar-benar membuat merasa terpuruk...

Apalagi ditambah dengan perasaan sendiri jauh dari keluarga tercinta..

Di saat-saat seperti itu, dukungan orang-orang terdekat sangatlah penting, untuk membuat kita teringat kembali, terlecut kembali, bangkit kembali...

My dear friend, setiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk mengatasi keterpurukannya, untuk mengobati mentalnya yang jatuh... Temukan bagaimana cara yang paling tepat untukmu... Tapi yang paling penting : janganlah kau simpan sendiri kawan.

Oh dear husband.. That's one of the reason why I like to call you no matter how much the cost is..
You will remind me "baca Qur'an yaa..." atau "jangan melamun, cari kesibukan..." atau "berpikir positif dong.." atau "jangan terlalu sering lihat ke atas, lihatlah ke bawah juga..."

:*

Monday, February 27, 2012

Doa Favorit

رَبَّنَا َ لا تُؤَاخِذْنَا ِإن نَّسِينَا َأوْ َأخْ َ طْأنَا رَبَّنَا وَ َ لا تَحْمِ ْ ل عََليْنَا ِإصْرًا َ كمَا حَمَلْتَهُ عََلى الَّذِينَ مِن
َقبْلِنَا رَبَّنَا وَ َ لا تُحَمِّْلنَا مَا َ لا َ طاَقَة لَنَا ِبهِ وَاعْفُ عَنَّا وَا ْ غفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ َأنتَ مَوْ َ لانَا َفانصُرْنَا
عََلى الَْقوِْم الْ َ كافِِرينَ

Robbanaa laa tuakzidnaa in nasiinaa au akhto’naa robbanaa wa laa tahmil ‘alainaa isron kama hamaltahu ‘alal ladzIina min qoblinaa.
Robbanaa wa laa tuhamilnaa maa laa thooqota lanaa bihi wa’fua ’anna waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qoumil kaafiriin


“Ya Allah, jangan siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Allah, jangan bebankan pada kami beban berat seperti Kau bebankan pada orang‐orang sebelum kami. Ya Allah, jangan Kau pikulkan pada kami apa yang tidak sanggup kami pikul. Ampunilah dan maafkan kami, serta rahmatilah kami. Kaulah Penolong kami, maka tolonglah kami untuk mengalahkan orang‐orang kafir.” (QS. Al‐Baqoroh: 286).

Thanks dear husband... Thanks for enlightening me with this prayer (years ago) ... It has became one of my favorite prayer til now :)

Sunday, February 26, 2012

Remunerasi dan Kinerja

Membicarakan soal remunerasi vs kinerja PNS seakan tiada habisnya. Caci maki sering kali saya dengar ataupun baca di koran atau TV atau percakapan di jejaring sosial. Caci maki muncul dari "kedua pihak" : yang PNS maupun yang non-PNS.

Yang PNS mencaci kenapa remunerasi tidak segera dilaksanakan sementara kebutuhan hidup terus meningkat. Yang non-PNS memaki kenapa musti remunerasi sementara berita korupsi maupun buruknya kinerja PNS terus-menerus bermunculan. Dan tadi baca tentang ini : http://nasional.kompas.com/read/2012/02/25/1632400/DPR.Renumerasi.Gagal.Perbaiki.Moral.PNS.

Setiap ada berita ttg korupsi dan caci maki orang non-PNS terhadap PNS, dengan segala generalisasi keburukan, kemalasan, dan mentalitas, sebagai PNS saya merasa sakit. Saya merasakan berada dalam sistem dan berbagai kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan saya. Merasakan kesedihan karena berulang kali gagal mengajukan pembelian instrument analisa untuk riset. Merasakan capeknya bekerja dari pagi sampai malam dan betapa jarangnya saya pulang sebelum jam 5 sore. Merasakan ketidakfleksibelan dalam pembelanjaan bahan kimia dan alat-alat lab (sangat berbeda dengan di Jepang). Merasakan perbedaan yang nyata atas penghargaan terhadap hasil-hasil riset. Merasakan betapa sakitnya penolakan masyarakat yang masih mendewakan produk dari luar negeri.

Di lain pihak, saya merasakan gigihnya rekan2 sekantor kalau saling adu argumentasi teknis pekerjaan. Saya melihat bahkan ada yang menolak olahraga pagi di hari jumat karena mengurangi efektifitas kerja. Saya melihat semangat2 anak muda yang ceria. Saya melihat semangat mencari klien yg memerlukan knowledge dan expertise kami, eksuksi pekerjaan, hingga finalisasinya. Rasa-rasanya dalam 10 tahun saya bekerja, alhamdulillah saya tidak pernah menganggur, dan bekerja di atas 100 % (karena seringkali hari Sabtu pun masuk kerja).

Memang secara keseluruhan, organisasi ini sangat besar. Dan kantor saya hanyalah satu bagian saja. Dan saya tidak tahu bagaimana keadaan di luar sana. Bahkan di dalam kantor saya pun terkadang tiap pribadi pernah mengalami pasang surut dalam semangat kerja. Pun setiap orang memiliki kegigihan yang berbeda-beda dalam bekerja.

Dan sungguh secara pribadi, saya belum puas (dan tidak boleh puas) dengan hasil kerja saya hingga saat ini, saya harus lebih baik dan lebih baik lagi dengan segala keterbatasan.
Akan tetapi, tetaplah saya merasa sedih, apabila ada yang mencaci maki tentang "kinerja yang buruk", "datang siang, pulang awal", "apa yang sudah dikerjain sih, ngga ada hasilnya".

Rasanya saya ingin menjawab cacian itu, tapi bagaimana jika memang sebagian besar begitu? Apalah artinya kata2 saya?

Jadi buat saya, saya akan menjawabnya dengan bekerja sebaik-baiknya, menjaga amanah ini sebaik-baiknya, dan selalu istiqomah.. Bismillahirohmanirrohim... Semoga Allah SWT selalu memberikan saya kekuatan, kesabaran, dan kemudahan.

Buat PNS yang masih (bersama2) menanti remunerasi, mari kita buktikan dengan kerja dan hasil, bahwa kita memang LAYAK untuk renumerasi itu.

Buat non-PNS yang sibuk mencaci-maki, saya ajak anda semua untuk memberanikan diri masuk ke DALAM SISTEM dan marilah kita perbaiki bersama2.

Thursday, January 12, 2012

Lima besar di 2011

Hmmm... ingin melanjutkan tradisi yang baru saya mulai tahun lalu di sini, saya ingin melukiskan momen2 terbaik di 2011. alhamdulillah, Allah banyaaaaaak sekali memberikan nikmatNya... Subhanallah, banyak banget... rasanya nggak sopan sekali kalo saya membikin kategori sendiri... ah tapi, saya ingin mencatat, lima hal paling berkesan buat saya, yang Allah perkenankan untuk saya alami di tahun 2011....

1. Menempati rumah Serpong
Alhamdulillaaah... bahagia sekali rasanya ketika bulan Maret itu akhirnya bisa menempati rumah kami di Serpong... saya mendapat ijin pulang ke Indonesia dan setelah "penghuni sebelumnya" alias si pengontrak rumah sudah berhasil pindah, lalu bersih-bersih total, cat ulang, nyicil angkut2 barang dan perabot, ...nah, bisa dibilang kami resmi pindah 9 Maret ^^ shiawase! :)

2. Memulai riset, pindah ke Tsukuba.
Karena lokasi riset saya di Tsukuba, yang jaraknya 2 jam dari Komaba, lama kelamaan badan remuk juga kalo musti commuting tiap hari.. Pernah nyobain pas Februari dengan hasil remuk jiwa raga dan dompet hehehe... maka sejak 25 September 2011, saya resmi meninggalkan asrama Komaba dan pindah ke asrama di TIH... rasanya sedih juga ya, harus meninggalkan Komaba, dengan segala suka dukanya, ...teman2 seasrama yg menyenangkan, ...obrolan sambil masak di dapur,...gegap gempita Shibuya... kereta subway yg tiap hari mengantar saya ke kampus, ...bunyi kereta Inokashira di tepi jendela... saya mulai menghitung : waaah masih banyaaak sekali tempat yg belum sy kunjungi di sekitar komaba... tapi hidup harus berjalan kan... jadi, saya pindah :) Ha, cuma 5 menit jalan kaki ke lab, saya bisa pulang kapan saja saya mau, ngga akan kecapean di jalan hehehe... I enjoy my life!! :)

3. Angklung
Saya keranjingan angklung!! hahahahahaaaaa.... Malahan waktu pulang lebaran, nyempet2in ke saung angklung udjo untuk liat pertunjukan Angklung dan beli 2 buah angklung pesanan PPI Todai :D dan serunya grup angklung ini : tak pernah sepi dari tawa, sampai2 menamakan diri sebagai "angklungakak.com" hihihii... yang jelas, ini adalah sarana refresing di sela2 tugas kuliah dan jikken hehe...

4. Ramadhan at summer
Awalnya sungguh saya sempat ragu, sanggupkah saya menjalani Ramadhan di saat musim panas di Jepang? Musim panas di Jepang merupakan musim yang panas lagi lembab, sehingga geraaaaaahhhh... suhunya malahan bisa melebihi Jakarta, bisa di atas 35 oC. Dan waktu puasanya itu sungguh aduhai : subuh jam 3 pagi, maghrib jam 7 malam. Aaah, gimana mau bangun sahurnya? Makan seberapa banyak ya? Haus nggak ya? Dehidrasi nggak ya? Maag kumat ngga ya? berbagai pertanyaan memenuhi benak saya. Alhamdulillah... saya dapat melaluinya dengan selamat... Salah satu yg membuat sy ngga mau menyerah adalah... dengan mengingat kawan2 yg musti melalui Ramadhannya di Jerman, Italia... yang saat summer itu siangnya jauuuuh lebih panjang daripada di Jepang... Menjadi muslim yang hidup di Indonesia haruslah banyak2 bersyukur dan lebih kuat ;)

5. Idul Fitri dengan suami
Bahagia dan bersyukur. Shiawase :)
Tadinya saya memang berencana pulang ke Indonesia mendekati lebaran, kira2 3 minggu kalau dapat ijin dari Sensei... eh ternyata sensei besar bikin acara kunjungan ke Indonesia! dan settingnya sebelum lebaran! untuk travelling ke Kalimantan lagi! Padahal bakal susah kan cari tiket (ada dan murah) di semimnggu sebelum lebaran... akhirnya jadwal kunjungan dibuat 10 hari sebelum lebaran!! jadinya saya dapat ekstra libur seminggu (isinya kerja juga sih... tapi kan di Indonesia hehehe...)

Alhamdulillaaaah... semoga hal-hal yang indah dan penuh berkah selalu Engkau perkenankan hadir untuk saya, ya Allah... amiiiien...

Saturday, December 24, 2011

Memutuskan Pulang

...saya teringat dilema saya lebih sebulan yang lalu...
ketika harus memutuskan untuk pulang atau lanjut setelah ini...

ah, mimpi saya banyak... sungguh banyak...
saya suka sungguh pada kampus ini.. sudah jatuh hati...
dan tawaran kesempatan ini, apakah harus dilepas..
hingga sakit perut saya memikirkannya..
dulu saya putuskan sendiri..
tapi tentu semua berbeda sekarang...

bedanya, sekarang saya tidak bermimpi sendirian...
saya musti menyusun mimpi bersama sang imam...
dan daftarnya terlalu banyak untuk bisa diselesaikan di sini...

maka, insya Allah saya pulang...
Duhai Jakarta, tahun depan saya pulang...

insya Allah, jika Sang Penguasa Waktu mengijinkan, akan ada jalan untuk kembali ke sini :)
amien ya robbal alamin...

Sunday, October 23, 2011

Untuk apa menuntut ilmu, hingga jauh2 begini..

Alhamdulillah hari minggu tgl 16 Okt yg lalu berkesempatan hadir di Pengajian Todaimuslim, duuuh udah lama banget yaa... sampe pengajian berikutnya udah mau diadakan... tapi krn ini sy pengen banget memuatnya, jadi pokoknya biar lambat asal dimuat!! hehehe...

Pengajian diadakan di rumah Mba Sara dan Ms Yonan di daerah Yoyogi-uehara, Tokyo. Meskipun harus menempuh perjalanan jauh dan lama dari Tsukuba (2 jam!), tapi alhamdulillah insya Allah tidak sia2 karena materinya yang membuat semangat :)

Pembicara kali ini adalah Dr. Budi Daryono, Dosen UGM Fak Biologi, yg merupakan alumni Nodai, Tokyo, dan saat ini sdg ada program riset (kalo gak salah ni) di almamaternya yaitu Nodai. Selain sebagai dosen, beliau juga menjadi Auditor Halal di LP POM Jogja serta mengaku mengkaji agama dg tarbiyah dan halaqah.

Jadi, ceritanya, pengajian kali ini tentang esensi dr menuntut ilmu ke tmpat yg jauuuh.... ngapain siih kita musti jauh2 menuntut ilmu hingga jauh dari keluarga dan kerabat... apa keutamaannya... seru kan? :)

Tema pengajian : Keutamaan mencari ilmu dan mempelajarinya.

Ada 100 keutamaan mencari ilmu dan mempelajarinya. Antara lain:
1. Kesaksian Allah kpd org berilmu.
Ali Imran : 18

2. Org yg berilmu akan Allah angkat derajatnya.
Org yg berilmu tdk akan miskin, akan kaya dg harta dan hikmah.
Al mujaadilah : 11
Juga diperlukan oleh masyarakat.
Dicontohkan sahabat rosul yg cacat fisik dn ketika kecil diejek, ttp krn menuntut ilmu kmd mnjadi hakim/qadhi yg disegani.

3. Org yg berilmu adl org2 yg takut kpd Allah.
Qs Fathir :28.

4. Menuntut ilmu akan membawa kebersihan hati, kemuliaan, kehidupannya, cahayanya.
Kuncinya memperbaiki akhlak. Akhlak adalah cerminan bgmn kita mempelajari dan mengamalkan agama.
Dan org2 Jepang ini jg mengamati, konsistensi kita sbg muslim.

5. Dgn menuntut ilmu, kita akan berfikir yg baik & benar, mendapatkan pemahaman yg benar, dan dpt mentadaburi al Quran.

Seorg muslim tdk boleh punya cita2 jd org miskin, atau yg biasa aja, tp harus cita2 jd org kaya, dgn cara yg berkah, shg dpt beramal sebanyak2nya dg hartanya itu.

Tingkatan pencari ilmu :
1. Utk memperbaiki kehidupan/utk mendapat harta
2. Utk mencari ketenaran
3. Utk mencari jabatan
4. Utk berbakti berfungsi bg kemaslahatan manusia
5. Semata2 mencari ridho Allah..

Mari kita renungkan.. Untuk apa kita mencari ilmu...

:) semoga bermanfaat :)

Tuesday, October 04, 2011

Hari ini setahun yang lalu...

...saya melangkah keluar dari pesawat JAL dan menginjakkan kaki di bandara Narita ...mata sembab, mengantuk, lelah, dan brrr...udara dingin Tokyo di awal musim gugur menyambut saya... jaket segera dirapatkan...
Di kepala saya masih terbayang orang terkasih di tanah air... dengan segala kesibukan dan keribetan menjelang berangkat... memusingkan sekaligus menyenangkan... hati saya melemah... tapi saya harus melangkah, tak mungkin pulang...
Langkah saya melaju ke bagian imigrasi dan pengambilan bagasi...Keceriaan teman-teman seperjalanan menarik mood saya menjadi lebih bersemangat... setelah gosok gigi dan cuci muka, saya merasa lebih segar...

Hi Tokyo!!! I'm gonna fight you!!!

Hari ini, saya telah berada sejauh sekitar 60 km dari Tokyo.. di sebuah wilayah bernama Tsukuba... dengan dingin yang lebih menggigit, tanpa heater di kamar, dengan suasana yang lebih sepi dan jauh dari mana-mana, ...
Dan rasa kelu di hati mengingat tanah air membuat saya bergetar... hati saya melemah... tapi saya harus melangkah, tak mungkin pulang...
Langkah saya melaju ke luar kamar dan menuju lab...Keramahan dan ketulusan mereka membuat saya bersyukur... Tantangan di depan mata telah menggerakkan darah... Setelah bercanda tawa dengan mereka, saya merasa lebih segar...

Hi Tsukuba!!! I'm gonna fight you!!!!

Ya Allah... jadikanlah hambaMu yang selalu mengingatMu..... amiiin....


nb : postingan ini membuat saya melewati rekor saya sendiri utk jumlah posting dlm setahun ;p