Hmmm… terinspirasi oleh postingan bu Melda yang judulnya “8 besar dari Nerima”, saya ingin membuat list tentang momen-moment terbaik yang Alhamdulillah Allah perkenankan untuk terjadi pada saya. Kalau bu Melda memilih angka 8, maka saya memilih angka 5 saja, hehehehe…
1. Menikah. Alhamdulillahirobbil alamin… dengan segala lika-liku, tawa-tangis, pasang-surut, saya bersyukur dapat menikah, memenuhi sunnah Rasul-Mu, untuk beribadah kepada-Mu, dan menggenapkan agama-Mu Semoga pernikahan ini menjadikan kami keluarga sakinah, mawadah warahmah, semakin mendekatkan kami kepada Allah SWT, membuat kami semakin khusyuk dan cinta kepada-Mu… Amin..
2. Berangkat ke Jepang untuk melanjutkan sekolah. Setelah tertunda-tunda bertahun-tahun karena berbagai sebab, Alhamdulillah jadi juga saya berangkat menuntut ilmu. Insya Allah saya niatkan hijrah saya ini untuk beribadah kepada-Mu, agar saya menjadi orang yang bermanfaat bagi diri saya, lingkungan saya, dan Indonesia, amiin :)
3. Menjadi coordinator kegiatan riset kompetitif. Seleksi untuk program riset insentif ini memang dimulai pada akhir tahun 2009, tapi kick-off pelaksanaannya pada tahun 2010. Agak berdebar dan kurang PD juga awalnya, mengingat untuk kegiatan riset biasanya dipimpin oleh minimal lulusan S2 dan biasanya kalau ada kegiatan yg saya pegang itu masih ada coordinator lagi di atasnya... Alhamdulillah dengan support banyak pihak, kegiatan tersebut dapat terselesaikan. Semoga bermanfaat. Amiiin !! :)
4. Mendapatkan kontrak pekerjaan dari perusahaan swasta Jepang, bersama tim Tiga Serangkai hehehehe... Setelah proses perjuangan berbulan-bulan (tepatnya 7 bulan) untuk menggolkan project ini, disertai serangkaian diskusi yang panjang dan alot dengan calon klien kami yang perusahaan Jepang dan berkebangsaan Jepang pula (beserta budaya super teliti, super detil, dan super safe-nya dari sistemnya sampai kata per kata dalam kontrak), Alhamdulillah kontrak tersebut terjadi juga. Dan pelaksanaan pekerjaan ngga kalah sulit hehehe….
5. Menembus skor TOEFL iBT 94 (equivalen 587 untuk paper base). Meskipun di bawah target yaitu menembus angka 100, tapi saya bener2 bersyukur. Selama ini TOEFL score saya tu “minggring-minggring” alias giri-giri alias nyarisss hehehe… terakhir tes TOEFL tahun 2008 awal, score saya 557 yang mana minimal score yang diperlukan adalah 550. Ampun deh, ya walaupun itu sudah bisa lolos, tapi benar2 terlalu nyaris. Alhamdulillah dalam waktu April 2010 tes lagi dengan TOEFL iBT, bisa membaik. Mungkin berkat koleksi novel2 berbahasa Inggris saya, pertolongan kamus portable *LF*LINK, dan film-film berbahasa Inggris yang sering saya tonton.
Sekali lagi, ucapan syukur Alhamdulillah saya panjatkan atas perkenan Allah SWT kepada saya. Hmmm… mudah-mudahan hal ini menjadi pengingat bagi saya untuk selalu lebih dan lebih baik lagi… Mohon bimbingan dan tuntunan-Mu ya Allah..
NB : saya sedang menyusun rencana untuk 5 besar tahun 2011, di antaranya adalah bisa melakukan presentasi dalam bahasa Jepang, gambarimasyooo… :)
Sunday, January 16, 2011
Wednesday, January 05, 2011
Koleksi Propinsi :)
Baiklah, untuk menghibur diri, marilah kita mengganti topic menjadi Koleksi Propinsi.
Saat ini, Indonesia punya 33 Propinsi. Berkat kegiatan Road Test jawa-Sumatera dan Jawa-Bali yang pernah saya jalani (tour of duty ceritanya), saya berkesempatan mengunjungi banyak propinsi. Mari kita lihat seperti apa koleksi yang telah saya dapatkan.
Di Pulau Jawa :
1. Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah pasti, dengan semua kabupaten dan kotamadya.
2. Jawa Tengah, semua Kabupaten dan Kotamadya udah pernah saya datangi, minimal dilewati pas jalan2, KKN, jalur mudik, roadtest, dll.
3. Jawa Timur, hampir semua sudah saya jamah, kecuali beberapa kabupaten di Pulau Madura
4. Jawa Barat, hmmm… agak ragu2, mungkin ada dua atau tiga kabupaten yang belum sempat lewat ya… musti dicek lagi neh… apakah Indramayu, Majalengka udah pernah belum ya…
5. DKI Jakarta, oh no!!! gawaaaatttt… ternyata saya belum pernah ke Kabupaten Administratif Kep. Seribu :(
6. Banten, ini juga masih banyak Kabupaten yg belum disambangi hmm… tapi sebagian udah lah, apalagi saya ini kan (calon) warga Banten hehehe…
Pulau Sumatera yang belum tinggal propinsi Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam, sedangkan yang lainnya Alhamdulillah sudah :
1. Lampung, tepatnya pertama kali saya kunjungi tahun 2003, pada saat perjalanan darat dari Jakarta ke Pekanbaru.
2. Sumatera Selatan, sama dg di atas, utk ke Pekanbaru kan musti lewatin Sumsel dulu hehehe.. plus tahun 2008, ada tour of duty lagi ke tempat ini )
3. Bengkulu, Alhamdulillah, propinsi yg eksotis ini saya kunjungi tahun 2009.
4. Sumatera Barat, Alhamdulillah saya senang sekali berkunjung ke Sumbar nan sejuk, indah, segar... tahun 2003 saat menuju Pekanbaru, kemudian berkunjung lagi di tahun 2007 saat main ke Bukittinggi.
5. Jambi, propinsi ini saya kunjungi tahun 2003 dan 2004, keduanya dalam rangka perjalanan darat dari Pekanbaru ke Jakarta. Kunjungan kedua sangat berkesan karena pas siang hari, Nampak sekali pemandangan cantik, daaan saya sebagai driver.. tanjakan dan tikungannya menantang banget!!
6. Riau, propinsi ini sudah beberapa kali saya kunjungi sejak 2003 hingga 2007, Alhamdulillah :)
Propinsi Kep. Riau belum pernah... waduuh, ke Batam, yok ke Batam ;p
Propinsi Bangka Belitung belum dikunjungi, dan ini sangat potensial untuk menambah koleksi propinsi sekaligus pulau, hmmmm…. *thinking… ;p
Pulau Kalimantan, baru pertama dan satu-satunya adalah Propinsi Kalimantan Selatan tahun 2009 dan 2010. Yang lainnya, sayang sekali belum pernah.
Propinsi dan Pulau Bali, ini saya kunjungi saat masih SD kelas 3 serta tahun 2004.
Indonesia Timur?? Masih nol besar, hiks...
Jadi total propinsi yang sudah saya koleksi adalah 14 propinsi dari 33 propinsi di Indonesia = 42,42 %. Yah dibandingkan presentase koleksi pulau terhadap jumlah total pulau (haduuuh 6/17508 = ga tega ngitungnya...), prestasi saya membaik.
Next??
Ayo keliling Indonesiaaaaa!!! :)
Saat ini, Indonesia punya 33 Propinsi. Berkat kegiatan Road Test jawa-Sumatera dan Jawa-Bali yang pernah saya jalani (tour of duty ceritanya), saya berkesempatan mengunjungi banyak propinsi. Mari kita lihat seperti apa koleksi yang telah saya dapatkan.
Di Pulau Jawa :
1. Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah pasti, dengan semua kabupaten dan kotamadya.
2. Jawa Tengah, semua Kabupaten dan Kotamadya udah pernah saya datangi, minimal dilewati pas jalan2, KKN, jalur mudik, roadtest, dll.
3. Jawa Timur, hampir semua sudah saya jamah, kecuali beberapa kabupaten di Pulau Madura
4. Jawa Barat, hmmm… agak ragu2, mungkin ada dua atau tiga kabupaten yang belum sempat lewat ya… musti dicek lagi neh… apakah Indramayu, Majalengka udah pernah belum ya…
5. DKI Jakarta, oh no!!! gawaaaatttt… ternyata saya belum pernah ke Kabupaten Administratif Kep. Seribu :(
6. Banten, ini juga masih banyak Kabupaten yg belum disambangi hmm… tapi sebagian udah lah, apalagi saya ini kan (calon) warga Banten hehehe…
Pulau Sumatera yang belum tinggal propinsi Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam, sedangkan yang lainnya Alhamdulillah sudah :
1. Lampung, tepatnya pertama kali saya kunjungi tahun 2003, pada saat perjalanan darat dari Jakarta ke Pekanbaru.
2. Sumatera Selatan, sama dg di atas, utk ke Pekanbaru kan musti lewatin Sumsel dulu hehehe.. plus tahun 2008, ada tour of duty lagi ke tempat ini )
3. Bengkulu, Alhamdulillah, propinsi yg eksotis ini saya kunjungi tahun 2009.
4. Sumatera Barat, Alhamdulillah saya senang sekali berkunjung ke Sumbar nan sejuk, indah, segar... tahun 2003 saat menuju Pekanbaru, kemudian berkunjung lagi di tahun 2007 saat main ke Bukittinggi.
5. Jambi, propinsi ini saya kunjungi tahun 2003 dan 2004, keduanya dalam rangka perjalanan darat dari Pekanbaru ke Jakarta. Kunjungan kedua sangat berkesan karena pas siang hari, Nampak sekali pemandangan cantik, daaan saya sebagai driver.. tanjakan dan tikungannya menantang banget!!
6. Riau, propinsi ini sudah beberapa kali saya kunjungi sejak 2003 hingga 2007, Alhamdulillah :)
Propinsi Kep. Riau belum pernah... waduuh, ke Batam, yok ke Batam ;p
Propinsi Bangka Belitung belum dikunjungi, dan ini sangat potensial untuk menambah koleksi propinsi sekaligus pulau, hmmmm…. *thinking… ;p
Pulau Kalimantan, baru pertama dan satu-satunya adalah Propinsi Kalimantan Selatan tahun 2009 dan 2010. Yang lainnya, sayang sekali belum pernah.
Propinsi dan Pulau Bali, ini saya kunjungi saat masih SD kelas 3 serta tahun 2004.
Indonesia Timur?? Masih nol besar, hiks...
Jadi total propinsi yang sudah saya koleksi adalah 14 propinsi dari 33 propinsi di Indonesia = 42,42 %. Yah dibandingkan presentase koleksi pulau terhadap jumlah total pulau (haduuuh 6/17508 = ga tega ngitungnya...), prestasi saya membaik.
Next??
Ayo keliling Indonesiaaaaa!!! :)
Sunday, January 02, 2011
Koleksi Pulau
Indonesia merupakan Negara kepulauan, itu semua sudah tahu ya… (saya harap begitu) tapi baiklah, saya ingin menampilkan peta Indonesia.

Jumlah pulau yang tercatat hingga saat ini adalah 17.508 menurut situs resmi negara ini. Masya Allah banyak sekali ya… Saya sendiri ngga sanggup ngitungnya. Saya punya impian, untuk bisa mengunjungi semua pulau tersebut.. Wah impian yang nyaris tak mungkin sepertinya, selain berbiaya besar, waktunya juga kapan ya huhuhuuuu…. Sedih….
Baiklah, mari kita daftar, pulau apa saja yang sudah saya kunjungi hingga hari ini :
1. Pulau Jawa, sudah jelas, saya lahir dan besar di Pulau ini
2. Pulau Sumatera, Alhamdulillah telah saya injak bumi Sumatera pada tahun 2002.
3. Pulau Bengkalis, di tahun 2004.
4. Pulau Bali, kunjungan pertama waktu berlibur dg orang tua saat saya kelas 3 SD, kunjungan kedua sewaktu ada tugas kantor untuk road test kendaraan B30 tahun 2004.
5. Pulau Kalimantan, Alhamdulillah sudah saya datangi pada tahun 2009.
6. Pulau Madura, walaupun cuma beberapa menit, saya telah menginjakkan kaki di pulau Madura pada tahun 2009 (kayaknya ini perlu saya kisahkan tersendiri ya…).
Haaah??? Serius loe? Baru enam pulau ya?? Kalau saya mentargetkan setiap tahun menambah koleksi 1 pulau, terlalu ambisius tidak ya?
NB :
target terdekat -->
a. Pulau Lombok
b. Pulau di Kepulauan Seribu (ini kemungkinan satu kayuh bisa dua tiga pulau terlampaui hehehe)
Amin ya robbal alamin... Love Indonesia and You!! :)
Jumlah pulau yang tercatat hingga saat ini adalah 17.508 menurut situs resmi negara ini. Masya Allah banyak sekali ya… Saya sendiri ngga sanggup ngitungnya. Saya punya impian, untuk bisa mengunjungi semua pulau tersebut.. Wah impian yang nyaris tak mungkin sepertinya, selain berbiaya besar, waktunya juga kapan ya huhuhuuuu…. Sedih….
Baiklah, mari kita daftar, pulau apa saja yang sudah saya kunjungi hingga hari ini :
1. Pulau Jawa, sudah jelas, saya lahir dan besar di Pulau ini
2. Pulau Sumatera, Alhamdulillah telah saya injak bumi Sumatera pada tahun 2002.
3. Pulau Bengkalis, di tahun 2004.
4. Pulau Bali, kunjungan pertama waktu berlibur dg orang tua saat saya kelas 3 SD, kunjungan kedua sewaktu ada tugas kantor untuk road test kendaraan B30 tahun 2004.
5. Pulau Kalimantan, Alhamdulillah sudah saya datangi pada tahun 2009.
6. Pulau Madura, walaupun cuma beberapa menit, saya telah menginjakkan kaki di pulau Madura pada tahun 2009 (kayaknya ini perlu saya kisahkan tersendiri ya…).
Haaah??? Serius loe? Baru enam pulau ya?? Kalau saya mentargetkan setiap tahun menambah koleksi 1 pulau, terlalu ambisius tidak ya?
NB :
target terdekat -->
a. Pulau Lombok
b. Pulau di Kepulauan Seribu (ini kemungkinan satu kayuh bisa dua tiga pulau terlampaui hehehe)
Amin ya robbal alamin... Love Indonesia and You!! :)
Friday, December 24, 2010
detik demi detik
Allahurabbi...
begini rasanya homesick ya :p ...rindu hawa hangat Indonesia, rindu makanan-makanan otentik Indonesia (berhubung masakan saya kurang otentik ;p), rindu canda tawa dgn sodara-sodara dan kawan-kawan, rindu mendengar orang ngomong bahasa jawa di mana-mana, rindu mendengar suara Adzan berkumandang...
...dan yang paling saya rindukan saat ini adalah suami saya dan ibu saya...
miss you so much...
Ya Allah... berikanlah barokahMu, ampunanMu, perlindunganMu kepada orang-orang terkasih...
Amien ya robbal alamin...
Bismillahirrohmaanirrohiim.... semangaaattt!!! cepat selesai, cepat pulang !! :))
begini rasanya homesick ya :p ...rindu hawa hangat Indonesia, rindu makanan-makanan otentik Indonesia (berhubung masakan saya kurang otentik ;p), rindu canda tawa dgn sodara-sodara dan kawan-kawan, rindu mendengar orang ngomong bahasa jawa di mana-mana, rindu mendengar suara Adzan berkumandang...
...dan yang paling saya rindukan saat ini adalah suami saya dan ibu saya...
miss you so much...
Ya Allah... berikanlah barokahMu, ampunanMu, perlindunganMu kepada orang-orang terkasih...
Amien ya robbal alamin...
Bismillahirrohmaanirrohiim.... semangaaattt!!! cepat selesai, cepat pulang !! :))
Wednesday, December 08, 2010
Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1432 Hijriah
tadi dapet sms dari Bapak :
....sugeng warsa enggal....
mboten warsa enggal ingkang estunipun kita peringati
spirit + hati + pikiran ingkang kita perbarui
langkung semangat, maju, modern
selamat belajar, bekerja, maju terus pantang mundur...
rawe-rawe rantas, malang-malang putung
onward, never retreat....
terima kasih Bapak :)
Bismillahirrohmaanirrohiim.... Insya Allah!!! :)
....sugeng warsa enggal....
mboten warsa enggal ingkang estunipun kita peringati
spirit + hati + pikiran ingkang kita perbarui
langkung semangat, maju, modern
selamat belajar, bekerja, maju terus pantang mundur...
rawe-rawe rantas, malang-malang putung
onward, never retreat....
terima kasih Bapak :)
Bismillahirrohmaanirrohiim.... Insya Allah!!! :)
Sunday, November 21, 2010
Refleksi Satu Bulan (2) : Serba Cepat dan Tepat, Awas Jangan Tersesat ! :)
Sebenarnya kalo hari ini sih, udah kelewat lama ya dari satu bulan... soalnya belum sempet di-upload sih dari kemaren, ya gapapa deh… masih relevan kayanya hehehe *mau2nya saya ajah :D
Hari itu 4 Oktober 2010 tiba di Bandara Narita, saya dijemput oleh tutor (thanks to Morita-san dan Sekiguchi-san, udah njemput and membantu bawain barang saya yg berat = koper 32kg plus beberapa tentengan hehehe), yaitu student yg ditugaskan oleh university untuk menjemput & mendampingi orang baru kayak saya. Dari Narita, kami naik Narita Express (NEx) menuju dormitory saya. Hmmm kalau dulu, dari Narita naik bis ke Haneda, so ini pengalaman baru naik NEx… Butuh 1 jam lebih untuk sampai Shibuya, tapi kalau naik moda lain tentunya lebih lama, soalnya NEx pakai rel khusus untuk kereta express (seperti rel kereta express Shinkansen).

itu... koper saiya hehehe... :)
Setelah beres urusan dormitory, saya pun diantar ke kampus untuk bertemu Sensei yang merupakan coordinator program saya.

Pohon Ginko yang menjadi ciri khas kota Tokyo, menyambut saya sejak pintu gerbang Tokyo Daigaku :)
Dari dormitory hingga kampus, saya musti jalan kaki sekitar 5 menit, kemudian naik kereta hingga Shibuya, kemudian ganti kereta lagi 2x, kemudian jalan kaki lagi 5 menit, baru deh nyampe kampus. Total perlu waktu sekitar 45 – 50 menit (door to door). Untuk keperluan tiket kereta, saya pakai kartu PASMO, tiket isi ulang seperti kartu B*A Flazz dari salah satu bank di Indonsia, tinggal disentuhkan ke sensor pada gate di tiap stasiun, akan terdebet. Ini sangat menghemat waktu dan menghindarkan saya dari termenung di depan loket pembelian tiket, soalnya kan masih buta huruf hahaha….

Tentang kartu PASMO.... Sistem kartu PASMO yang baru ini (sebelumnya Pasmo tidak bisa dipakai untuk sistem yang pakai kartu SUICA, jadi musti punya 2 kartu) baru resmi diluncurkan sekitar 2 tahun yang lalu, yaitu system terintegrasi yang memungkinkan kartu ini untuk dipakai membayar tiket subway (Tokyo Metro), kereta non subway (JR line), kereta monorail, maupun kereta lain seperti Tsukuba Ekspress, Seibu Line, Keio Line, bahkan membeli minuman di vending machine maupun bayar tiket bus kota (yg menyediakan mesin PASMO/SUICA). Cepat, tepat, dan mudah :)
Nyambung lagi… Pulangnya, berhubung tutor saya tu rumahnya berlawanan arah dgn dorm saya, jadi saya musti pulang sendiri. Saya dikasih selembar kertas catatan : dari sini musti naik kreta X menuju stasiun A, dari stasiun A ganti pake kreta Y menuju stasiun B, dari stasiun B pake kereta Z menuju stasiun C. Kebanyakan berupa subway. Saya juga dibekali peta subway.

“Hmmmm oke, I will try to manage,” kata saya. Well, tak semudah itu sih. Tapi cukup banyak rambu-rambu karena Tokyo Metro Subway yang line-nya banyak banget itu dibedakan menurut kodifikasi dan warna, dengan urutan nomor stasiun. Misalnya Hanzomon line dengan warna Ungu, berkode Z, untuk stasiun Shibuya merupakan stasiun Z-01. Jadi peta Subway itu selalu ada di dalam tas saya.
Oke, sore itu Alhamdulillah saya berhasil nyampe dorm dengan selamat, sendirian, tanpa tersesat. Bersyukur tak terkira dengan segala kemudahan yang Allah berikan di hari pertama saya di Tokyo.
Hari berikutnya, saya ke kampus, berangkatnya selamat juga, dan pulangnya… saya TERSESAT di Shibuya hahahaha…. Kalo boleh cerita sih, sebenarnya saya orangnya lumayan titen, duh ni bahasa Jawa ya… apa Indonesia-nya coba? Yah, nandain gitu.. Karena saya biasa nyopir, jadi biasa nyari jalan dan memperhatikan sekitar saya ada tanda apa… Saya nandain sebuah escalator dengan manekin yang berputar di dekatnya sebagai petunjuk arah pulang. Tapi sayangnya, saya salah belok karena tidak ingat musti ambil East gate atau West gate… Jreng jeng… keluarlah saya dari subway di gate negeri antah berantah yang banyak banget orang mondar-mandir… masya Allah… ini di mana sih… saya terdiam sambil melihat sekeliling… Sumpah deh, tadi ga lewat sini.. Saya tajamkan pandangan, ya Allah… itu dia manekin berputar, ada di seberang jalan…. Huaaah… lega rasanya… rupanya saya tadi keluar di Hachiko Gate (ingat kan film "Hachiko" yang dibintangin ama Richard Gere? ;p).
Kok bisa sih tersesat di stasiun ? Yaaa... gimana ya, stasiun Shibuya itu termasuk stasiun tersibuk di Jepang (yeah seperti halnya Shinjuku, Ikebukuro, dan Osaka), yang sehari2 bisa menjadi lalu lintas 3 juta orang!!! Yang melayani lebih dari 9 jenis line (masing2 minimal 2 platform), belum lagi line ekspress.... dan terdiri dari 8 lantai, tepatnya dari B5F sampai 3F.

Tiap hari menjadi hari yang penuh petualangan hehehe… karena pasti saya menemukan hal yang baru. Aktifitas lain, saya musti mendaftarkan diri sebagai penduduk baru kota Tokyo melalui prosedur Alien Registration. Untuk itu saya musti ke City Ward. Karena saya tinggal di Meguro-ku (mungkin padanannya kecamatan Meguro, tapi ini wewenangnya lebih gede dari Kecamatan), maka saya musti ke Meguro City Ward yang ada di Naka-Meguro. Modal saya cuma peta yang saya download dari website-nya Meguro City Ward (well well, semuanya punya website gitu... ckckck...) dan bahasa Jepang yang seadanya..
Sekali lagi tersesat di Shibuya ketika mencari Tokyu Toyoku Line.. Bertanya sekali kepada seorang remaja yang saya lihat mungkin mengerti bahasa Inggris… tetoooot, wrong guess… "Eego wakarimasen", katanya, ngga ngerti bhs Inggris… jadi saya hanya berbekal “hidari – migi” alias arahan belok kiri belok kanan darinya. Alhamdulillah nyampailah saya di platform-nya Tokyu. Halaah… naik kreta yang mana ini… kok ada 4 jalur… Saya dekati bapak petugas berseragam yang berdiri gagah di dekat salah satu kereta. Dengan ramah, beliau menjawab pertanyaan saya, bahwa kereta ini bakal stop di Naka-Meguro. Alhamdulillah… Perjalanan ke Meguro City Ward (10 menit jalan kaki dari stasiun) juga tidak susah, cuma 1 kali nanya, selesai sudah :)

Perjalanan pulang pergi ke kampus pada minggu-minggu pertama benar-benar petualangan… karena tersesat beberapa kali hehehe… Pernah juga saya rada ngelamun, mungkin karena masih pagi banget n masih rada jetlag, saya pernah salah ambil kereta kea rah berlawanan, mustinya ambil kereta yang di peron kiri, saya malah ambil yang peron kanan. Untung segera sadar karena melihat stasiunnya kok beda, jadi baru satu stasiun saya turun, dan ambil arah sebaliknya. Untungnya di sini tiap 2 menit ada kereta kalo pas jam sibuk, kalo siang hari atau udah malam banget tiap 5 menit. Jadi kalau salah kereta gak terlalu lama telatnya (walaupun namanya tetap telat juga). Jadi mustinya ada spare waktu kira2 10 menit deh dari jam janjian kita. Bandingin aja kalo naik Ciujung trus turun di stasiun yang salah, lha nunggu kereta berikutnya bisa 30 menit kaaan :p udah gitu sering telat lagi… Di sini tepat banget, presisinya dalam detik deh, bukan menit. Jadi terkadang kalau ada kereta yang berhenti terlalu lama di satu stasiun, misal di Omote-sando yang emang penumpangnya pasti berjubel masuk, sehingga kereta itu jadi agak lambat berangkat beberapa detik, maka dipastikan dia akan ngebut untuk mengejar waktu supaya tepat nyampe di stasiun berikutnya :D I’ve noticed that :) .... btw, kereta terlambat datang pernah juga sih, paling telat yg saya alami adalah 6 menit terlambat :D
Nah soal nandain nih ya… Padahal udah bekal peta (saat itu belum punya HP jadi kalo tersesat gak bisa nelpon siapa2, survive sendiri lah…), dan udah nandain, tapi adakalanya di satu simpangan ketika tanda-tandanya kurang jelas atau lagi rada ngelamun, hasilnya adalah salah belok !! tapi dengan tersesat beberapa kali, saya jadi belajar kok, untuk lebih memahami tiap stasiun. Misalnya, kalo stasiunnya besar, biasanya gate pakai nomor, bukan cuma East atau West. Jadi nomor itu perlu dihapalin. Juga musti ngapalin atau ngerti via peta, stasiun berikutnya itu apa, supaya gak salah arah sewaktu membaca petunjuk di peron. Misal, kalo lagi di Nagatacho, mau ke Todaimae via Nombuku-line, stasiun berikutnya adalah Yotsuya, jadi jangan ambil peron yang ke arah Tameike-sanno. Trik yang lain adalah ngapalin (atau baca petunjuknya di peron) di gerbong berapa kita musti masuk, supaya pas dengan pintu keluar yang kita tuju.
Ada website yang bagus untuk mencari rute kereta kalo kita mau menuju suatu tempat yaitu Hyperdia dan Jorudan. Ada yang bilang ini kurang lengkap, tapi yaaa lumayan laaah bagi pemula macam saya ;)
Pertolongan Allah bisa datang kapan saja, benar2 hal yang tepat. Hari itu saya pulang dari kampus, berharap tidak tersesat lagi. Hari mulai dingin, bahkan sore itu hujan. Saya tak sengaja bertemu seorang kawan satu dorm dari Negara tetangga. Sambil ngobrol, hamper terlupa turun dari kereta. Terkejut saya. “Loh ini dimana?” ‘Tameike-Sanno. Biasanya turun di mana?’ “Nagatacho” Stasiun yang biasa saya turuni sudah terlewat. Tetapi rupanya kawan saya itu menggunakan jalur lain, yaitu Ginza line. Oke saya coba ikut dia. Ternyata, Alhamdulillah, jalur ini sangat mudah. Saya tidak perlu keluar dari stasiun lagi, karena Ginza line terletak di dalam stasiun Shibuya sedangkan untuk menuju Hanzomon line (subway) harus keluar dulu kemudian turun ke basement. Dengan Ginza line, saya terhindar dari tersesat dan kedinginan, dengan harga tiket yang sama. Tapi kenapa saya diajarin pakai hanzomon line ya? Dia menjelaskan “Orang jepang normally akan pakai hanzomon line. 5 menit lebih cepat, melewati lebih sedikit stasiun. Tapi you have to walk far to transfer, go outside the station building to reach the subway line… dan itu tergantung seberapa cepat engkau berjalan!” hahaha… tepat sekali, kalo saya pakai hanzomon, saya nyampenya ya 50 menit, soalnya kan saya jalan tak secepat orang Jepang. Dengan Ginza, sama saja 50 menit. Jadi, kenapa musti susah2 jalan keluar dan kedinginan?? :D So now, I have made up my route :)

di depan Kampus To-dai, Komaba, 4 Oktober 2010
Perjalanan lain yang musti saya tempuh adalah ke arah Tsukuba dengan Tsukuba Ekspress (TX). Ada 3 jenis kereta yang menuju tsukuba, yaitu TX Rapid, Semi Rapid, dan Lokal. TX Rapid tidak berhenti di stasiun yang saya tuju. Plus saya harus memperhatikan jadwal bus dari stasiun ke research center. Jadi saya dikasih tau Sensei untuk naik kereta jam 13.56 semi rapid dari Kita Senju, dan naik bus 14.50 dari stasiun tujuan. Berbekal dua jadwal itulah saya berpetualang ke Tsukuba, sendirian (temen saya enak ya, diantar sama sensei hehehe…). Yeah mungkin saya sudah dianggap lulus tes dengan bolak balik dorm-kampus tiap hari sehingga dianggap mampu handle perjalanan ke Tsukuba sendiri ‘kali (positive thingking aja deeey ;P).
Dan hasilnya : saya salah naik kereta hehehe…. Nggak parah sih,.. krn datang terlalu awal di Stasiun Kita senju, then I just jumped into the available train there, that turned out to be the Rapid one, so… ya musti turun di stasiun sebelum stasiun tujuan saya yang Rapid ini stop, lalu ganti dengan kereta berikutnya yang lewat, yang kebetulan kereta Lokal ;D Alhamdulillah Sensei saya baik banget, saya dikasihnya jadwal lengkap TX dan jadwal lengkap bis. Jadi saya bisa mempelajari dan kemudian menentukan sendiri mau naik apa jam berapa.
Teori-nya sih kayaknya gampang hehehe… Kudu dipratekkan sendiri deh sayang yaa…

Looks familiar? Yup, banyak sodara2 tuanya yg dikirim ke Jakarta, jadi kreta JABODETABEK :D
Hari itu 4 Oktober 2010 tiba di Bandara Narita, saya dijemput oleh tutor (thanks to Morita-san dan Sekiguchi-san, udah njemput and membantu bawain barang saya yg berat = koper 32kg plus beberapa tentengan hehehe), yaitu student yg ditugaskan oleh university untuk menjemput & mendampingi orang baru kayak saya. Dari Narita, kami naik Narita Express (NEx) menuju dormitory saya. Hmmm kalau dulu, dari Narita naik bis ke Haneda, so ini pengalaman baru naik NEx… Butuh 1 jam lebih untuk sampai Shibuya, tapi kalau naik moda lain tentunya lebih lama, soalnya NEx pakai rel khusus untuk kereta express (seperti rel kereta express Shinkansen).
itu... koper saiya hehehe... :)
Setelah beres urusan dormitory, saya pun diantar ke kampus untuk bertemu Sensei yang merupakan coordinator program saya.
Pohon Ginko yang menjadi ciri khas kota Tokyo, menyambut saya sejak pintu gerbang Tokyo Daigaku :)
Dari dormitory hingga kampus, saya musti jalan kaki sekitar 5 menit, kemudian naik kereta hingga Shibuya, kemudian ganti kereta lagi 2x, kemudian jalan kaki lagi 5 menit, baru deh nyampe kampus. Total perlu waktu sekitar 45 – 50 menit (door to door). Untuk keperluan tiket kereta, saya pakai kartu PASMO, tiket isi ulang seperti kartu B*A Flazz dari salah satu bank di Indonsia, tinggal disentuhkan ke sensor pada gate di tiap stasiun, akan terdebet. Ini sangat menghemat waktu dan menghindarkan saya dari termenung di depan loket pembelian tiket, soalnya kan masih buta huruf hahaha….
Tentang kartu PASMO.... Sistem kartu PASMO yang baru ini (sebelumnya Pasmo tidak bisa dipakai untuk sistem yang pakai kartu SUICA, jadi musti punya 2 kartu) baru resmi diluncurkan sekitar 2 tahun yang lalu, yaitu system terintegrasi yang memungkinkan kartu ini untuk dipakai membayar tiket subway (Tokyo Metro), kereta non subway (JR line), kereta monorail, maupun kereta lain seperti Tsukuba Ekspress, Seibu Line, Keio Line, bahkan membeli minuman di vending machine maupun bayar tiket bus kota (yg menyediakan mesin PASMO/SUICA). Cepat, tepat, dan mudah :)
Nyambung lagi… Pulangnya, berhubung tutor saya tu rumahnya berlawanan arah dgn dorm saya, jadi saya musti pulang sendiri. Saya dikasih selembar kertas catatan : dari sini musti naik kreta X menuju stasiun A, dari stasiun A ganti pake kreta Y menuju stasiun B, dari stasiun B pake kereta Z menuju stasiun C. Kebanyakan berupa subway. Saya juga dibekali peta subway.
“Hmmmm oke, I will try to manage,” kata saya. Well, tak semudah itu sih. Tapi cukup banyak rambu-rambu karena Tokyo Metro Subway yang line-nya banyak banget itu dibedakan menurut kodifikasi dan warna, dengan urutan nomor stasiun. Misalnya Hanzomon line dengan warna Ungu, berkode Z, untuk stasiun Shibuya merupakan stasiun Z-01. Jadi peta Subway itu selalu ada di dalam tas saya.
Oke, sore itu Alhamdulillah saya berhasil nyampe dorm dengan selamat, sendirian, tanpa tersesat. Bersyukur tak terkira dengan segala kemudahan yang Allah berikan di hari pertama saya di Tokyo.
Hari berikutnya, saya ke kampus, berangkatnya selamat juga, dan pulangnya… saya TERSESAT di Shibuya hahahaha…. Kalo boleh cerita sih, sebenarnya saya orangnya lumayan titen, duh ni bahasa Jawa ya… apa Indonesia-nya coba? Yah, nandain gitu.. Karena saya biasa nyopir, jadi biasa nyari jalan dan memperhatikan sekitar saya ada tanda apa… Saya nandain sebuah escalator dengan manekin yang berputar di dekatnya sebagai petunjuk arah pulang. Tapi sayangnya, saya salah belok karena tidak ingat musti ambil East gate atau West gate… Jreng jeng… keluarlah saya dari subway di gate negeri antah berantah yang banyak banget orang mondar-mandir… masya Allah… ini di mana sih… saya terdiam sambil melihat sekeliling… Sumpah deh, tadi ga lewat sini.. Saya tajamkan pandangan, ya Allah… itu dia manekin berputar, ada di seberang jalan…. Huaaah… lega rasanya… rupanya saya tadi keluar di Hachiko Gate (ingat kan film "Hachiko" yang dibintangin ama Richard Gere? ;p).
Kok bisa sih tersesat di stasiun ? Yaaa... gimana ya, stasiun Shibuya itu termasuk stasiun tersibuk di Jepang (yeah seperti halnya Shinjuku, Ikebukuro, dan Osaka), yang sehari2 bisa menjadi lalu lintas 3 juta orang!!! Yang melayani lebih dari 9 jenis line (masing2 minimal 2 platform), belum lagi line ekspress.... dan terdiri dari 8 lantai, tepatnya dari B5F sampai 3F.
Tiap hari menjadi hari yang penuh petualangan hehehe… karena pasti saya menemukan hal yang baru. Aktifitas lain, saya musti mendaftarkan diri sebagai penduduk baru kota Tokyo melalui prosedur Alien Registration. Untuk itu saya musti ke City Ward. Karena saya tinggal di Meguro-ku (mungkin padanannya kecamatan Meguro, tapi ini wewenangnya lebih gede dari Kecamatan), maka saya musti ke Meguro City Ward yang ada di Naka-Meguro. Modal saya cuma peta yang saya download dari website-nya Meguro City Ward (well well, semuanya punya website gitu... ckckck...) dan bahasa Jepang yang seadanya..
Sekali lagi tersesat di Shibuya ketika mencari Tokyu Toyoku Line.. Bertanya sekali kepada seorang remaja yang saya lihat mungkin mengerti bahasa Inggris… tetoooot, wrong guess… "Eego wakarimasen", katanya, ngga ngerti bhs Inggris… jadi saya hanya berbekal “hidari – migi” alias arahan belok kiri belok kanan darinya. Alhamdulillah nyampailah saya di platform-nya Tokyu. Halaah… naik kreta yang mana ini… kok ada 4 jalur… Saya dekati bapak petugas berseragam yang berdiri gagah di dekat salah satu kereta. Dengan ramah, beliau menjawab pertanyaan saya, bahwa kereta ini bakal stop di Naka-Meguro. Alhamdulillah… Perjalanan ke Meguro City Ward (10 menit jalan kaki dari stasiun) juga tidak susah, cuma 1 kali nanya, selesai sudah :)
Perjalanan pulang pergi ke kampus pada minggu-minggu pertama benar-benar petualangan… karena tersesat beberapa kali hehehe… Pernah juga saya rada ngelamun, mungkin karena masih pagi banget n masih rada jetlag, saya pernah salah ambil kereta kea rah berlawanan, mustinya ambil kereta yang di peron kiri, saya malah ambil yang peron kanan. Untung segera sadar karena melihat stasiunnya kok beda, jadi baru satu stasiun saya turun, dan ambil arah sebaliknya. Untungnya di sini tiap 2 menit ada kereta kalo pas jam sibuk, kalo siang hari atau udah malam banget tiap 5 menit. Jadi kalau salah kereta gak terlalu lama telatnya (walaupun namanya tetap telat juga). Jadi mustinya ada spare waktu kira2 10 menit deh dari jam janjian kita. Bandingin aja kalo naik Ciujung trus turun di stasiun yang salah, lha nunggu kereta berikutnya bisa 30 menit kaaan :p udah gitu sering telat lagi… Di sini tepat banget, presisinya dalam detik deh, bukan menit. Jadi terkadang kalau ada kereta yang berhenti terlalu lama di satu stasiun, misal di Omote-sando yang emang penumpangnya pasti berjubel masuk, sehingga kereta itu jadi agak lambat berangkat beberapa detik, maka dipastikan dia akan ngebut untuk mengejar waktu supaya tepat nyampe di stasiun berikutnya :D I’ve noticed that :) .... btw, kereta terlambat datang pernah juga sih, paling telat yg saya alami adalah 6 menit terlambat :D
Nah soal nandain nih ya… Padahal udah bekal peta (saat itu belum punya HP jadi kalo tersesat gak bisa nelpon siapa2, survive sendiri lah…), dan udah nandain, tapi adakalanya di satu simpangan ketika tanda-tandanya kurang jelas atau lagi rada ngelamun, hasilnya adalah salah belok !! tapi dengan tersesat beberapa kali, saya jadi belajar kok, untuk lebih memahami tiap stasiun. Misalnya, kalo stasiunnya besar, biasanya gate pakai nomor, bukan cuma East atau West. Jadi nomor itu perlu dihapalin. Juga musti ngapalin atau ngerti via peta, stasiun berikutnya itu apa, supaya gak salah arah sewaktu membaca petunjuk di peron. Misal, kalo lagi di Nagatacho, mau ke Todaimae via Nombuku-line, stasiun berikutnya adalah Yotsuya, jadi jangan ambil peron yang ke arah Tameike-sanno. Trik yang lain adalah ngapalin (atau baca petunjuknya di peron) di gerbong berapa kita musti masuk, supaya pas dengan pintu keluar yang kita tuju.
Ada website yang bagus untuk mencari rute kereta kalo kita mau menuju suatu tempat yaitu Hyperdia dan Jorudan. Ada yang bilang ini kurang lengkap, tapi yaaa lumayan laaah bagi pemula macam saya ;)
Pertolongan Allah bisa datang kapan saja, benar2 hal yang tepat. Hari itu saya pulang dari kampus, berharap tidak tersesat lagi. Hari mulai dingin, bahkan sore itu hujan. Saya tak sengaja bertemu seorang kawan satu dorm dari Negara tetangga. Sambil ngobrol, hamper terlupa turun dari kereta. Terkejut saya. “Loh ini dimana?” ‘Tameike-Sanno. Biasanya turun di mana?’ “Nagatacho” Stasiun yang biasa saya turuni sudah terlewat. Tetapi rupanya kawan saya itu menggunakan jalur lain, yaitu Ginza line. Oke saya coba ikut dia. Ternyata, Alhamdulillah, jalur ini sangat mudah. Saya tidak perlu keluar dari stasiun lagi, karena Ginza line terletak di dalam stasiun Shibuya sedangkan untuk menuju Hanzomon line (subway) harus keluar dulu kemudian turun ke basement. Dengan Ginza line, saya terhindar dari tersesat dan kedinginan, dengan harga tiket yang sama. Tapi kenapa saya diajarin pakai hanzomon line ya? Dia menjelaskan “Orang jepang normally akan pakai hanzomon line. 5 menit lebih cepat, melewati lebih sedikit stasiun. Tapi you have to walk far to transfer, go outside the station building to reach the subway line… dan itu tergantung seberapa cepat engkau berjalan!” hahaha… tepat sekali, kalo saya pakai hanzomon, saya nyampenya ya 50 menit, soalnya kan saya jalan tak secepat orang Jepang. Dengan Ginza, sama saja 50 menit. Jadi, kenapa musti susah2 jalan keluar dan kedinginan?? :D So now, I have made up my route :)
di depan Kampus To-dai, Komaba, 4 Oktober 2010
Perjalanan lain yang musti saya tempuh adalah ke arah Tsukuba dengan Tsukuba Ekspress (TX). Ada 3 jenis kereta yang menuju tsukuba, yaitu TX Rapid, Semi Rapid, dan Lokal. TX Rapid tidak berhenti di stasiun yang saya tuju. Plus saya harus memperhatikan jadwal bus dari stasiun ke research center. Jadi saya dikasih tau Sensei untuk naik kereta jam 13.56 semi rapid dari Kita Senju, dan naik bus 14.50 dari stasiun tujuan. Berbekal dua jadwal itulah saya berpetualang ke Tsukuba, sendirian (temen saya enak ya, diantar sama sensei hehehe…). Yeah mungkin saya sudah dianggap lulus tes dengan bolak balik dorm-kampus tiap hari sehingga dianggap mampu handle perjalanan ke Tsukuba sendiri ‘kali (positive thingking aja deeey ;P).
Dan hasilnya : saya salah naik kereta hehehe…. Nggak parah sih,.. krn datang terlalu awal di Stasiun Kita senju, then I just jumped into the available train there, that turned out to be the Rapid one, so… ya musti turun di stasiun sebelum stasiun tujuan saya yang Rapid ini stop, lalu ganti dengan kereta berikutnya yang lewat, yang kebetulan kereta Lokal ;D Alhamdulillah Sensei saya baik banget, saya dikasihnya jadwal lengkap TX dan jadwal lengkap bis. Jadi saya bisa mempelajari dan kemudian menentukan sendiri mau naik apa jam berapa.
Teori-nya sih kayaknya gampang hehehe… Kudu dipratekkan sendiri deh sayang yaa…
Looks familiar? Yup, banyak sodara2 tuanya yg dikirim ke Jakarta, jadi kreta JABODETABEK :D
Sunday, November 14, 2010
Ketika Tangan dan Kaki Berkata
(a song by Chrisye, lyric by Taufiq Ismail)
Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba...
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina
1997
lyric dari sini
Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba...
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina
1997
lyric dari sini
Subscribe to:
Posts (Atom)