Akhir-akhir ini, setidaknya ada tiga hari dalam seminggu saya musti berkereta ke tempat kerja. Yeah, ini semacam perubahan pemilihan moda dan kebiasaan dari bis ke KRL (Kereta Rel Listrik), sehubungan dengan Jakarta yang makin macet plus kenaikan BBM : naik kreta ongkosnya lebih murah plus lebih cepat sampe. Ditambah lagi sejak dibikin double track, jadi jauh lebih cepet dan tepat waktu.
Padahal dulu saya paling ogah disuruh naik KRL karna jadwalnya yg tak menentu itu, plus pasti penuh banget, dan pilihan sedikit. Kalo skarang banyak yg pake AC hehehe. Dan jadwal relatif lebih sering, yaaa kalau jam sibuk lumayan sering sih, bisa selisih 30 menit sekali ada kereta, jadi kalau ketinggalan, masih bisa naik kereta berikutnya.
Tapi urusan ketinggalan kereta, mau nunggu 10 menit tau 30 menit juga tetep ngeselin. Ya jelas, jadi terlambat masuk kantor (apalagi kalo ada jadwal meeting pagi), atau pulang kemaleman. Paling sebel kalo ketinggalan kreta yang di depan mata. Udah kliatan tuuuh kereta, tapi kok ya nggak terkejar.
Nah, mau tau kejadian-kejadian yang bisa bikin kejar-kejaran ama kreta :
1. Nggak bisa lewat !!
Berhubung perjalanan saya melawan arus, alias pagi dari Tanahabang ke Serpong sementara mayoritas penumpang kereta datang dari arah sebaliknya, paling kesel kalo saya musti turun tangga peron saat ada kereta baru datang. Tega-teganya ya, orang yang baru datang banyak banget itu semua memenuhi tangga sampe saya gak bisa lewat ! Saya tahu anda-anda jumlahnya banyak banget jadi tangga berasa sempit, tapi mbok ya tolong kasih lah barang sebaris untuk kami-kami yang mau turun. Saya udah beberapa kali ketinggalan kereta gara-gara gak bisa lewat di tangga yang penuh itu hiks hiks (konsekuensinya : 1. datang terlambat 2. musti beli tiket kreta berikutnya yang harganya 5 x lebih mahal !!). Akhirnya saya menemukan cara yang jitu : pasang tas di depan badan, turun aja menerjang arus sambil mata melotot hahaha garang banget. Padahal bisa dengan cara yang lebih sopan dan anggun jika tiap orang saling toleransi. Pastinya sebagai pengguna KRL tau donk gimana nyeseknya kalo ketinggalan kreta. Kalau udah turun kereta ya tolong utamakan yang buru-buru mau naik kereta, dari manapun arah anda, te-ri-ma-ka-sih :)
2. Petugas tiket yang melayani penjualan tiket dengan slow motion.
Aaaaagrh… benar-benar gak ada sense of crisis !! Itu kan udah bunyi pengumuman bahwa ‘kreta siap diberangkatkan’ lha kok jualan tiketnya disambi ngobrol or melayani pertanyaan gak penting dari calon penumpang. Antrian udah panjang, loket cuma dibuka satu (yeah kaum pelawan arus harap maklum, dianggap jumlahnya tidak signifikan jadi cukup satu loket untuk semua jurusan, mau depok, bogor, merak, serpong, jatinegara, di situ semuaa), tapi teteup si penjual nyantai aja. Pas nyampe giliran saya, kereta udah jalan deeeh hiks hiks…. Untuk pengguna tetap KRL, abonemen sangat membantu untuk kasus yang begini. Tapi untuk penumpang temporer kayak saya, tetep aja musti antri di loket. Kapan yaaa ada penjualan tiket yang elektronik (mimpi boleh donk kayak di Jepang hehehe) mudah2an sebentar lagi
3.Tangga dipenuhi oleh orang yang lagi duduk-duduk nunggu kreta.
Yaaaah gimana ya, tempat duduk di peron memang sangat terbatas (bahkan kadang gak ada sama sekali, mohon pengertiannya donk PT KAI). Pernah pas buru-buru lari turun tangga yang penuh dengan orang duduk-duduk di pinggiran itu (Cuma menyisakan space untuk dua orang lewat, plus gak bisa pegangan donk), saya terpleset jatuh deh (makanya jangan buru-buru donk :p).
4.Jalanan menuju statiun macet.
Biasanya sih, 20 menit, bahkan 15 menit, sudah lebih dari cukup untuk perjalanan dari rumah ke stasiun. Tapi pernah suatu kali entah kenapa jalanan macet banget, waaaah nyampe stasiun keretanya udah jalan deh, gak terkejar. Pun karena lagi ada perbaikan jalan, wuuh daerah Muncul, Serpong macet banget deh. Kalo udah gitu, yang jadi andalan teteeep : tukang ojeck :)
5.Bangun kesiangan.
Hahahaha… kalau ini tak ada pembelaan, kesalahan ada pada jam weker yang dimatikan kembali hehehe… terpaksa deh gubrak gubruk lari-lari ngejar kereta.
Kereta kok dikejar :p
But anyway, saya menikmati berkereta kok :)
Monday, July 21, 2008
Saturday, June 14, 2008
GREAT SALE
Jakarta Great Sale sudah dimulai. Akhir2 ini mulai sering melihat ibu-ibu, mbak-mbak, dan juga bapak-bapak menenteng tas belanjaan, satu, dua, bahkan lebih... Heboh juga... Apalagi kalau masuk ke mall, hiasannya itu udah warna-warni merah kuning, yang ngasih tau kalo ada diskon 'up to 70 %' :)
Menyenangkan... :)
Bahkan di tengah sedikit kelesuan akibat harga BBM, great sale tetap menarik. menurut saya, itu membuat orang untuk spending. Yup, terutama donk buat yang punya dana sedikit berlebih. Soalnya, spending itu kan berguna buat orang lain juga (selain buat memuaskan hati sendiri lah ya : alasannya untuk kasih hadiah buat diri sendiri atauuuu mumpung murah!!), membuat uang berputar. Apa jadinya kalau semua orang simpan uangnya, gak dipake blanja, gak ada yang beli baju, sepatu, buku,.... banyak industri tutup.... buruh dan pegawainya gak bisa kerja...
Beli makan juga kan harus loh, jangan sampe gak makan. Jangan lupa ya bapak-bapak ibu-ibu, beli produk dalam negeri aja, murah dan menggerakkan ekonomi Indonesia. Beli tomat, makan pisang ambon n pisang raja, makan nasi dari beras lokal. cuba aja hitung-hitung kalo beli beras dari negara tetangga itu : udah mahal, mbawa kesininya jauh, pake energi yg besar buat kapal, truk, dll.
Yang lagi naik daun juga adalah produk dalam negeri bernama BATIK. Uuuh cantik-cantik ya modelnya. Dan ini tentunya salah satu primadona penyelamat terhadap harga BBM. udah produk dalam negeri, model cantik2, harga bervariasi (dari yg super murah sampe ratusan ribu!!), yang pastinya memicu perputaran uang di dalam negri. Para pengrajin jadi tambah semangat. Banyak yang suka pakai batik kalo hari jumat karna model n motifnya yg bervariasi (ada tuuuh yg kemarin baru pake batiknya yg baru, motifnya bagus kaaan hehehe..)
Makanya, spending ya, jangan lupa smart spending, spending dgn berhemat (alias cari yang lagi SALE) dan pilih produk dalam negeri !
Slamat belanja !!!! :)
Menyenangkan... :)
Bahkan di tengah sedikit kelesuan akibat harga BBM, great sale tetap menarik. menurut saya, itu membuat orang untuk spending. Yup, terutama donk buat yang punya dana sedikit berlebih. Soalnya, spending itu kan berguna buat orang lain juga (selain buat memuaskan hati sendiri lah ya : alasannya untuk kasih hadiah buat diri sendiri atauuuu mumpung murah!!), membuat uang berputar. Apa jadinya kalau semua orang simpan uangnya, gak dipake blanja, gak ada yang beli baju, sepatu, buku,.... banyak industri tutup.... buruh dan pegawainya gak bisa kerja...
Beli makan juga kan harus loh, jangan sampe gak makan. Jangan lupa ya bapak-bapak ibu-ibu, beli produk dalam negeri aja, murah dan menggerakkan ekonomi Indonesia. Beli tomat, makan pisang ambon n pisang raja, makan nasi dari beras lokal. cuba aja hitung-hitung kalo beli beras dari negara tetangga itu : udah mahal, mbawa kesininya jauh, pake energi yg besar buat kapal, truk, dll.
Yang lagi naik daun juga adalah produk dalam negeri bernama BATIK. Uuuh cantik-cantik ya modelnya. Dan ini tentunya salah satu primadona penyelamat terhadap harga BBM. udah produk dalam negeri, model cantik2, harga bervariasi (dari yg super murah sampe ratusan ribu!!), yang pastinya memicu perputaran uang di dalam negri. Para pengrajin jadi tambah semangat. Banyak yang suka pakai batik kalo hari jumat karna model n motifnya yg bervariasi (ada tuuuh yg kemarin baru pake batiknya yg baru, motifnya bagus kaaan hehehe..)
Makanya, spending ya, jangan lupa smart spending, spending dgn berhemat (alias cari yang lagi SALE) dan pilih produk dalam negeri !
Slamat belanja !!!! :)
Sunday, June 01, 2008
SMS
SMS di sini adalah ‘Senang Melihat orang lain Susah, dan Susah Melihat orang lain Senang’.
Ini sebenarnya penyakit yang kronis dan sayangnya mulai banyak menular. Ditemukan penderitanya di hampir semua kalangan. Terutama di kalangan politikus Dan menyebar juga di pejabat, para pendidik, para peneliti, para pengusaha, dan menular lagi ke level di bawahnya, ke karyawan, ke pengguna bis kota, ke orang-orang di pasar. Ada orang lain jatuh, senangnya minta ampun. Ada orang lain sukses, dicari-cari salahnya.
Sedih….
Tapi saya bertemu jiwa-jiwa yang murni…. Well, jiwa-jiwa bersemangat dan tak mudah menyerah. Jiwa-jiwa yang membalik kata-katanya menjadi ‘Senang melihat orang Senang, Susah melihat orang lain Susah’.
Semangatnya itu, semangat untuk mendukung kemajuan orang lain, untuk turut bangga dengan keberhasilan orang lain…
Luar biasa…
Tapi hai jiwa-jiwa yang murni, jangan lupa, ikut senang ataupun ikut susah belumlah cukup… Ikut terpacu supaya lebih baik dan berhasil, itulah…
Ikut membantu supaya yang susah tetap semangat untuk berusaha, itulah…
Tetap semangat yaaa :)
Ini sebenarnya penyakit yang kronis dan sayangnya mulai banyak menular. Ditemukan penderitanya di hampir semua kalangan. Terutama di kalangan politikus Dan menyebar juga di pejabat, para pendidik, para peneliti, para pengusaha, dan menular lagi ke level di bawahnya, ke karyawan, ke pengguna bis kota, ke orang-orang di pasar. Ada orang lain jatuh, senangnya minta ampun. Ada orang lain sukses, dicari-cari salahnya.
Sedih….
Tapi saya bertemu jiwa-jiwa yang murni…. Well, jiwa-jiwa bersemangat dan tak mudah menyerah. Jiwa-jiwa yang membalik kata-katanya menjadi ‘Senang melihat orang Senang, Susah melihat orang lain Susah’.
Semangatnya itu, semangat untuk mendukung kemajuan orang lain, untuk turut bangga dengan keberhasilan orang lain…
Luar biasa…
Tapi hai jiwa-jiwa yang murni, jangan lupa, ikut senang ataupun ikut susah belumlah cukup… Ikut terpacu supaya lebih baik dan berhasil, itulah…
Ikut membantu supaya yang susah tetap semangat untuk berusaha, itulah…
Tetap semangat yaaa :)
Friday, May 02, 2008
Njajal Internet pakai 3G
Kemarin baru berkesempatan mencoba koneksi internet broadband via 3G punya Telkomsel, gak papa ya nyebut merk, soalnya ada pertanyaan maha penting, hehehe... Koneksi sih oke, kenceng, terutama kalo dapet sinyalnya sebenarnya bisa kecepatan 3.5 G tapi berhubung modem saya 3G jadi yaaa cuma dapet maksimal 400-an kbps (malah kadang turun ke 115 kbps).
Tapi bukan itu pertanyaan saya. Yang menjadi tanda tanya adalah, kenapa saya nggak bisa buka semua website yang ekornya blogspot.com huhuhuuuuu termasuk blog saya sendiri.... Sebelll deh.... ini kenapa sih, karena saya yang gak ngerti atau emang ada yang aneh.... lha wong buka multiply bisa, buka frienster bisa, buka facebook bisa, bahkan buka youtube bisa (tadinya dikira kalau server luar jadi gak bisa, berarti bukan itu kan masalahnya). Adakah yang punya jawabannya ????????
:)
Tapi bukan itu pertanyaan saya. Yang menjadi tanda tanya adalah, kenapa saya nggak bisa buka semua website yang ekornya blogspot.com huhuhuuuuu termasuk blog saya sendiri.... Sebelll deh.... ini kenapa sih, karena saya yang gak ngerti atau emang ada yang aneh.... lha wong buka multiply bisa, buka frienster bisa, buka facebook bisa, bahkan buka youtube bisa (tadinya dikira kalau server luar jadi gak bisa, berarti bukan itu kan masalahnya). Adakah yang punya jawabannya ????????
:)
Wednesday, April 23, 2008
Gudeg Jogja
Salah satu obat kangen ama kampung halaman, tak lain tak bukan, adalah dengan memakan makanan asli daerah. Lha kalo buat saya, itu adalah makan GUDEG. Di Jakarta sebenarnya ada cukup banyak tempat yang jual Gudeg, tapi kebanyakan rasanya sudah nggak asli lagi. Ada tu gudeg yang asin halaaaah… gudeg kok asin. Ada juga yang gak pake areh (itu kuah santan kental yang gurih manis enak). Ada yang sambel kreceknya itu super pedesssss… duh padahal aslinya kan manis pedes.
Hehehe betul, hamper tiap tempat yang yang pernah saya datangin n jual gudeg di Jakarta sudah saya cobain. Dan akhirnya nemu juga yang jual gudeg rasa ASELI. Misalnya yang di food court-nya mall Taman Anggrek. Rasanya enak dan mirip banget sama makan gudeg di kampung nymmm nymmm… dengan kombinasi perut lapar berat, jadilah gudeg itu pas banget di lidah. Ada lagi yang di food court-nya Mal Ambasador, ini nilainya cukup bagus, tapi porsinya kok kecil hehehe… maksudnya cukupan lah buat ukuran perut saya yang gak terlalu lapar, tapi kalo buat cowok kayaknya kurang deh :p Ohya, dulu di jalan Sabang ada tuh yang jualan pake mobil (jadi kalo kangen rumah nyari gudegnya gampang), tapi sekarang kok gak jualan lagi Penemuan paling mutakhir adalah gudeg di Lesehan Malioboro di Jl. Panglima Polim (duuuh malioboro kok pindah, tapi bedanya yang di Jakarta ini gak ada pengamennya hehehe). Rasanya cukup menjanjikan, tahu bacemnya uenak banget, gudegnya oke, tapi sambel kreceknya aja yg terlalu pedes buat saya (meskipun komentar saya beda tu sama yang makan di sebelah saya, katanya gudeg ini mak nyuss).
“Kamu makan gudeg nggak kalo pas lagi di Jogja ?” Tanya temen saya yang aseli Medan. “Aku gak makan bika ambon tu kalo pulang ke Medan.”
Hehehe ada-ada aja ni pertanyaan. “Ya iya !” jawab saya.
Gudeg itu kalo di Jogja ya kayak nasi uduk buat orang betawi gitu, menu sarapan, menu sehari-hari. Gudeg pada umumnya ada dua macem, yang kering ama yang 'teles' alias basah. Maksudnya gudeg kering itu gudeg yang dimasak ampe kering, sampe arehnya juga kering dan coklat tua, mpe telurnya jadi keciil (hehehee), dan harganya lebih mahal. Kalo gudeg yang 'teles' itu ya gak kering, masih ada kuah2nya, arehnya belum merah, biasanya abu2 yang kadang ada daun singkongnya. Dua-duanya uenak. Apalagi dimakan pake tahunya, pake telurnya, dengan areh yang banyak, nymmmm slurrrp… enak tenaannn :) pokoknya bikin kangen deh :)

Gudeg si mbok sebelah rumah, enak banget :)
Hehehe betul, hamper tiap tempat yang yang pernah saya datangin n jual gudeg di Jakarta sudah saya cobain. Dan akhirnya nemu juga yang jual gudeg rasa ASELI. Misalnya yang di food court-nya mall Taman Anggrek. Rasanya enak dan mirip banget sama makan gudeg di kampung nymmm nymmm… dengan kombinasi perut lapar berat, jadilah gudeg itu pas banget di lidah. Ada lagi yang di food court-nya Mal Ambasador, ini nilainya cukup bagus, tapi porsinya kok kecil hehehe… maksudnya cukupan lah buat ukuran perut saya yang gak terlalu lapar, tapi kalo buat cowok kayaknya kurang deh :p Ohya, dulu di jalan Sabang ada tuh yang jualan pake mobil (jadi kalo kangen rumah nyari gudegnya gampang), tapi sekarang kok gak jualan lagi Penemuan paling mutakhir adalah gudeg di Lesehan Malioboro di Jl. Panglima Polim (duuuh malioboro kok pindah, tapi bedanya yang di Jakarta ini gak ada pengamennya hehehe). Rasanya cukup menjanjikan, tahu bacemnya uenak banget, gudegnya oke, tapi sambel kreceknya aja yg terlalu pedes buat saya (meskipun komentar saya beda tu sama yang makan di sebelah saya, katanya gudeg ini mak nyuss).
“Kamu makan gudeg nggak kalo pas lagi di Jogja ?” Tanya temen saya yang aseli Medan. “Aku gak makan bika ambon tu kalo pulang ke Medan.”
Hehehe ada-ada aja ni pertanyaan. “Ya iya !” jawab saya.
Gudeg itu kalo di Jogja ya kayak nasi uduk buat orang betawi gitu, menu sarapan, menu sehari-hari. Gudeg pada umumnya ada dua macem, yang kering ama yang 'teles' alias basah. Maksudnya gudeg kering itu gudeg yang dimasak ampe kering, sampe arehnya juga kering dan coklat tua, mpe telurnya jadi keciil (hehehee), dan harganya lebih mahal. Kalo gudeg yang 'teles' itu ya gak kering, masih ada kuah2nya, arehnya belum merah, biasanya abu2 yang kadang ada daun singkongnya. Dua-duanya uenak. Apalagi dimakan pake tahunya, pake telurnya, dengan areh yang banyak, nymmmm slurrrp… enak tenaannn :) pokoknya bikin kangen deh :)
Gudeg si mbok sebelah rumah, enak banget :)
Monday, March 24, 2008
Resign
Seorang kawan saya resign. Well, apa tanggapan anda kalau mendengar seorang rekan kerja memutuskan pindah ? Atau barangkali pernah mengalami musti resign ?
Berhubung sejauh ini saya merasa aman tentram di kerjaan sekarang sehingga belum pernah resign, saya justru mengalami beberapa kali ‘kehilangan’ rekan kerja karena resign itu.
Soal tanggap-menanggap itu, kalau saya bilang sih, tergantung cara resign-nya dan bagaimana dia selama bekerja. Maksud saya, orang datang kan baik-baik, jadi sebaiknya ketika pergi juga baik-baik. Datang tampak mukanya, pergi tampak punggungnya. Bukan pergi dengan meninggalkan rasa tak enak di kedua pihak, misalnya karena ada kewajiban-kewajiban yang belum selesai, atau berkurang profesionalismenya di saat ‘injury time’ kepindahannya, membawa property perusahaan, atau ada hal-hal tak mengenakkan lainnya. Alangkah senangnya jika sekalipun sudah pindah pun masih ada silaturahmi dengan teman kerja yang lama, karena perginya pun dengan meninggalkan kenangan yang baik, telah saling memenuhi kewajiban profesionalnya, berjabat tangan sambil tersenyum. Syukur-syukur nantinya bisa kasih project2 yang oke hehehe…
Alasan orang pindah kerja juga macam-macam, tapi umumnya karena ada ‘better offering’, bukan begitu ? Tapi bisa juga karena ketidakcocokan dengan rekan satu tim, atau dengan bosnya, atau tidak nyaman bekerja, atau bekerja bukan di bidangnya, atau tempat kerjanya jauh dari rumah !! It happens actually, teman saya itu rela bekerja di tempat yg sama sekali gak cocok dengan latar belakang pendidikannya demi bisa pulang kampung di Ciamis sana.
Kenangan yang baik, tentunya itu yang diinginkan semuanya. Toh setiap orang berhak untuk maju, jadi tak pada tempatnya jika kita menahan-nahan. Yaah, terkadang terbersit juga rasa sedih, karena mungkin kawan tersebut sudah cukup dekat dan cocok kerja sama dengannya. Duluu pernah saya sampai menangis karena ada yg pindah (pertama kalinya saya mengalami yg namanya ‘temen pindah kerja alias udah nggak kerja bareng lagi’), pertama karena dia cukup berjasa pada saya, kedua karena saya mengira dia akan terus bersama kami semua selamanya untuk menggapai mimpi2 bersama itu (halaaah…), ktiga karena saya kecewa dengan caranya pergi…
Ketika untuk kedua kalinya saya menangis (cengeng sekali ya...) sewaktu ada yg pindah, karena saya sudah menganggap dia sebagai sahabat, teman curhat, saya merasa kehilangan, dan lagi-lagi kecewa dengan caranya pergi….
Tapi itu tangis yang terakhir (mudah-mudahan). Teman kantor memang sangat mungkin dijadiin sahabat :p Setiap hari memang tertawa bersama dan stress bersama, jadi terkadang pertemanan menjadi erat. Yang saya lakukan sekarang adalah sebisa mungkin membuat hal-hal yang baik bersama. Tapi boleh jadi mereka kemudian pergi. Tentu saja, saya harus mempersiapkan diri, bahwa suatu saat mereka bisa saja pindah dan pergi. Maka ketika kemarin ada lagi yang pergi, saya bersyukur dengan caranya pergi, dengan meninggalkan kenangan baik.
Well pada akhirnya ya saya bilang, Alhamdulillah, selamat semoga sukses di tempat yang baru.
Berhubung sejauh ini saya merasa aman tentram di kerjaan sekarang sehingga belum pernah resign, saya justru mengalami beberapa kali ‘kehilangan’ rekan kerja karena resign itu.
Soal tanggap-menanggap itu, kalau saya bilang sih, tergantung cara resign-nya dan bagaimana dia selama bekerja. Maksud saya, orang datang kan baik-baik, jadi sebaiknya ketika pergi juga baik-baik. Datang tampak mukanya, pergi tampak punggungnya. Bukan pergi dengan meninggalkan rasa tak enak di kedua pihak, misalnya karena ada kewajiban-kewajiban yang belum selesai, atau berkurang profesionalismenya di saat ‘injury time’ kepindahannya, membawa property perusahaan, atau ada hal-hal tak mengenakkan lainnya. Alangkah senangnya jika sekalipun sudah pindah pun masih ada silaturahmi dengan teman kerja yang lama, karena perginya pun dengan meninggalkan kenangan yang baik, telah saling memenuhi kewajiban profesionalnya, berjabat tangan sambil tersenyum. Syukur-syukur nantinya bisa kasih project2 yang oke hehehe…
Alasan orang pindah kerja juga macam-macam, tapi umumnya karena ada ‘better offering’, bukan begitu ? Tapi bisa juga karena ketidakcocokan dengan rekan satu tim, atau dengan bosnya, atau tidak nyaman bekerja, atau bekerja bukan di bidangnya, atau tempat kerjanya jauh dari rumah !! It happens actually, teman saya itu rela bekerja di tempat yg sama sekali gak cocok dengan latar belakang pendidikannya demi bisa pulang kampung di Ciamis sana.
Kenangan yang baik, tentunya itu yang diinginkan semuanya. Toh setiap orang berhak untuk maju, jadi tak pada tempatnya jika kita menahan-nahan. Yaah, terkadang terbersit juga rasa sedih, karena mungkin kawan tersebut sudah cukup dekat dan cocok kerja sama dengannya. Duluu pernah saya sampai menangis karena ada yg pindah (pertama kalinya saya mengalami yg namanya ‘temen pindah kerja alias udah nggak kerja bareng lagi’), pertama karena dia cukup berjasa pada saya, kedua karena saya mengira dia akan terus bersama kami semua selamanya untuk menggapai mimpi2 bersama itu (halaaah…), ktiga karena saya kecewa dengan caranya pergi…
Ketika untuk kedua kalinya saya menangis (cengeng sekali ya...) sewaktu ada yg pindah, karena saya sudah menganggap dia sebagai sahabat, teman curhat, saya merasa kehilangan, dan lagi-lagi kecewa dengan caranya pergi….
Tapi itu tangis yang terakhir (mudah-mudahan). Teman kantor memang sangat mungkin dijadiin sahabat :p Setiap hari memang tertawa bersama dan stress bersama, jadi terkadang pertemanan menjadi erat. Yang saya lakukan sekarang adalah sebisa mungkin membuat hal-hal yang baik bersama. Tapi boleh jadi mereka kemudian pergi. Tentu saja, saya harus mempersiapkan diri, bahwa suatu saat mereka bisa saja pindah dan pergi. Maka ketika kemarin ada lagi yang pergi, saya bersyukur dengan caranya pergi, dengan meninggalkan kenangan baik.
Well pada akhirnya ya saya bilang, Alhamdulillah, selamat semoga sukses di tempat yang baru.
Tuesday, February 26, 2008
Berhentilah Sejenak
"Wahaai....
Mengapa belakangan ini jarang kudengar tawamu
Jarang kulihat senyummu
Engkau sering termenung, tak ada kah yang menarik bagimu
Engkau kehilangan semangatmu yang menggebu-gebu itu
Engkau jadi lebih pendiam
Engkau jadi mudah marah
Mungkin engkau rasa, terlalu banyak yang dihadapkan padamu ?
Atau engkau rasa, tak tahu mana yang musti kau kerjakan dahulu ?
Ataukah engkau rasa, seluruh dunia membelakangimu, berbalik arah darimu ?
Engkau rasa semua penting ?
Ah, engkau memang baik hati, selalu mementingkan semua, ingin menyenangkan semua...
Wahai sayang...
Berhentilah sejenak
Tegakkan punggungmu, Pandanglah sekitarmu
Hirupkan segarnya udara ke dalam parumu
Syukurilah hidupmu
Tetapkan hati, Luruskan niat
Baca Bismillah… tetaplah melangkah....
Semoga Allah selalu bersamamu... "
thank you....
Mengapa belakangan ini jarang kudengar tawamu
Jarang kulihat senyummu
Engkau sering termenung, tak ada kah yang menarik bagimu
Engkau kehilangan semangatmu yang menggebu-gebu itu
Engkau jadi lebih pendiam
Engkau jadi mudah marah
Mungkin engkau rasa, terlalu banyak yang dihadapkan padamu ?
Atau engkau rasa, tak tahu mana yang musti kau kerjakan dahulu ?
Ataukah engkau rasa, seluruh dunia membelakangimu, berbalik arah darimu ?
Engkau rasa semua penting ?
Ah, engkau memang baik hati, selalu mementingkan semua, ingin menyenangkan semua...
Wahai sayang...
Berhentilah sejenak
Tegakkan punggungmu, Pandanglah sekitarmu
Hirupkan segarnya udara ke dalam parumu
Syukurilah hidupmu
Tetapkan hati, Luruskan niat
Baca Bismillah… tetaplah melangkah....
Semoga Allah selalu bersamamu... "
thank you....
Subscribe to:
Posts (Atom)