Monday, September 26, 2011

Which is it, of the favours of your Lord, that ye deny?

Alhamdulillaaah... ya Allah... perkenankan hamba-Mu ini untuk bersyukur kepada-Mu... memuji nama-Mu yang Maha Mulia... Dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?*

Which is it, of the favours of your Lord, that ye deny? luar biasa sungguh nikmat yg telah Engkau limpahkan pada kami ya Allah...

 *dari QS Ar-Rahman... surat favorit, yg menjadi jawaban dari istikharah saya saat itu :)

Thursday, August 18, 2011

Dirgahayu RI ke-66

Happy Independence Day... Indonesia, Tanah Airku..

Itu sih copy paste dari status FB saya kemarin pagi.. cuma itu?
Hmm... tentunya saya berbahagia, apalagi merayakannya di negara yang dulu menjajah kita :) tapi tentunya bahagia saja tidak cukup. Kita perlu SEMANGAT-nya.

Di tengah suasana tidak kondusif, berita yang wira-wiri telah membuat banyak dari kita yang kehilangan semangat dan apatis terhadap perjuangan. Yang ada hanya mencaci maki dan menghujat. Saling berprasangka buruk di kala bencana.

Masih bagus kalau bentuknya diskusi, masih ada komunikasi untuk menularkan ide-ide untuk kemajuan. Ataupun pendapat yang dituangkan secara runtut dan menawarkan solusi.

Tapi menghujat? Apa intisari dari hujatan? Apa tujuannya selain merendahkan diri sendiri?

Saya tantang anda dan saya, untuk berbuat sesuatu. Untuk menebar kebaikan dan menghasilkan karya. Untuk masuk ke dalam sistem, bukan lari meninggalkannya. Untuk berkaca kemudian berkata.

Mari berkarya!!

Saturday, August 06, 2011

Saling Menjaga

Minggu lalu saya menghadiri meeting bareng pak guru dan pak guru senior, dan 3 orang lainnya. Dalam meeting itu, tamu kami (sebut saja Paman), yg tak lain adalah mitra kerja kami di Indo, menjelaskan ttg project Biofuel-nya bersama kedua perusahaan lainnya, yang saya termasuk dalam tim yg mendesain pabrik biofuel-nya.

Presentasinya sangat menarik dan profesional (tentu saja, project ini bisa dibilang project ramah lingkungan yg mengangkat nama perusahaan di mata klien2 mereka) dan tentunya itu materi ini telah beberapa kali beliau bawakan. Beliau tak lupa menyebut nama saya ketika menjelaskan tentang desain prosesnya (hehehe sangat baik hati). Kemudian ada satu bagian presentasinya yg menyatakan bahwa terdapat (sedikit) masalah dalam pengoperasian pabriknya, karena ada salah pemasangan salah satu alat berupa valve.

"Hmmmm?" saya terkejut (soalnya kondisi ini pertama kalinya saya dengar). "Hmmmm?" pak guru juga mendehem sambil melihat ke saya. Tentu saja saya malu. Dan tahukah anda, si Paman bilang, "Itu salah pemasangan saja, tak ada masalah dengan desainnya. Desain ok.". Pak guru manggut2. Dan presentasi dilanjutkan.

Waah, saya sangat berterima kasih. Meskipun tentunya kalau ada kesalahan, seminor apapun, saya sebagai anggota tim tentu salah juga, tapi si Paman telah bersikap "menyelamatkan muka saya di depan pak guru dkk" sehingga walaupun dia telah menyampaikan kondisi sebenarnya tapi dia tidak mempermalukan saya di depan umum.

Saya merenung-renungkannya dan menjadi teringat materi pengajian Tarhib Ramadhan dari Ustadz Salim A. Fillah di Masjid Okachimachi, Tokyo tempo hari. Salah satunya adalah tentang saling menasihati. Bahwa adabnya adalah menasihati di saat sendiri, bukan di depan khalayak, karena nasehat di tengah khalayak adalah hinaan. Jadi intinya adalah bagaimana kita saling menjaga kehormatan saudara kita.

Ah.. indahnya... semoga saya selalu bisa mengamalkannya...

Wednesday, August 03, 2011

Mobil Ngebut Vs Bullet Train

Beberapa hari yg lalu, suami sy mengirim link youtube yg aduhai lucunya... --Seperti biasa, dia tau gimana membikin sy kembali tertawa saat sy sedih atau tertekan (arigatou mass)--

Judulnya Top Gear Race Across Japan.

Part 1

Part 2

Topgear itu salah satu tontonan favoritnya, acara di BBC ttg testing mobil yg biasanya dibalapkan entah lawan pesawat jet ato apalah.. dan episode yg suami sy kirim tu berlokasi di Jepang, mobilnya Nissan GTR kinclong warna merah lagi!!! Awww...

Nah di episod itu ceritanya si Nissan dilombakan dg sistem perkeretaapian di Jepang, mulai dari pantai barat ke pantai timur pulau Honshu.. Dan lengkap dgn segala dagelan krn kendala bahasa, kasus buta hurup, jalan tol yang bolak-balik masuk tunnel, serta aturan lalu lintas di Jepang.

Yeah, melawan Bullet train dkk.. yang kata si James, "In japan, late means 1 minute behind the schedule, but in UK.. it will be 10 minutes!! So if you late for work, you cannot say its bcoz the train was late!!"

Hahahaha... Same here, same here!!
Krn saking tepatnya, sungguh absurd menjadikan kereta sbg alasan keterlambatan. Kalo sampe telat ya mayoritas adalah krn bangun kesiangan, ketinggalan kereta, salah kereta, salah stasiun, atau tersesat (hehehe ini jamak terjadi secara kita kn buta hurup gitu) walopun kemudian kita menciut pas dibilangin ttg peta or gps. So, terlambat selalu jadi kesalahan anda sendiri di sini.

Tapi, kereta bukanlah Tuhan Sang Maha Sempurna, pernah juga ia terlambat dg berbagai penyebab (paling sering adlh krn "org jatuh di depan kereta"). Maka jika kereta terlambat, di stasiun tampat anda keluar, anda akan dapat secarik kertas seperti ini:

Photobucket
Kereta KEIO telat 20 menit ;p

Ini bisa dikasi ke bos atau sensei, sbg keterangan penyebab keterlambatan anda :) ga jadi kena marah ato potong gaji hihihi... what a service!!

Anyway, dlm balapan Jeremy dg Nissan tadi, sy njagoin bullet train!! And seharusnya Jeremy kalah tu kalo dua lawannya td di etape terakhir ngga milih naik sepedaahhh hehehe:)

Tuesday, July 19, 2011

Semua MilikNya...

Innalillahi wa innaillaihi rojiun..
Semua milikNya dan akan kembali padaNya...

Tadi jam 13.57 JST sy menerima sms dari Bapak,
tentang kabar meninggalnya Prof.Dr.dr. Makmuri Mukhlas.
Air mata saya mulai menetes sewaktu membalas sms bapak.
Rasanya tak percaya, tapi kembali konfirmasi sy terima dari suami.
Rupanya terkena serangan jantung.
Tangis saya tak jua habis mengingat bagaimana beliau menasehati dan membantu kami agar selalu kuat tabah dan sabar.
Sedih saya karena tak dapat mengantar jenazah beliau.
Ketika sy telpun mba Zana, istri beliau, kami sama2 menangis dan berzikir menyebut nama Allah...
Allah-lah Sang Pemberi Kekuatan...
Saya jadi teringat Ibu dan Bapak...
Saya janji tak akan menyia-nyiakan kebaikan beliau...

Akhirnya saya berwudhu dan sholat dua rakaat..
Ya Allah, ampunilah segala dosanya, terimalah segala amalnya, lapangkanlah kuburnya, tempatkanlah di tempat terbaikMu ya Allah... Dan berikanlah kami yg ditinggalkan kekuatan dan kesabaran untuk meneruskan perjuangannya... Amin ya Rabbal Alamiin...

Friday, July 15, 2011

Gempa alias Jishin じしん : tetap tenang & waspada

Hari ini adalah pertama kalinya saya mengalami gempa di Jepang ketika sedang di tempat umum. Bukan mengharapkan yang berikutnya ya, hanya catatan saja, soalnya kemarin2 kalo gempa lagi di dalam gedung.

Tadi saya sedang di subway/kereta bawah tanah. Sebenarnya tidak terasa apa-apa. Tapi ketika saya sudah turun dari kereta untuk berganti jalur (trasnfer ke jalur metro yang lain, jadi posisi masih di bawah tanah), alarm di peron sudah berbunyi.

Saya kaget, ini bunyi apa ya, karena belum pernah dengar. Waktu saya liat asal bunyinya, ternyata dari alarm kebakaran yang warna merah itu. Saya mulai bingung, musti gimana ya. Saya lihat sekeliling, orang-orang tenang-tenang saja, tidak lari ataupun panik. Jadi saya juga tetap tinggal di jalur antrian saya.

Tak lama kemudian, terdengar pengumuman. Saya tidak paham keseluruhan, hanya menangkap kata "jishin" beberapa kali, jadi saya simpulkan baru saja ada gempa. Tak lama petugas datang dan mematikan alarm, lalu memberikan pengumuman lagi. Hmmm kira-kira kayaknya, kereta bakal terlambat karena terhenti setelah gempa. Waaah, brapa lama yaaa... Gawat juga kalau terjebak di stasiun sementara perut saya lapar banget (lha wong tadi akhirnya memutuskan pulang krn laper...). Lihat jam : 9:07 pm.

Daaaan, saya kembali melihat sekeliling. SEMUA orang tetap TENANG dan sibuk dengan aktifitasnya di dalam antrian. Akhirnya saya juga jadi tenang.

Saya segera berkirim kabar ke suami, sambil bilang bahwa baterai HP saya tinggal seperempat. Thanks to Wh*ts*pp Application, beneran deh, selain udah gratis, ngga boros batre (compared to YM or FB). Sempat nanya ke temen satu asrama, katanya kereta non subway yang lewat di samping dorm tetep jalan kok. Gempanya memang cukup besar dan pusatnya dekat, begitu info yg saya dapat. Saya jadi lebih tenang. Dan memakan coklat yg tersimpan di tas.

Alhamdulillaaah... 10 menit kemudian, kereta saya datang, mengantar saya pulang... Tadaimaaa :)

note :
1. Tetap TENANG dan WASPADA, jangan panik!
2. Segera kasih kabar ke rumah bahwa kita baik2 saja.
3. Pastikan batre HP selalu penuh, paling ngga separo, plus bawa charger ke mana2.
4. Betul, bawa cemilan selalu di dalam tas ;)

Sunday, July 10, 2011

One simple click will show who you are

Saya mengamati status beberapa teman2 di Facebook (FB), yang terkadang bikin saya mual.. Isinya mencaci maki dan berkata kasar... Yang dicaci maki macam2, mulai dari kondisi jalan, polisi, pemerintah, rakyat negara sendiri, negara lain, dll...

Yang memualkan saya adalah pertanyaan "apa yg sudah kamu lakukan dan hasilkan sehingga bisa mencaci maki semacam itu???" betapa sombongnya...

Baiklah, wall-mu adalah milikmu, sak karepmu arep nulis opo wae... arep jungkir njempalik yo sak karepmu, arep misuh-misuh yo sak karepmu... tapi sebagai orang yg katanya terpelajar dan makan sekolahan, kok rasanya ngga pantes mencaci maki seperti itu. Menurut saya, walaupun wall-mu adalah milikmu, tetap kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita tulis. Sudah bisa apa sih kamu bisa berkata begitu? Sudah kasih makan anak yatim berapa banyak? Sudah bikin usaha yg menyerap berapa tenaga kerja? Sudah sholat lima waktu? Sudah bayar zakat? sudah ngerti apa yang kamu katakan? Sudah berbuat apa kamu untuk bangsamu??

Yaaah, barangkali memang dia sudah banyak berbuat kebaikan, mungkin saya saja yg tidak tahu.. Wallahualam... Semoga... Buat saya, mencaci maki dan berkata kotor, itu justru merendahkan diri sendiri. Apalah gunanya mengatakan hal2 yg menimbulkan kebencian, kerusakan, yang tidak membawa manfaat maupun kebaikan??? Selain hanya menunjukkan bahwa anda tidak bisa mengendalikan diri anda dan tidak memberikan manfaat...

Saya sudah berjanji, hanya akan mengatakan hal-hal positif, yg membawa kebaikan terutama buat saya, dan menghindari perkataan negatif supaya energi negatif itu tidak datang pada saya.... Saya masih harus banyak belajar, dan berdoa semoga saya istiqomah... Amin...


NB : kalo suami sy baca ini, mungkin tanggapan pertamanya adalah "makanya aku ga punya FB jadi gak bakal ada beginian hehehe..." ;p