Monday, April 13, 2015

Resep Muffin Pisang Kukus

Catet dsini biar ga lupa.
Ini salah satu cara supaya Khalif makan pisang, berhubung pisang begitu aja dia reject. Alhamdulillah pisang berbentuk muffin Khalif doyan banget :)

Bahan :
3 buah pisang masak, hancurkan (bisa pakai garpu)
1 1/2 cup terigu
1/2 cup gula pasir
1/3 cup margarin cair/minyak goreng
1 butir telur
1 sdt baking powder
1 sdt baking soda
Keju parut untuk campuran dan topping (bisa diganti choco chips dll).

Caranya :
1. Campurkan telur dan gula, aduk/kocok (semua acara aduk2 cukup pakai sendok/spatula, ga perlu mixer.. Asik bgt deh resep ini).
2. Tuang ke pisang yg udah dihancurkan, aduk rata.
3. Tambahkan minyak, aduk rata.
4. Tambahkan tepung, baking soda, baking powder. Aduk rata.
5. Tambahkan keju parut, aduk rata.
6. Tuang 2 sdm adonan ke cetakan (ini porsi Khalif ya, kalo cetakannya besar ya ditambahin aja :p). Taburi keju parut.
7. Kukus selama 15-20 menit, cek dengan tusuk gigi, jika sdh tidak lengket berarti sudah matang

*resep dari Reisha :)

Friday, March 06, 2015

Allah Punya Semua Jawaban

Dapat dari salah satu group WA hari ini. Dicatat dsini biar ingat :)

��"Semua masalah dan  kesulitan ada jawabannya di Al Quran"

~Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin…..”
~Allah SWT menjawab : “Jika Aku menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah.
(QS.Yasin : 82)

~Ketika kita mengeluh : “Capek banget….”
~Allah SWT menjawab : “…dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat”.
(QS.An-Naba : 9)

~Ketika kita mengeluh : “Berat banget...tdk sanggup rasanya…”
~Allah SWT menjawab : “Aku tdk membebani seseorang, melainkan
sesuai kesanggupan.”
(QS.Al-Baqarah : 286)

~Ketika kita mengeluh : “Stres nih bingung”
~Allah SWT menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”.
(QS.Ar-Ra’d : 28)

~Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh… ini sepertinya semua bakal sia²..”
~Allah SWT menjawab :”Siapa yg mengerjakan kebaikan sebesar biji
dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya”.
(QS.Al- Zalzalah : 7)

~Ketika kita mengeluh : “Kemana semua orang.. gak ada seorangpun yg mau bantuin…?”
~Allah SWT menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepada-Ku, niscaya Aku
kabulkan utkmu”.
(QS.Al-Mukmin : 60)

~Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih sekali rasanya…”
~Allah SWT menjawab : “La Tahzan,..Innallaha Ma’ana... Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah SWT beserta kita.
(QS.At-Taubah : 40)

~Ketika kita mengeluh : “ampuuun kenapa sih susah amat nih kerjaan…”
~Allah SWT menjawab : “sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.
(QS.Al-Insyirah : 6-7)

��Segeralah kembali kepada-Nya..
Karena semua kebutuhan kita ada padaNya...

@>--Mudah2an bermanfaat...

Monday, March 02, 2015

After 1 Month

Hari ini tepat satu bulan saya ada di Jepang lagi. Satu bulan sudah berpisah dari Khalif. Sedih ? Ya, pasti. Tapi harus kuat. Demi kewajiban menuntut ilmu, demi memenuhi amanah alm. Bapak, ..insya Allah kuat.
Jika hati saya melemah, saya teringat senpai2 saya yg tantangannya lbh berat : ada yg 6 bln pisah anak, ada yg 1 tahun, bahkan ada yg 4 tahun berpisah hingga studi S3-nya rampung. Saya ini tak ada seujung kukunya mungkin.
Tidak ada waktu untuk cengeng!!!
Tidak boleh manja!!
Pasti kuat!!
16 hari lagi!!!
Harus selesaaai!!!

Friday, November 07, 2014

Lelah tapi Tak Bermanfaat

Copas dr sebelah... Dicatat dsini biar ngga lupa..
====================
*Nasihat bagus dari seorang saudara
-------
Pada suatu malam, ada 3 orang sahabat yang lagi pulang kerja, kebetulan mereka tinggal di satu apartement yang sama dan berada dilantai 18 paling atas. Sesaat mereka sampai di apartement, dan ingin menaiki lift, tiba-tiba liftnya rusak, terpaksa harus menggunakan tangga darurat. Terjadilah percakapan:
A: Eh, gimana kalo gue cerita lucu, biar nanti gak kerasa kalo udah sampe atas?
B: Boleh juga tuh.
Setelah si A selesai cerita, gak terasa mereka udah sampe lantai 10.
B: Nah, sekarang gantian gue, mau cerita serem.
A & C: Jangan serem-serem kali ya!
Akhirnya si B selesai cerita. Bulu kuduk A & C pun berdiri semua, dan tak terasa mereka udah sampe lantai 15.
C: Nah, sekarang giliran gue cerita sedih ya!
A & B: Ah, udah mau sampe, lagi pula masa cerita sedih sih, bisa panjang nanti ceritanya.
C: Ya gak apa-apa lah… Singkat kok ceritanya.
A & B: Ya udah, emang cerita sedih kayak gimana sih?
C: Sedih banget dah pokoknya!
A & B: Ya udah, cerita….

C: Kunci apartement kita ketinggalan di mobil...
A & B: ~!@#$%^&*()_+ *nangis berjamaah*

LELAH TETAPI NGGAK BERMANFAAT......
Wahai saudaraku jika seandainya kita tinggal di sebuah apartemen lantai 18, kemudian ketika kita akan naik tiba-tiba lifttidak dapat berfungsi dikarenakan listrik yang padam,akhirnya dengan terpaksa kita naik ke lantai 18 dengan menggunakan tangga....
Setelah sampai dengan susah payah ternyata kunci kamar kita tertinggal di mobil,tentu perasaan lelah dan kecewa bercampur aduk.......
Begitulah saudaraku........
Demikian juga dalam melakukan sebuah ibadah...
Kita harus memahami dan membawa kuncinya agar ibadah kita tidak sia-sia....
Pernahkan kita membaca sebuah kisah yang sangat berharga....
Sahabat Umar bin Khatab suatu ketika menangis......
Apakah gerangan yang membuat beliau menangis......?
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan satu riwayat dari Abu
Imran Al-Jauni, bahwa suatu ketika Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu pernah melewati sebuah kuil, yang ditinggali
seorang rahib nasrani.
Umarpun memanggilnya,
‘Hai rahib… hai rahib.’ Rahib itupun menoleh.
Ketika itu, Umar terus memandangi sang Rahib.
Dia perhatikan ada banyak bekas ibadah di tubuhnya.
Kemudian tiba-tiba Umar menangis.
Orang di sekitarnya keheranan, mereka bertanya,
‘Wahai Amirul Mukminin, apa yang membuat anda menangis?.
Mengapa anda menangis ketika melihatnya.’
Jawab Umar,
‘Aku teringat firman Allah dalam Al-Quran, (yang artinya) ‘Rajin
beramal lagi kepayahan, namun, memasuki neraka yang sangat
panas’ Itulah yang membuatku menangis.’
(Tafsir Ibn Katsir, 8/385).
Oleh karena itu wahai saudaraku yang kucintai karena Allah...
Ketahuilah bahwasannya kunci diterimanya amalan adalah:
1.Beriman
2.Ikhlas
3.Ittiba' (mengikuti petunjuk Nabi)
Ibnul Qayyim dalam Al Fawa-id memberikan nasehat yang
sangat indah tentang Ikhlas dan Ittiba, beliau rahimahullaah
berkata :
“Amalan yang dilakukan tanpa disertai Ikhlas dan tanpa
mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Ittiba)
bagaikan seorang musafir yang membawa bekal berisi pasir.
Bekal tersebut hanya memberatkan, namun tidak membawa
manfaat apa-apa.”
Imam Ibnu Katsir rahimahullah salah seorang ahli tafsir al-
Qur’an paling terkemuka, berkata :
“Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena
Allah dan mengikuti petunjuk Rosulullah shallallahu ‘alayhi wa
sallam.”
(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 9/205, Muassasah
Qurthubah)

Saturday, October 04, 2014

Gedubrak gedubruk

Ahai.. Saya kembali.. Setelah sebulan ini mengalami hari2 yang gedubrak gedubruk.. Sungguh menguras tenaga dan emosi.
Awal bulan dimulai dengan deg2an sama skedul project yg molor.. Sambil musti nyiapin ultah khalif dan training maem nasi (alhamdulillah gigi udah numbuh dua biji).
Alat uji rancimat yg sering bikin bingung, tapi akhirnya lega bisa deliver pesanan klien.
Lanjut dengan nyiapin kedatangan sensei plus nyiapin alat risetku, yg dikejutkan dg chiller yg hilang.
Ditambah lagi musti ikut conference di Bali yg bersambung dengan ngeladenin sensei selama seminggu kunjungannya.
Terakhir, urusan mobil yg ditabrak belakang...
Huaaaaaaa... So happy that September has ended.
Dan tetep, pelipur lara (halah) dan penyejuk hati.. Tak lain tak bukan, dialah Khalif :*

Monday, August 11, 2014

Think before you speak

"Ucapan bisa lebih tajam dari mata pedang, tapi bisa juga lebih lembut dari sutera"

*hikmah syawalan, halal bihalal BRDST

Saturday, July 12, 2014

Learn Something New

It is exciting to learn something new, actually.
However... To really feel excited, I should recall my learning spirit that somehow has been buried deep inside my daily routine.
Today, I find it :)
Hopefully I can well maintain it until the very end of my journey.
Aamiin ya robbal alamiin...