Tuesday, May 02, 2006
Guruku sayang….
Waktu SMA ada guru matematika yang ‘serem’ deh pokoknya, tiap hari ngasih PR, trus ntar dipanggil maju ke depan buat ngerjain. Pokoknya pelajaran yang paling mendebarkan. Kalo gak bisa yaa malu juga hehehe… Tapi gara-gara itu, kita-kita jadi terpaksa belajar dech. Apalagi waktu itu mau UMPTN waaah kita dikasih tuhas ngumpulin soal-soal Matematika UMPTN tahun sebelumnya trus dibikin dua kolom, satu kolom soal, satu kolom cara ngerjainnya, dan gak boleh pake cara singkat kayak yang diajarin di bimbingan tes!! Hehehe...masa-masa menyenangkan... I love Maths, except Statistics (dueeh maap deh Bu Karsini) :p
Ada seorang guru bahasa Inggris yang cantik dan menawan, di jaman SMA pula. Miss Arie namanya. Ngajarinnya seru, trus kalo anak-anak didiknya lagi ngerjain tugas, si Ibu ini suka jalan-jalan ke belakang kelas kita dan mbaca kliping foto-foto kegiatan kita terutama pas bagian kita ikutan Liga Sepakbola, sambil cekikikan pula mbacanya hihihi... Ah tapi bagaimanapun, ayo mengakulah anak-anak, pasti kalian paling menunggu-nunggu Miss Arie ngajar kaaan? Hehehe...
Trus ada satu lagi guru favorit, bliau adalah guru Pancasila namanya Pak Kabdi (almarhum). Aduuh wajahnya persis pakde saya, bahkan cara ngomongnya juga. Dan beliau hapal sejarah Indonesia, hapal undang-undang n pernak-perniknya, dan berhubung saya lumayan suka ama sejarah hmmm jadi serasa membayangkan situasi pergolakan jaman Supersemar hehehe...wah kena doktrin nih :p Itu ada juga ibu guru sejarah, ibu yang lucu n suka becanda, siapa namanya yaa kok lupa, di plajaran ibu itu catetanku paling lengkap deh...
Seorang guru yang tak terlupa, Ibu Kris guru Kimia. Oh ya, juga Pak Muji (almarhum) dan Pak Pandi. Kalau Pak Pandi udah mulai membuka bab Kimia Organik-nya... wahh, buku tulis yang dipake musti yang besar biar muat nulisnya! Persamaannya panjang ! Hmmmm mereka termasuk guru-guru yang bikin saya suka ama Kimia… Ochhh….
Kalo guru Biologi, hmmm...justru guru Biologi jaman SMP yang aduuuh tak terlupakan. Bliau ini galak pisan, kalo kasih ulangan susah, tapi yaah berkesan. Apalagi waktu dikasih tugas gambar anatomi hewan, hehehe...gambarku paling bagus deh hehehe...muji sendiri :p Plus, ada satu kejadian tak terlupakan yang bikin saya malu dan kapok, yang jelas pelajaran berharga dalam hidup... upss...
Guru-guru saya itu, kalo boleh saya bilang, mereka guru-guru yang berkualitas. Tapi saya kira, jumlahnya tak banyak, dan kualitasnya guru sekarang hmmmm takutnya menurun terus. Dengan model pendidikan yang cenderung pasif begini, seorang murid mungkin hanya menyerap 70 % saja dari total ilmu gurunya, lalu jika sang murid itu kelak jadi guru, dan muridnya hanya menyerap maksimal 70 % dari seluruh ilmunya, berarti dia hanya punya ilmu 50 % saja..... Ohhhh.....
Salam sayang buat Bapak Ibu Guru... Moga2 dunia pendidikan Indonesia makin maju...
Wednesday, April 26, 2006
Bahagia Untuknya
“Kok diam aja sih?” tanyaku pada si bawel satu ini. Ngga biasanya dia diam begitu lama, ada yang aneh ni…
“Hmmmmhhhh……" dia menghela napas panjang. Wah, sungguh tak biasa, ada yang serius ni… jadi aku cuma menunggu sambil pura-pura baca majalah.
“Dia udah punya pacar, “katanya kemudian. Aku menatapnya lurus-lurus. Yeah, bye bye majalah.
“Dia siapa ?’ tanyaku pura-pura bego.
“Ya diaaa, itu, siapa lagi,” katanya untuk memastikan bahwa dia lagi ngomongin mantan pacarnya, eh salah…sebenarnya mantan orang tersayangnya, sahabat terbaiknya, yang dia kejar-kejar tapi kemudian dilepas melulu.
“Aku baru tau tadi siang. Bahkan kudengar mereka akan segera menikah,” lanjutnya lagi.
“Yaa, alhamdulillah dia cepat ketemu jodohnya,” kataku sambil cengar cengir.
“Ah kamu ini, kok malah seneng gitu kedengarannya,” sewotlah dia.
“Lho ya seneng lah, dia temenku juga, dia bahagia, mau berkeluarga, selayaknya kita doakan, gitu kan?”
Dia diam sambil megangin kepalanya.
“Aku ingin tahu siapa calon suaminya. Kamu kenal ngga?”
“Heh kamu mau ngapain emangnya???!!!”
“Aku cuman pengen tau, untuk siapa dia gak mau nerima aku…..”
Aaahhh, rupanya ego laki-laki-nya sedang bicara. Aku jadi sebel.
“Hei tunggu dulu ya, koreksi dikit, bukannya dia gak mau nerima kamu, tapi kamu yang waktu itu ngga mau melangkah!!!”
“Bukan ngga mau melangkah, dia udah ngasih tanda kalo ngga mau! Masa aku ngotot, ngga tau diri banget !”
Aku geleng-geleng kepala.
“Anak bodoh, keras kepala, dia cewe dan gak akan melangkah lebih jauh dari batas kesopanannya. Dia itu sayang banget ama kamu, aku dah pernah bilang kan. Kamu adalah tempatnya menuju waktu susah dan senang, ingat? Selama itu, dia lebih tau kamu ada di mana dibanding aku malah. Aku tahu dia ragu waktu itu. Bukannya kamu bicara baik-baik sama dia. Kamu yang waktu itu menghilang ditelan bumi, kamu yang menghilang darinya! Aku tahu dia kebingungan waktu kamu gak jawab sms ataupun emailnya. Kamu yang keras kepala. Jadi sekarang jangan merengek begitu ketika dia sudah bertemu mataharinya!”
"......."
"...."
"Waktu itu aku berpikir….”
Dia terdiam lama dan menatapku lesu. “Dia begitu jauh tinggi, rasanya begitu tak terjangkau bagiku…”
“Kamu tahu betul, kamu tak selayaknya berpikir begitu. Kamu bikin dia kecewa dengan mikir begitu…”
"......"
"..."
"Sekarang gimana…"
"...."
"Aku masih sayang ama dia…”
Aku tersenyum sambil menepuk pundaknya, “You're a litlle too late, my friend... C’mon, be happy for her…”
Tuesday, April 18, 2006
Tak Cukup Berusaha
(mengejar mimpi 2)
‘Ayo donk, kamu nih… usaha doooonk….”
Sebuah kalimat muncul dalam suatu percakapan. Sejatinya, itu adalah sebuah kalimat yang sangat menusuk hati. Meskipun diungkapkan dengan canda, dan dikatakan oleh kawan baik, --yang sudah lama tak ketemu anyway-- tetap saja rasanya itu bukan perkataan yang bijak.
Sesungguhnya saat itu juga saya bisa bilang, kamu tahu apa tentang apa yang telah saya lakukan sehari-hari, apa yang telah saya usahakan, apa yang telah saya perjuangkan? How dare you talk to me like that! Sebagian emosi saya ingin marah. Well, dia tidak tahu kehidupan saya, tidak tahu bahkan 24 jam saja dari 7 hari dalam seminggu kehidupan saya misalnya, bagaimana mungkin bisa berkomentar semacam itu, seolah saya hanya ongkang-ongkang kaki saja dan tak berbuat apa-apa……….
Tapi saya memutuskan untuk menanggapi kata-katanya dengan senyum dan canda pula. Sudahlah…. Marah tidak ada gunanya… Malah saya kemudian memikirkan keadaan psikologis orang itu, nampaknya dia sedang tenggelam dalam persepsi kesempurnaan dirinya, sehingga merasa layak berkata demikian. Kesombongan macam apa yang sedang merasuk di hatinya…. Hmmm, interesting… mungkin dia telah merasa mencapai apa yang belum saya capai, tapi tidakkah dia tahu, mungkin ada hal yang sudah saya capai tapi belum dia capai….. Bukankah setiap orang memiliki pencapaiannya masing-masing, dan dengan demikian harus saling menghormati?
Anyway, ketimbang marah, pada akhirnya saya ingin menerima kata-katanya sebagai bahan introspeksi diri saya saja :
- apa yang sudah saya hasilkan
- apa yang sedang saya lakukan
- apa yang sudah saya coba lakukan
- apa yang belum saya lakukan padahal benar-benar saya inginkan
- apa yang belum saya hasilkan tapi termasuk dalam daftar keinginan
Nah, itu rupanya menjadi daftar yang panjang.
Oke, saya cukup puas dengan apa yang sudah saya lakukan, saya mensyukuri keadaan saya, tetapi masih terlalu banyak hal yang belum terwujud.
Hmmm barangkali benar, saya tidak cukup berusaha. Atau mungkin lebih tepat, kurang terencana dalam berusaha??
Lets do more planning…and action :)
Wednesday, April 05, 2006
Anarkis
Yang menyedihkan adalah tindakan anarkis sebagian peserta demo tersebut. Mereka, dengan berjalan kaki dan naik kendaraan, dengan arogan memblokir jalan, tepatnya kedua arus jalan, memadati jalur searah pulang mereka plus jalan yang menuju Monas, sehingga otomatis macet total!! Belum cukup, mereka menggulingkan pot lalu memporakporandakan pot dan isinya itu ke tengah jalan serta merusak rambu-rambu lalu lintas sepanjang Jl. Thamrin (yang bisa saya lihat kejadian di sepotong Jl. Thamrin di depan kantor doang, selebihnya... hmmmhf moga2 gak dirusak ya). Masih ada lagi, tiang-tiang bendera juga kena bagian. Pada tiang-tiang tersebut sedang terpasang bendera berbagai Negara. Mereka nekat menurunkan dan mengambil bendera salah satu Negara tersebut !! Aduh, memalukan dan menyedihkan. Dari jendela saya bisa melihat dua buah mobil terhenti di perempatan Kebon Sirih dan terjebak di tengah-tengah demonstran. Saya hanya bisa berdoa semoga penumpang mobil tersebut selamat.
Tidak bisakah kita berdemo dengan sopan???
PS : hati-hati di jalan yaa....
Wednesday, March 29, 2006
Berbagi Suami
Mana nontonnya gak ada rencana, tiba2 pas lagi di puncak kepenatan kerjaan, kok ya datang ajakan nonton rame2 gitu waah berat ditolaknya... Lagi nomat pula :p
Nia Dinata emang lihai n kreatif banget milih cerita. Cara bertuturnya penuh humor dan sindiran. Tema-nya pasti kontroversial pula.
Kisah kebahagiaankeluarga Pak Haji dengan Bu Salma dan Nadim, terusik dengan kehadiran istri-istri muda Pak Haji. Apalagi waktu Pak haji terbaring sakit, terpaksa mereka ngumpul dan berinteraksi. Sampe akhirnya pak Haji pusing sendiri, dan pesan ke Nadim (diperankan dgn gemilang ama Winky), "Ntar kalo punya istri, satu aja, pusing!!"
Hehehe... adil bukan hal yang mudah.
Apalagi pas adegan di kuburan, "Abah emang paling suka ngasih surprise..." Nia Dinata sukses menggambarkan lewat Bu Indri bahwa wanita yang rela jadi madu belum tentu rela pula dimadu :)
Belum lagi kisahnya Pak Lik dan istri2nya, ampun deh... crazy banget :p Koh Abun? Hmmm tak kusangka itu Tio Pakusadewo. Eh, Ira Maya Sopha maennya juga oke banget :)
Tepuk tangan plus dua acungan jempol buat Nia Dinata. Moga2 ntar ada lagi film2 Indonesia yang bagus dan enak ditonton.
Yang belum nonton, silakan nonton....
NB : hueh baru kali di tengah nonton film, ada kejadian layar gelap plus ada tulisan "Maaf Gangguan Teknis" :p
Thursday, March 16, 2006
Mengejar Mimpi (Part 1)
So impossible as it may seem
You've got to fight for every dream
'Cos who's to know which one you let go
Would have made you complete
.........
'Flying Without Wings'
by Westlife
Friday, March 10, 2006
Sudah lama...
Meskipun telat, deuuuh maapin tante ya Dila, ini mo kirim kabar buat tante2 di jogja...
Dila udah bisa ngejar2 bebek dan mainan yg laennya... udah mulai jago angkat peyutnya, sambil lompat eh berhasil maju juga deh hehehe...
Look at her, so serious !! hehehe...
Kalo mas Kanza-nya, rajin lho kasih makan ayam celengan... biar cepet gemuk katanya :)
Keponakan yang lain... hmmm Caca sibuk banget minggu lalu ultah ke-4, kalo ketemu sapaaa aja pasti bilang 'Caca mo uyang taun loh' hihihi... Slamat ulang tahun Caca yang pinter dan lucu, sehat dan pinter slalu yaaa :)
'Dapet brapa ikannya Ca?'
'Dapet banyak tante... Caca mau mancing yang walna biyu'... (adoooh itu cadel kok gak ilang2 yaaa...hehehe..)
Itu, kakak Dinda, rebonding-nya bagus yaa hihihi...
Oh iya, saya punya janji kasih liat foto2 Civic Hybrid yaa... ini dia...
Yeah thats the car... big boss on board :)
First Hybrid in Indonesia... so, gimana tuh, keren kan?? :)
NB: foto civic hybrid by pak agus