Alhamdulillah hari minggu tgl 16 Okt yg lalu berkesempatan hadir di Pengajian Todaimuslim, duuuh udah lama banget yaa... sampe pengajian berikutnya udah mau diadakan... tapi krn ini sy pengen banget memuatnya, jadi pokoknya biar lambat asal dimuat!! hehehe...
Pengajian diadakan di rumah Mba Sara dan Ms Yonan di daerah Yoyogi-uehara, Tokyo. Meskipun harus menempuh perjalanan jauh dan lama dari Tsukuba (2 jam!), tapi alhamdulillah insya Allah tidak sia2 karena materinya yang membuat semangat :)
Pembicara kali ini adalah Dr. Budi Daryono, Dosen UGM Fak Biologi, yg merupakan alumni Nodai, Tokyo, dan saat ini sdg ada program riset (kalo gak salah ni) di almamaternya yaitu Nodai. Selain sebagai dosen, beliau juga menjadi Auditor Halal di LP POM Jogja serta mengaku mengkaji agama dg tarbiyah dan halaqah.
Jadi, ceritanya, pengajian kali ini tentang esensi dr menuntut ilmu ke tmpat yg jauuuh.... ngapain siih kita musti jauh2 menuntut ilmu hingga jauh dari keluarga dan kerabat... apa keutamaannya... seru kan? :)
Tema pengajian : Keutamaan mencari ilmu dan mempelajarinya.
Ada 100 keutamaan mencari ilmu dan mempelajarinya. Antara lain:
1. Kesaksian Allah kpd org berilmu.
Ali Imran : 18
2. Org yg berilmu akan Allah angkat derajatnya.
Org yg berilmu tdk akan miskin, akan kaya dg harta dan hikmah.
Al mujaadilah : 11
Juga diperlukan oleh masyarakat.
Dicontohkan sahabat rosul yg cacat fisik dn ketika kecil diejek, ttp krn menuntut ilmu kmd mnjadi hakim/qadhi yg disegani.
3. Org yg berilmu adl org2 yg takut kpd Allah.
Qs Fathir :28.
4. Menuntut ilmu akan membawa kebersihan hati, kemuliaan, kehidupannya, cahayanya.
Kuncinya memperbaiki akhlak. Akhlak adalah cerminan bgmn kita mempelajari dan mengamalkan agama.
Dan org2 Jepang ini jg mengamati, konsistensi kita sbg muslim.
5. Dgn menuntut ilmu, kita akan berfikir yg baik & benar, mendapatkan pemahaman yg benar, dan dpt mentadaburi al Quran.
Seorg muslim tdk boleh punya cita2 jd org miskin, atau yg biasa aja, tp harus cita2 jd org kaya, dgn cara yg berkah, shg dpt beramal sebanyak2nya dg hartanya itu.
Tingkatan pencari ilmu :
1. Utk memperbaiki kehidupan/utk mendapat harta
2. Utk mencari ketenaran
3. Utk mencari jabatan
4. Utk berbakti berfungsi bg kemaslahatan manusia
5. Semata2 mencari ridho Allah..
Mari kita renungkan.. Untuk apa kita mencari ilmu...
:) semoga bermanfaat :)
Sunday, October 23, 2011
Thursday, October 13, 2011
My Wallpaper
...sekedar mengobati rindu...

Saya membayangkan, apa jadinya kalau berpisah begini tapi dalam kondisi komunikasi serba sulit... belum ada telepon, belum ada email, belum ada video call...
Saya ingat dulu jaman Bapak musti tugas ke Jerman Barat selama setahun di pertengahan tahun 80-an, belum ada telepon, apalagi email... cara Bapak berkirim kabar dan melepas kangen adalah berkirim surat... ya, cara yang ada kala itu!!!
Saat itu Bapak secara berkala mengirim surat ke masing2 kami anak2nya, juga buat Ibu... Wah, kalau ada pak pos datang, rasanya senaaaang dan penasaran, suratnya apa dan buat siapa ya.... Karena surat2 itu juga, jadinya suka koleksi perangko... Dan juga inget banget, Bapak selalu pakai kertas airmail warna biru yg tipiiiss itu, supaya hemat soalnya pasti Bapak kirim suratnya lebih dari selembar... Miss u Dad!!
Ah, Rani, bersyukurnya dirimu saat ini... Thanks to Indosat, Telkomsel, Softbank, Yahoo!, Gmail, GTalk, Blogger, Whatsapp, Viber, Tango, Skype, Brastel, dan banyak aplikasi lainnya yang telah menghantarkan rasa rindu saya ke kampung halaman... Terutama aplikasi Whatsapp yang dengan sukses memangkas tagihan telepon Indosat saya jadi senilai bayar abonemen sajjah... plus serasa ngobrol tiap saat :D *ini Desember udah balik modal deh yg buat beli gadgetnya hehehe...
Meski terkadang saya masih ngamuk2 juga ketika mendapati koneksi yang kurang bagus (tentunya koneksi di Indonesia lah, kalo di sini sih lancar2 ajah ;p), dengan sabar suami mengingatkan, "Sabaaar... Alhamdulillah, bisa videocall..."
Alhamdulillaaah... Always, you :)
Saya membayangkan, apa jadinya kalau berpisah begini tapi dalam kondisi komunikasi serba sulit... belum ada telepon, belum ada email, belum ada video call...
Saya ingat dulu jaman Bapak musti tugas ke Jerman Barat selama setahun di pertengahan tahun 80-an, belum ada telepon, apalagi email... cara Bapak berkirim kabar dan melepas kangen adalah berkirim surat... ya, cara yang ada kala itu!!!
Saat itu Bapak secara berkala mengirim surat ke masing2 kami anak2nya, juga buat Ibu... Wah, kalau ada pak pos datang, rasanya senaaaang dan penasaran, suratnya apa dan buat siapa ya.... Karena surat2 itu juga, jadinya suka koleksi perangko... Dan juga inget banget, Bapak selalu pakai kertas airmail warna biru yg tipiiiss itu, supaya hemat soalnya pasti Bapak kirim suratnya lebih dari selembar... Miss u Dad!!
Ah, Rani, bersyukurnya dirimu saat ini... Thanks to Indosat, Telkomsel, Softbank, Yahoo!, Gmail, GTalk, Blogger, Whatsapp, Viber, Tango, Skype, Brastel, dan banyak aplikasi lainnya yang telah menghantarkan rasa rindu saya ke kampung halaman... Terutama aplikasi Whatsapp yang dengan sukses memangkas tagihan telepon Indosat saya jadi senilai bayar abonemen sajjah... plus serasa ngobrol tiap saat :D *ini Desember udah balik modal deh yg buat beli gadgetnya hehehe...
Meski terkadang saya masih ngamuk2 juga ketika mendapati koneksi yang kurang bagus (tentunya koneksi di Indonesia lah, kalo di sini sih lancar2 ajah ;p), dengan sabar suami mengingatkan, "Sabaaar... Alhamdulillah, bisa videocall..."
Alhamdulillaaah... Always, you :)
Tuesday, October 04, 2011
Hari ini setahun yang lalu...
...saya melangkah keluar dari pesawat JAL dan menginjakkan kaki di bandara Narita ...mata sembab, mengantuk, lelah, dan brrr...udara dingin Tokyo di awal musim gugur menyambut saya... jaket segera dirapatkan...
Di kepala saya masih terbayang orang terkasih di tanah air... dengan segala kesibukan dan keribetan menjelang berangkat... memusingkan sekaligus menyenangkan... hati saya melemah... tapi saya harus melangkah, tak mungkin pulang...
Langkah saya melaju ke bagian imigrasi dan pengambilan bagasi...Keceriaan teman-teman seperjalanan menarik mood saya menjadi lebih bersemangat... setelah gosok gigi dan cuci muka, saya merasa lebih segar...
Hi Tokyo!!! I'm gonna fight you!!!
Hari ini, saya telah berada sejauh sekitar 60 km dari Tokyo.. di sebuah wilayah bernama Tsukuba... dengan dingin yang lebih menggigit, tanpa heater di kamar, dengan suasana yang lebih sepi dan jauh dari mana-mana, ...
Dan rasa kelu di hati mengingat tanah air membuat saya bergetar... hati saya melemah... tapi saya harus melangkah, tak mungkin pulang...
Langkah saya melaju ke luar kamar dan menuju lab...Keramahan dan ketulusan mereka membuat saya bersyukur... Tantangan di depan mata telah menggerakkan darah... Setelah bercanda tawa dengan mereka, saya merasa lebih segar...
Hi Tsukuba!!! I'm gonna fight you!!!!
Ya Allah... jadikanlah hambaMu yang selalu mengingatMu..... amiiin....
nb : postingan ini membuat saya melewati rekor saya sendiri utk jumlah posting dlm setahun ;p
Di kepala saya masih terbayang orang terkasih di tanah air... dengan segala kesibukan dan keribetan menjelang berangkat... memusingkan sekaligus menyenangkan... hati saya melemah... tapi saya harus melangkah, tak mungkin pulang...
Langkah saya melaju ke bagian imigrasi dan pengambilan bagasi...Keceriaan teman-teman seperjalanan menarik mood saya menjadi lebih bersemangat... setelah gosok gigi dan cuci muka, saya merasa lebih segar...
Hi Tokyo!!! I'm gonna fight you!!!
Hari ini, saya telah berada sejauh sekitar 60 km dari Tokyo.. di sebuah wilayah bernama Tsukuba... dengan dingin yang lebih menggigit, tanpa heater di kamar, dengan suasana yang lebih sepi dan jauh dari mana-mana, ...
Dan rasa kelu di hati mengingat tanah air membuat saya bergetar... hati saya melemah... tapi saya harus melangkah, tak mungkin pulang...
Langkah saya melaju ke luar kamar dan menuju lab...Keramahan dan ketulusan mereka membuat saya bersyukur... Tantangan di depan mata telah menggerakkan darah... Setelah bercanda tawa dengan mereka, saya merasa lebih segar...
Hi Tsukuba!!! I'm gonna fight you!!!!
Ya Allah... jadikanlah hambaMu yang selalu mengingatMu..... amiiin....
nb : postingan ini membuat saya melewati rekor saya sendiri utk jumlah posting dlm setahun ;p
Monday, September 26, 2011
Which is it, of the favours of your Lord, that ye deny?
Alhamdulillaaah... ya Allah...
perkenankan hamba-Mu ini untuk bersyukur kepada-Mu...
memuji nama-Mu yang Maha Mulia...
Dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?*
Which is it, of the favours of your Lord, that ye deny? luar biasa sungguh nikmat yg telah Engkau limpahkan pada kami ya Allah...
*dari QS Ar-Rahman... surat favorit, yg menjadi jawaban dari istikharah saya saat itu :)
Which is it, of the favours of your Lord, that ye deny? luar biasa sungguh nikmat yg telah Engkau limpahkan pada kami ya Allah...
*dari QS Ar-Rahman... surat favorit, yg menjadi jawaban dari istikharah saya saat itu :)
Thursday, August 18, 2011
Dirgahayu RI ke-66
Happy Independence Day... Indonesia, Tanah Airku..
Itu sih copy paste dari status FB saya kemarin pagi.. cuma itu?
Hmm... tentunya saya berbahagia, apalagi merayakannya di negara yang dulu menjajah kita :) tapi tentunya bahagia saja tidak cukup. Kita perlu SEMANGAT-nya.
Di tengah suasana tidak kondusif, berita yang wira-wiri telah membuat banyak dari kita yang kehilangan semangat dan apatis terhadap perjuangan. Yang ada hanya mencaci maki dan menghujat. Saling berprasangka buruk di kala bencana.
Masih bagus kalau bentuknya diskusi, masih ada komunikasi untuk menularkan ide-ide untuk kemajuan. Ataupun pendapat yang dituangkan secara runtut dan menawarkan solusi.
Tapi menghujat? Apa intisari dari hujatan? Apa tujuannya selain merendahkan diri sendiri?
Saya tantang anda dan saya, untuk berbuat sesuatu. Untuk menebar kebaikan dan menghasilkan karya. Untuk masuk ke dalam sistem, bukan lari meninggalkannya. Untuk berkaca kemudian berkata.
Mari berkarya!!
Itu sih copy paste dari status FB saya kemarin pagi.. cuma itu?
Hmm... tentunya saya berbahagia, apalagi merayakannya di negara yang dulu menjajah kita :) tapi tentunya bahagia saja tidak cukup. Kita perlu SEMANGAT-nya.
Di tengah suasana tidak kondusif, berita yang wira-wiri telah membuat banyak dari kita yang kehilangan semangat dan apatis terhadap perjuangan. Yang ada hanya mencaci maki dan menghujat. Saling berprasangka buruk di kala bencana.
Masih bagus kalau bentuknya diskusi, masih ada komunikasi untuk menularkan ide-ide untuk kemajuan. Ataupun pendapat yang dituangkan secara runtut dan menawarkan solusi.
Tapi menghujat? Apa intisari dari hujatan? Apa tujuannya selain merendahkan diri sendiri?
Saya tantang anda dan saya, untuk berbuat sesuatu. Untuk menebar kebaikan dan menghasilkan karya. Untuk masuk ke dalam sistem, bukan lari meninggalkannya. Untuk berkaca kemudian berkata.
Mari berkarya!!
Saturday, August 06, 2011
Saling Menjaga
Minggu lalu saya menghadiri meeting bareng pak guru dan pak guru senior, dan 3 orang lainnya. Dalam meeting itu, tamu kami (sebut saja Paman), yg tak lain adalah mitra kerja kami di Indo, menjelaskan ttg project Biofuel-nya bersama kedua perusahaan lainnya, yang saya termasuk dalam tim yg mendesain pabrik biofuel-nya.
Presentasinya sangat menarik dan profesional (tentu saja, project ini bisa dibilang project ramah lingkungan yg mengangkat nama perusahaan di mata klien2 mereka) dan tentunya itu materi ini telah beberapa kali beliau bawakan. Beliau tak lupa menyebut nama saya ketika menjelaskan tentang desain prosesnya (hehehe sangat baik hati). Kemudian ada satu bagian presentasinya yg menyatakan bahwa terdapat (sedikit) masalah dalam pengoperasian pabriknya, karena ada salah pemasangan salah satu alat berupa valve.
"Hmmmm?" saya terkejut (soalnya kondisi ini pertama kalinya saya dengar). "Hmmmm?" pak guru juga mendehem sambil melihat ke saya. Tentu saja saya malu. Dan tahukah anda, si Paman bilang, "Itu salah pemasangan saja, tak ada masalah dengan desainnya. Desain ok.". Pak guru manggut2. Dan presentasi dilanjutkan.
Waah, saya sangat berterima kasih. Meskipun tentunya kalau ada kesalahan, seminor apapun, saya sebagai anggota tim tentu salah juga, tapi si Paman telah bersikap "menyelamatkan muka saya di depan pak guru dkk" sehingga walaupun dia telah menyampaikan kondisi sebenarnya tapi dia tidak mempermalukan saya di depan umum.
Saya merenung-renungkannya dan menjadi teringat materi pengajian Tarhib Ramadhan dari Ustadz Salim A. Fillah di Masjid Okachimachi, Tokyo tempo hari. Salah satunya adalah tentang saling menasihati. Bahwa adabnya adalah menasihati di saat sendiri, bukan di depan khalayak, karena nasehat di tengah khalayak adalah hinaan. Jadi intinya adalah bagaimana kita saling menjaga kehormatan saudara kita.
Ah.. indahnya... semoga saya selalu bisa mengamalkannya...
Presentasinya sangat menarik dan profesional (tentu saja, project ini bisa dibilang project ramah lingkungan yg mengangkat nama perusahaan di mata klien2 mereka) dan tentunya itu materi ini telah beberapa kali beliau bawakan. Beliau tak lupa menyebut nama saya ketika menjelaskan tentang desain prosesnya (hehehe sangat baik hati). Kemudian ada satu bagian presentasinya yg menyatakan bahwa terdapat (sedikit) masalah dalam pengoperasian pabriknya, karena ada salah pemasangan salah satu alat berupa valve.
"Hmmmm?" saya terkejut (soalnya kondisi ini pertama kalinya saya dengar). "Hmmmm?" pak guru juga mendehem sambil melihat ke saya. Tentu saja saya malu. Dan tahukah anda, si Paman bilang, "Itu salah pemasangan saja, tak ada masalah dengan desainnya. Desain ok.". Pak guru manggut2. Dan presentasi dilanjutkan.
Waah, saya sangat berterima kasih. Meskipun tentunya kalau ada kesalahan, seminor apapun, saya sebagai anggota tim tentu salah juga, tapi si Paman telah bersikap "menyelamatkan muka saya di depan pak guru dkk" sehingga walaupun dia telah menyampaikan kondisi sebenarnya tapi dia tidak mempermalukan saya di depan umum.
Saya merenung-renungkannya dan menjadi teringat materi pengajian Tarhib Ramadhan dari Ustadz Salim A. Fillah di Masjid Okachimachi, Tokyo tempo hari. Salah satunya adalah tentang saling menasihati. Bahwa adabnya adalah menasihati di saat sendiri, bukan di depan khalayak, karena nasehat di tengah khalayak adalah hinaan. Jadi intinya adalah bagaimana kita saling menjaga kehormatan saudara kita.
Ah.. indahnya... semoga saya selalu bisa mengamalkannya...
Wednesday, August 03, 2011
Mobil Ngebut Vs Bullet Train
Beberapa hari yg lalu, suami sy mengirim link youtube yg aduhai lucunya... --Seperti biasa, dia tau gimana membikin sy kembali tertawa saat sy sedih atau tertekan (arigatou mass)--
Judulnya Top Gear Race Across Japan.
Topgear itu salah satu tontonan favoritnya, acara di BBC ttg testing mobil yg biasanya dibalapkan entah lawan pesawat jet ato apalah.. dan episode yg suami sy kirim tu berlokasi di Jepang, mobilnya Nissan GTR kinclong warna merah lagi!!! Awww...
Nah di episod itu ceritanya si Nissan dilombakan dg sistem perkeretaapian di Jepang, mulai dari pantai barat ke pantai timur pulau Honshu.. Dan lengkap dgn segala dagelan krn kendala bahasa, kasus buta hurup, jalan tol yang bolak-balik masuk tunnel, serta aturan lalu lintas di Jepang.
Yeah, melawan Bullet train dkk.. yang kata si James, "In japan, late means 1 minute behind the schedule, but in UK.. it will be 10 minutes!! So if you late for work, you cannot say its bcoz the train was late!!"
Hahahaha... Same here, same here!!
Krn saking tepatnya, sungguh absurd menjadikan kereta sbg alasan keterlambatan. Kalo sampe telat ya mayoritas adalah krn bangun kesiangan, ketinggalan kereta, salah kereta, salah stasiun, atau tersesat (hehehe ini jamak terjadi secara kita kn buta hurup gitu) walopun kemudian kita menciut pas dibilangin ttg peta or gps. So, terlambat selalu jadi kesalahan anda sendiri di sini.
Tapi, kereta bukanlah Tuhan Sang Maha Sempurna, pernah juga ia terlambat dg berbagai penyebab (paling sering adlh krn "org jatuh di depan kereta"). Maka jika kereta terlambat, di stasiun tampat anda keluar, anda akan dapat secarik kertas seperti ini:

Kereta KEIO telat 20 menit ;p
Ini bisa dikasi ke bos atau sensei, sbg keterangan penyebab keterlambatan anda :) ga jadi kena marah ato potong gaji hihihi... what a service!!
Anyway, dlm balapan Jeremy dg Nissan tadi, sy njagoin bullet train!! And seharusnya Jeremy kalah tu kalo dua lawannya td di etape terakhir ngga milih naik sepedaahhh hehehe:)
Judulnya Top Gear Race Across Japan.
Part 1
Part 2
Topgear itu salah satu tontonan favoritnya, acara di BBC ttg testing mobil yg biasanya dibalapkan entah lawan pesawat jet ato apalah.. dan episode yg suami sy kirim tu berlokasi di Jepang, mobilnya Nissan GTR kinclong warna merah lagi!!! Awww...
Nah di episod itu ceritanya si Nissan dilombakan dg sistem perkeretaapian di Jepang, mulai dari pantai barat ke pantai timur pulau Honshu.. Dan lengkap dgn segala dagelan krn kendala bahasa, kasus buta hurup, jalan tol yang bolak-balik masuk tunnel, serta aturan lalu lintas di Jepang.
Yeah, melawan Bullet train dkk.. yang kata si James, "In japan, late means 1 minute behind the schedule, but in UK.. it will be 10 minutes!! So if you late for work, you cannot say its bcoz the train was late!!"
Hahahaha... Same here, same here!!
Krn saking tepatnya, sungguh absurd menjadikan kereta sbg alasan keterlambatan. Kalo sampe telat ya mayoritas adalah krn bangun kesiangan, ketinggalan kereta, salah kereta, salah stasiun, atau tersesat (hehehe ini jamak terjadi secara kita kn buta hurup gitu) walopun kemudian kita menciut pas dibilangin ttg peta or gps. So, terlambat selalu jadi kesalahan anda sendiri di sini.
Tapi, kereta bukanlah Tuhan Sang Maha Sempurna, pernah juga ia terlambat dg berbagai penyebab (paling sering adlh krn "org jatuh di depan kereta"). Maka jika kereta terlambat, di stasiun tampat anda keluar, anda akan dapat secarik kertas seperti ini:
Kereta KEIO telat 20 menit ;p
Ini bisa dikasi ke bos atau sensei, sbg keterangan penyebab keterlambatan anda :) ga jadi kena marah ato potong gaji hihihi... what a service!!
Anyway, dlm balapan Jeremy dg Nissan tadi, sy njagoin bullet train!! And seharusnya Jeremy kalah tu kalo dua lawannya td di etape terakhir ngga milih naik sepedaahhh hehehe:)
Subscribe to:
Posts (Atom)